Berita

Temu Lapang Demfarm Teknologi Budidaya Jagung Hibrida Bima 20 URI Di Kab.Bima

Pin It

Untuk mendiseminasikan hasil inovasi teknologi Badan Litbang Pertanian, BPTP Balitbangtan NTB  telah melaksanakan Temu Lapang Demfarm Teknologi Budidaya Jagung Hibrida Bima 20 URI seluas... Ha di Kabupaten Bima.

Kegiatan temu lapang demfarm teknologi budidaya jagung Hibrida Bima 20 URI telah dilaksanakan pada hari kamis (29/08/2018) di Desa Donggobolo Kec. Woha, Kab. Bima.

Hadir pada acara temu lapang Kepala BPTP Balitbangtan NTB Dr.Ir.M.Saleh Mokhtar, MP,  Kepala Dinas Pertanian dan Perkebuan Kab.Bima berserta jajarannya, Kepala BP4K Woha, Kepala UPT Woha, Koordinator penyuluh Kabupaten, Penyuluh pertanian, POPT,  Babinsa, Peneliti BPTP Balitbangtan NTB, Kepala Desa Donggobolo, Ketua Gapoktan dan ketua Poktan setempat.

Dari hasil ubinan bahwa provitas Jagung Hibrida Bima 20 URI yang dihasilkan dari Demfram adalah rata sebesar 7,3 ton/Ha dengan kadar air 15%.Dengan adanya Demfarm dan temu lapang ini persepsi petugas dan petani terhadap varitas Bima 20 URI menjadi positif.

Dalam Sambutannya Saleh Mokhtar menyampaikan bahwa jagung Hibrida Bima 20 URI adalah hasil karya anak bangsa, yang ternyata dari  performan agronomis dan produktivitas ini bisa bersaing dengan varietas-varietas lain yang dihasilkan perusahaan swasta, serta harga benihnya terjangkau oleh petani (Rp 30.000/kg).

Dalam kesempatan yang sama juga Babinsa Desa Donggobolo menyampaikan bahwa “ternyata varietas Jagung Hibrida Bima 20 URI ini bagus, tidak seperti isu-isu yang saya dengar sebelumnya”. Lebih lanjut disampaikan Babinsa Donggobolo bahwa “saya akan mensosialisasikan kepada petani di Desa binaan saya bahwa kita harus menghargai hasil karya anak bangsa sendiri yang memang tidak kalah bagus dibandingan dengan varietas Jagung Hibrida yang dihasilkan perusahaan swasta atau perusahaan asing. (Saleh Mokhtar)

Web Analytics