Berita

Siswa MTs “Alam Sayang Ibu” Lingsar Lombok Barat Belajar Kultur Jaringan Di BPTP Balitbangtan NTB

Pin It

Salah satu fungsi pelayanan BPTP Balitbangtan NTB adalah memperkenalkan dan menyebar luaskankan informasi teknologi pertanian spesifik lokasi baik di dalam visitor plot aneka tanaman dan ternak maupun pendampingan langsung pada petani serta mempublikasikan hasil pengkajian BPTP Balitbangtan NTB melalui Laboratorium Diseminasi.

Dalam menjalankan fungsinya, BPTP Balitbangtan NTB  menerima kunjungan siswa MTs “Alam Sayang Ibu”  Lingsar Lombok Barat pada Rabu (7/2/2018) yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang teknologi pertanian kususnya teknologi kultur jaringan. Kunjungan siswa 33 orang diterima oleh Kepala Seksi Pelayanan Pengkajian Dr. Ir. Sasongko MSi di ruang sidang BPTP Balitbangtan NTB.

Kepala BPTP Balitbangtan NTB   DR. Ir. M. Saleh Mokhtar MP dalam sambutannya menegaskan pentingnya generasi muda mencintai pertanian karena tanaman pertanian merupakan kebutuhan pokok bagi penduduk Indonesia terutama tanaman padi. Dalam kunjungan ini siswa akan mendapatkan pengetahuan tentang kultur jaringan tanaman pisang dan berbagai teknologi pertanian  hasil pengkajian  BPTP Balitbangtan NTB yang akan dibimbing langsung oleh peneliti dan penyuluh.

Peneliti BPTP Ba;itbangtan NTB yang menangani bidang kultur jaringan Fitratunnisa MSi menyampaikan tentang  kultur jaringan tanaman pisang, dimana pisang yang biasa memliki anakan hanya satu dengan sentuhan teknologi kultur jaringan dapat di kembangkan lebih banyak dalam waktu singkat dan seragam, bahkan pisang yang kurang manis dapat dirakit menjadi manis.

Dijelaskan juga bahwa kulture jaringan adalah suatu cara menumbuhkan organ tanaman seperti tunas pucuk, batang,, daun, akar, biji dalam satu wadah berisi media steril. Tahapan kultur jaringan seperti ; 1) pembersihan eksplan (bagian jaringan yang diambil dari tanaman induk) dengan detergen cair, air bersih, alkohol 70%,Clorox 10%-20%,betadine 10%, 2) inisiasi (merangsang tumbuhnya tunas) dan memperbanyak tunas hasil inisiasi dengan mengggunakan ZPT Bensil Adenin (BA) 5%  3) Inisiasi akar menggunakan media steril

Setelah mendapatkan beberapa penjelasan dari narasumber semua siswa diajak untuk melihat hasil kultur jaringan tanaman pisang dan hasil pengkajian berbagai aneka tanaman/ ternak di Visitor plot  serta di kebun percobaan BPTP Balitbangtan NTB, yang dipandu oleh penyuluh pertanian Baiq Ari Sudarmayanti SP. Pada saat yang sama Kepala Laboratorium Diseminasi Ir Kaharudin memberikan beberapa publikasi hasil pengkajian BPTP NTB yang diterima oleh langsung oleh guru pendamping. (MF.Matenggomena)

Siswa MTsAlam Sayang Ibu Lingsar Lombok Barat Belajar Kultur Jaringan Di BPTP Balitbangtan NTB

Salah satu fungsi pelayanan BPTP Balitbangtan NTB adalah memperkenalkan dan menyebar luaskankan informasi teknologi pertanian spesifik lokasi baik di dalam visitor plot aneka tanaman dan ternak maupun pendampingan langsung pada petani serta mempublikasikan hasil pengkajian BPTP Balitbangtan NTB melalui Laboratorium Diseminasi.

Dalam menjalankan fungsinya, BPTP Balitbangtan NTB  menerima kunjungan siswa MTs Alam Sayang Ibu Lingsar Lombok Barat pada Rabu (7/2/2018) yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang teknologi pertanian kususnya teknologi kultur jaringan. Kunjungan siswa 33 orang diterima oleh Kepala Seksi Pelayanan Pengkajian Dr. Ir. Sasongko MSi di ruang sidang BPTP Balitbangtan NTB.

Kepala BPTP Balitbangtan NTB   DR. Ir. M. Saleh Mokhtar MP dalam sambutannya menegaskan pentingnya generasi muda mencintai pertanian karena tanaman pertanian merupakan kebutuhan pokok bagi penduduk Indonesia terutama tanaman padi. Dalam kunjungan ini siswa akan mendapatkan pengetahuan tentang kultur jaringan tanaman pisang dan berbagai teknologi pertanian  hasil pengkajian  BPTP Balitbangtan NTB yang akan dibimbing langsung oleh peneliti dan penyuluh.

Peneliti BPTP Ba;itbangtan NTB yang menangani bidang kultur jaringan Fitratunnisa MSi menyampaikan tentang  kultur jaringan tanaman pisang, dimana pisang yang biasa memliki anakan hanya satu dengan sentuhan teknologi kultur jaringan dapat di kembangkan lebih banyak dalam waktu singkat dan seragam, bahkan pisang yang kurang manis dapat dirakit menjadi manis.

Dijelaskan juga bahwa kulture jaringan adalah suatu cara menumbuhkan organ tanaman seperti tunas pucuk, batang,, daun, akar, biji dalam satu wadah berisi media steril. Tahapan kultur jaringan seperti ; 1) pembersihan eksplan (bagian jaringan yang diambil dari tanaman induk) dengan detergen cair, air bersih, alkohol 70%,Clorox 10%-20%,betadine 10%, 2) inisiasi (merangsang tumbuhnya tunas) dan memperbanyak tunas hasil inisiasi dengan mengggunakan ZPT Bensil Adenin (BA) 5%  3) Inisiasi akar menggunakan media steril

Setelah mendapatkan beberapa penjelasan dari narasumber semua siswa diajak untuk melihat hasil kultur jaringan tanaman pisang dan hasil pengkajian berbagai aneka tanaman/ ternak di Visitor plot  serta di kebun percobaan BPTP Balitbangtan NTB, yang dipandu oleh penyuluh pertanian Baiq Ari Sudarmayanti SP. Pada saat yang sama Kepala Laboratorium Diseminasi Ir Kaharudin memberikan beberapa publikasi hasil pengkajian BPTP NTB yang diterima oleh langsung oleh guru pendamping. (MF.Matenggomena)

Web Analytics