Berita

Workshop Plant Genetic Resources For Food And Agriculture (PGRFA)

Pin It

Workshop diikuti oleh tujuh negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Laos, Vietnam dan Jepang, disponsori oleh MURC Jepang, bertujuan :

  1. Menemukan dan memahami masalah yang dihadapi oleh negara-negara anggota ASEAN khususnya dalam hal konservasi dan keberlanjutan pemanfaatan sumberdaya genetik.
  2. Mengunjungi lahan dan belajar tentang kondisi nyata di alam.
  3. Tukar informasi dan transfer teknologi antara negara anggota ASEAN
  4. Penguatan kerjasama antara negara anggota ASEAN dalam hal konservasi dan pemanfaatan sumberdaya genetik yang berkelanjutan.

Workshop dilaksanakan empat hari dari tanggal 16 s/d19/07/2018, di Hotel Jayakarta Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pembukaan oleh Kepala BB Biogen, Mastur, PhD.Dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan biodiversitas terbesar di dunia, sehingga diperlukan adanya kerjasama yang berkelanjutan di tingkat komunitas, daerah dan negara agar konservasi dan pemanfaatan Sumber Daya Gebetik (SDG) berkelanjutan dapat terselenggara dengan maksimal. Menurut beliau, kerjasama antar negara ASEAN perlu  dijalinuntuk mengatasi berbagai masalah yang berdampak pada pembangunan pertanian dan pedesaan berkelanjutan. Disampaikan pula bahwa modernisasi pertanian yang cepat, perubahan selera konsumen, populasi perkotaan yang meningkat cepat, pembangunan infrastruktur, kemiskinan, serta kurangnya pilihan mata pencaharian menjadi penyebab utama penurunan keanekaragaman hayati. Oleh karena itu semua pemerintah di kawasan ASEAN diharapkan mampu mengembangkan varietas tanaman baru yang tahan terhadap tekanan biotik dan abiotik yang disebabkan oleh pemanasan global.

Kegaiatan workshop hari pertama dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang kegiatan-kegiatan konservasi yang dilakukan di Jepang. Pada hari kedua adalah pemaparan oleh setiap negara anggota ASEAN menyampaikan kondisi dan upaya-upayakonservasi sumberdaya genetik di masing-masing negara. Dilanjutkan pada hari ketiga dengan field trip.  Dipandu olehIr Muji Rahayu dan Fitrahtunnisa (BPTP NTB),ke lokasi filedtrip. Kunjungan pertama adalahlokasi budidaya cabai lokal milik petani Hamka di Desa Beleke, Gerung – Lombok Barat. Peserta cukup senang mendengarkanpengalaman petani cabe lokal tersebut dalam teknik budidaya dan caranya dalam membuat benih sendiri. Perjalanan fieldtrip kemudian dilanjutkan ke lokasi kedua yaitu di Desa Tete Batu, Lombok Timur untuk melihat varietas Begonia lokal. Perjalananpun sampai ke lokasi hutan lindung dan air terjun Jeruk Manis, dalam perjalanan para peserta melihat varietas Begonia yang tumbuh liar di daerah hutan lindung tersebut.

kegiatan ditutup dengan perumusan hasil workshop yang berlangsung selama empat hari trsebut, dimana hampir semua negara peserta memiliki kegiatan dan masalah yang sama dalam konservasi sumber daya genetik tanaman di negara masing-masing. Sebagai tindak lanjut workshop kedua ini, akan diselenggarakan workshop ketiga di Laos dalam waktu dekat (Fitrahtunnisa).

Web Analytics