Berita

Tangan Dingin Sang Penyuluh

Pin It

Pria itu seperti seakan - akan menjadi bintang tamu pada kunjungan para pengelola situs berita website Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Litbangtan) Kementerian Pertanian pada Kamis, 26 April 2018. Namanya Totok B Julianto, 44 tahun, seorang penyuluh pertanian yang berhasil mengembangkan ayam kampung unggul Balitbangtan (KUB). ”Lima tahun yang lalu saya tidak tahu apa-apa tentang ayam KUB karena selama 15 tahun  saya hanya mengurus sapi,  ujar Totok`”. Tapi saat dia berbicara dihadapan tamu Litbang Pertanian pengetahuannya nyaris mirip seorang ahli bidang ayam KUB.

Menurut Totok, Ayam KUB dikembangkan  sejak tahun 2012 dalam visitor plot Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB, dan mulai dikembangkan di masyarakat  tahun 2013. hasil kerja di tingkat lapangan Totok bersama timnya di BPTP NTB telah  membawa ayam KUB  hingga dikenal luas dan berkembang  di 10 kota/kabupaten di NTB. Ayam KUB cukup disukai masyarakat disamping sebagai ayam pedaging dengan umur dipanen 40-45 sebagai bahan baku kuliner ayam Taliwang, ayam Rarang, nasi Puyung, dan sebagai penghasil telur dengan produksi 140-160 butir per tahun.

“Pemeliharaan ayam KUB akan berhasil dengan menerapkan manajemen terpadu yaitu pemeliharaan intensif dalam kandang, pemberian pakan berkualitas (protein 17 – 21 persen), pemeliharaan kesehatan (vaksinasi teratur, kebersihan kandang terjaga). Menurut  Totok.  Untuk pemasaran  ayam KUB dapat bergabung dengan organisasi perhimpunan ayam KUB, yang memfasilitasi pemasaran ayam KUB di NTB.  Untuk memberikan contoh kepada masyarakat terutama di wilayah Pulau Lombok, Totok juga memiliki usaha ayam KUB di sekitar tempat tinggalnya.

Sampai saat ini masih cukup banyak masyarakat baik secara perorangan maupun Lembaga untuk mencari informasi kepada  Totok terkait dengan usaha ayam KUB seperti pemesanan DOC, cara pemeliharaan sampai pada pemasarannya.   Keberhasilan pengembangan ayam KUB di wilayah NTB sebagai hasil kerja keras Totok bersama tim di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat patut mendapat acungan jempol dan perlu mendapat dukungan. (M.F Matenggomena)

Web Analytics