Berita

NTB Berpotensi Besar Sebagai Pengekspor Benih Kentang Sehat

Pin It

Nusa Tenggara Barat (NTB) berpotensi besar sebagai daerah sentra produksi benih kentang sehat, demikianlah kasimpulan dari Workshop pada tanggal 22-23 Mei 2008 yang bertempat di Hotel Jayakarta Lombok dan dilanjutkan di sentra kentang Sembalun Lombok Timur. Workshop yang bertemakan “Optimizing the productivity of the potato/brassica/allium system in West Nusa Tenggara” tersebut disponsori oleh Australian Centre for Agricultural Research (ACIAR) dan dipandu oleh tim dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Lembang – Jawa Barat serta diikuti oleh peserta dari BPTP NTB, Dinas Pertanian NTB dan petani kentang dari Sembalun – Lombok Timur.

Workshop ini dibuka oleh Kepala BPTP NTB (diwakili oleh Kepala TU, Moh. Nazam, SP., MSi) dan menghadirkan ahli kentang dari Australia, Dr. Peter Dawson, dan juga ahli dari Balitsa, Dr. Mieke Ameriana dan Ineu Sulastrini. Dalam sambutannya, Kepala BPTP yang diwakili KTU menjelaskan bahwa sektor pertanian masih tetap menjadi sektor dominan bagi NTB. Pertanian menjadi penyedia bahan pangan terbesar dan juga penyedia bahan baku bagi industri dan juga sebagai sumber perolehan devisa. NTB merupakan wilayah yang mempunyai potensi besar dan agroklimat yang memadai, namun produktivitas pertanian kita masih belum optimal, misalnya kentang, kita masih harus mengimport dari daerah lain seperti dari Malang. Oleh karena itu, beliau mengharapkan kerjasama dengan ACIAR dalam rangka meningkatkan produktivitas kentang sangat penting. Sehingga peserta workshop diharapkan dapat berpartisipasi secara maksimal dalam workshop tersebut.

Dr. Peter Dawson, ahli kentang dari Australia mengemukakan bahwa lahan kentang di sembalun kemungkinan bebas dari patogen berbahaya seperti Nematoda Sista Kuning (NSK), sehingga Sembalun merupakan daerah yang sangat berpotensi sebagai sentra produksi kentang yang akan menghasilkan benih kentang yang sehat. Dengan dihasilkannya benih kentang yang sehat ini, maka Sentra Kentang Sembalun akan sangat potensial menjadi pengekspor benih kentang sehat untuk kebutuhan daerah-daerah lain di seluruh Indonesia.

Workshop kentang ini merupakan kegiatan perdana dari Project ACIAR – CP 167 / 2005 di NTB dan project akan berlangsung selama 2 tahun 4 bulan. Workshop perdana ini difokuskan pada pembahasan tentang Baseline Survey yang akan dilakukan, pelatihan cara penentuan lokasi sampling dan cara pengambilan sample tanah, sample petiole dan monitoring hama dan penyakit di areal pertanaman kentang milik petani di Sembalun. Selnajutnya akan dilanjutkan oleh Training of Trainers dan sekolah lapang bagi petani kentang di Sembalun yang digendakan mulai bulan juni 2008. (BNH and F S M).

Web Analytics