Berita

Ayam KUB Sehat Karena Musik

Pin It

Lima tahun silam, ayam Arab merajai  pasar baik sebagai pedaging maupun petelur di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Jenis unggas ini mampu menghasilkan 190-250 butir telur setahun dengan kualitas gizi yang baik.  Namun tiga tahun terakhir,  ayam Arab sudah mulai menurun. Masuknya “Ayam  Kampung Unggul Badan Litbang Pertanian (ayam KUB) telah mampu menggeser keberadaan ayam Arab,” ujar Totok Julianto, 44, Penyuluh pada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian  (BPTP)  di  Provinsi NTB.  Ini disampaikan pada saat menerima kunjungan pengelola situs berita Website lingkup Badan Litbang Pertanian pada Kamis, 26 April 2018.

Berkembangnya ayam KUB di NTB adalah berkat adanya kegiatan yang dibiayai melalui APBN pada Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB sebagai kepanjangan tangan BAdan Litbang Pertanian di Daerah, telah mendiseminasikan ayam KUB melalui beberapa kegiatan seperti kaji terap, visitor plot, pendampingan sampai pada pembibitan. Pada kegiatan pembibitan dengan menerapkan sistem Inti Plasma diharapkan dapat membangun pembibitan local untuk mengtasi masalah ketersediaan DOC pada wilayah yang agak terpencil.  Sistem pembibitan ayam KUB Inti-Plasma telah mulai berproduksi di Desa Aik Bukak, Kecamatan BatuKliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Diawali dengan membangun kelompok peternak yang berfungsi sebagai Inti yang akan menjadi sumber bibit ayam DOC (day old chick) dan   plasma yang berfungsi sebagai produsen ayam KUB siap potong . “Dari segi efisiensi waktu produksi, ayam KUB  memiliki keunggulan  karena  sudah bisa dipanen mulai umur 45 hari,” ujar Sasongko Kasi KSPP BPTP NTB jika dibandingkan dengan ayam kampung biasa  yang membutuhkan waktu minimal 90 hari untuk bisa dipanen.

Keuntungan  inilah yang dirasakan pula Heri Ruswandi, 30, salah satu peternak plasma di Desa Aik Bukak. Dia mulai mengembangkan jenis unggas unggul  ini pada  Februari 2017. Heri mendapat bantuan awal sebanyak 300 ekor dari Badan Litbang Pertanian. Menurutnya, ayam KUB ini lebih menjanjikan  karena permintaan pasar yang cukup tinggi dengan harga jual yang tinggi. Selain pedaging, ayam KUB juga mampu menghasilkan telur berkualitas baik berat telur dapat mencapai 40 gr per butir – walau tidak sebesar telur ayam Ras, tetapi memiliki pasar tersendiri. Telur bibit ayam KUB dipasaran harganya mencapai 2.500 rupiah/butir.

Walau demikian, ayam KUB juga memiliki kelemahan. Antara lain, mudah stres  dengan perubahan kualitas pakan sehingga dapat berdampak pada penurunan produksi telur. Disamping itu stress pada ayam dapat mengakibatkan  ayam mudah terserang penyakit.  Penyakit yang sering menyerang ayam KUB diantaranya : ngorok (CRD, Chronic Respiratory Desease), berak kapur, berak ijo, dan berak darah terutama bagi anak ayam,  demikian yang dijelaskan oleh Totok Julianto.   Penyakit  gumboro (mati mendadak), tetelo, adalah penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi.

Kebisingan berlebihan dapat menyebabkan stres pada unggas  ini. Totok memberikan contoh, suara  pesawat terbang, suara mercon akan memicu  kepanikan ayam --  dan ayam-ayam akan berkotek keras-keras. Jika ini terjadi terus-menerus, dapat mempengaruhi ketahanan tubuh ayam yang bisa menurun dan mudah terserang penyakit .

Totok berhasil menemukan cara jitu untuk meningkatkan ketahanan tubuh ayam KUB terhadap stress, yaitu membiasakan ayam untuk mendengarkan musik sejak masih DOC.  Seiring pertumbuhannya, suara musikpun kian dikeraskan. “Dengan metode ini, ayam menjadi lebih rileks jika ada suara-suara dari luar yang menganggu”, kata Totok.

Dengan manajemen yang baik, pemeliharaan ayam KUB sebenarnya amat mudah dilakukan. “Tiga hal yang harus sangat diperhatikan adalah sanitasi, vaksinasi, pemberian vitamin, dan menjaga ayam tetap gembira,” ujar Totok di akhir wawancara. (Tika, Tenggo, Iskandar, Pandu, Mumuh)

Web Analytics