Berita

Alih Teknologi Intensifikasi Sistim Pembibitan Itik Petelur di Kabupaten Lombok Timur

Pin It

{mosimage}Itik merupakan salah satu sumber protein hewani (daging dan telur) dan sumber pendapatan petani peternak khususnya di wilayah P4MI Kabupaten Lombok Timur. Kondisi pemeliharaan yang masih tradisional merupakan penyebab rendahnya produktivitas. Untuk meningkatkan produktivitas diperlukan perbaikan teknologi seperti penggunaan bibit itik unggul (hibrida MA=Mojosari Alabio) yang memiliki keunggulan diantaranya umur pertama bertelur lebih cepat yaitu 20-22 minggu, produksi telur sekitar 260 butir/ekor/tahun, puncak produksi telurnya dapat mencapai 94 % dan FCR atau Feed Consumtion Rasio 3,25. Demikian disampaikan Dr. L. Hardi Prasetyo selaku ketua tim peneliti itik dari  Balai Penelitian Ternak, Ciawi Bogor pada acara sosialisasi kegiatan OUTREACH P4MI di BPTP NTB tanggal 5 Juni 2008. Kegiatan ini bertujuan : (1) memberikan gambaran tentang prospek pengembangan dan teknologi produksi itik, agar menjadi acuan kebijakan pembangunan peternakan di daerah,  dan selanjutnya dapat mereplikasi kegiatan ini ke lokasi lain di  Nusa Tenggara Barat, (2) untuk memperoleh masukan, saran dan kritik  untuk perbaikan kegiatan penelitian selanjutnya.

Kegiatan outreach Intensifikasi sistim pembibitan itik petelur ini merupakan kegiatan lanjutan, yang melibatkan dua kelompok yaitu Kelompok Wanita Tani “Kamboja” di Dasan Erot Desa Kalijaga Timur dan kelompok Tani “Mele Maju” di Dasan Lian Desa Aikmel Utara Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur. Berdasarkan perkembangan dari tahun sebelumnya maka di tahun kedua ditekankan pada peningkatan produktivitas telur, pengembangan potensi pakan lokal yang ada untuk mendukung ketersediaan pakan itik dan mengoptimalkan sistim kelembagaan yang ada untuk mendukung kesinambungan usaha peternak itik.

Hadir dalam acara tersebut Tim peneliti Itik dari Balitnak Ciawi (Dr. L. Hardi Prasetyo, Dr. Pius P. Ketaren, Ir. Triana Susanti, MSi, Soni Sopiana, SPt, MP dan Dadang Sudarman, Amd), Bappeda Lombok Timur, dan peneliti serta penyuluh BPTP NTB.

Tim Balitnak berharap agar teknologi yang di introduksi pada dua kelompok wanita tani tersebut perlu dikembangkan oleh daerah mengingat peluang pasar terutama permintaan telur itik masih terbuka lebar. (Ulyatu F)
Web Analytics