Berita

Ekspose Hasil-Hasil Prima Tani di NTB

Pin It

Program Prima Tani telah dilaksanakan di NTB tahun 2005 dan sampai tahun 2008 berkembang menjadi 8 lokasi untuk seluruh Kabupaten/Kota se NTB. Untuk mengetahui perkembangan serta rencana pelaksanaan kegiatan tahun-tahun berikutnya maka perlu dilaksanakan pertemuan. Berkenaan dengan hal itu, BPTP NTB melaksanakan Sosialisasi dan Ekspose hasil-hasil Prima Tani di NTB pada hari selasa, 27 Mei 2008 di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB. 

Pertemuan ini sebagai salah satu forum untuk mendapatkan gambaran secara komprehensif program Prima Tani serta hasil-hasil nyata apa saja yang telah diperoleh. “Prima Tani” yang berarti Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian, bermakna sebagai upaya kita bersama membangun pertanian berdasarkan pendekatan wilayah dengan intinya adalah introduksi teknologi unggul dan penguatan kelembagaan tani di pedesaan. 

Program Prima Tani ini merupakan salah satu program unggulan Departemen Pertanian yang dimulai tahun 2005. Di Nusa Tenggara Barat, program ini sudah dilaksanakan di 8 kabupaten/kota, dua kabupaten yaitu Kabupaten Sumbawa dan kabupaten Dompu dimulai tahun 2005, sedangkan 6 kabupaten/kota sisanya baru dimulai tahun 2007. 

Sesuai dengan makna Prima Tani, pemilihan lokasi dilakukan dengan melibatkan seluruh stake holder yang terkait dengan pembangunan pertanian secara luas, terutama di tingkat kabupaten/kota. Lokasi ini diharapkan mudah diakses, mempunyai potensi pertanian, merupakan lokasi prioritas  pembangunan oleh Pemda. Namun yang lebih penting lagi, respon masyarakat terhadap program pembangunan haruslah positif. 

Meskipun inisiasi program Prima Tani ini dari BPTP NTB sebagai kepanjangan tangan Departemen Pertanian di daerah, tetapi secara operasional akan diimplementasikan melalui kerjasama seluruh potensi dan stake holder yang terkait dengan sektor pertanian. 

Dua lokasi Prima Tani yang dimulai tahun 2005 memberikan beberapa gambaran yang berbeda, di Desa Jurumapin Kecamatan Buer Kabupaten Sumbawa, Prima Tani sebagai bagian integral dari program agropolitan alas-uthan. Lokasi yang berupa lahan kering berbukit ini telah dibuatkan lanscaping berbasis agrowisata, sentuhan teknologi dalam Prima Tani berhasil mengangkat pendapatan petani dari usaha buah-buahan, palawija dan sayuran serta ternak, sehingga terjadi peningkatan pendapatan petani sekitar 55%. 

Lokasi Prima Tani Desa Songgajah Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu yang juga mempunyai agroklimat lahan kering iklim kering, telah diintroduksi tanaman jagung varietas unggul dengan teknologi budidayanya, pemeliharaan tanaman jambu mente, manajemen pemeliharaan sapi, dan pemeliharaan ayam buras. Hasil nyata yang dirasakan adalah adanya peningkatan pendapatan petani sekitar 35%, di lokasi-lokasi Prima Tani lainnya yang baru dimulai tahun 2007 juga sudah ada beberapa kemajuan, di Desa Genggelang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Barat telah dikembangkan tanaman kakao dan kopi, serta ternak sapi, di Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah dikembangkan usaha perbenihan sayuran dimana kelompoktani bermitra dengan perusahaan swasta nasional, di Desa Sugian Kecamatan Sambalia Kabupaten Lombok Timur, pengembangan tanaman tembakau rakyat, palawija, cabai, dan juga ternak sapi dan kambing menjadi andalan petani, demikian halnya Prima Tani di Pulau Sumbawa, di Desa Pototano Kabupaten Sumbawa Barat, Desa Ntori Kabupaten Bima, dan Kelurahan Kumbe di Kota Bima, banyak sentuhan teknologi yang diintroduksikan, di antaranya untuk tanaman jagung, kacang tanah, padi, kunyit, aren, sapi, hingga pembuatan kompos dan biogas dari kotoran ternak. 

Pertemuan pada hari ini dihadiri oleh seluruh stake holder Prima Tani, terutama yang terwadahi dalam tim pembina Prima Tani Provinsi NTB dan juga perwakilan dari tim Prima Tani Kabupaten/Kota, dengan jumlah peserta sekitar 80 orang. Tim Pembina Prima Tani diketuai oleh Asisten II Setda Prov. NTB dan Sekretaris Kepala BPTP NTB, dengan anggota terdiri dari Dinas/ Badan/ Instansi lingkup Pertanian dan yang terkait, Perguruan tinggi, swasta, organisasi profesi, dan kontaktani-nelayan andalan, dari pemerintah pusat atau Departemen Pertanian telah hadir tim Teknis Prima Tani Pusat (Dr. Bambang Drajat) dan Penyelia Prima Tani Pusat atau dari Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (Ir. Amirudin Syam, MS). 

Agenda pertemuan hari ini adalah penyampaian kebijakan program nasional Prima Tani, terutama strategi dan kebijakan terbaru Departemen Pertanian dalam program Prima Tani. Dari daerah akan disampaikan kondisi dan perkembangan terakhir serta hasil-hasil yang telah dicapai, permasalahan, dan juga upaya yang akan dilakukan ke depan. Berdasarkan pemaparan yang disampaikan, baik dari pusat maupun daerah, peserta pertemuan akan mendiskusikan apa yang telah dicapai dan bagaimana langkah-langkah tindak lanjut ke depan. (Farida S M dan Irianto B).

Web Analytics