Berita

Koordinasi Tim Kelapa Dan Jambu Mete BPTP Balitbangtan NTB Dengan BPSB-BUN Untuk Mendapatkan Sertifikat Benih Berlabel

Pin It

Produksi benih /bibit tanaman perkebunan lebih mengutamakan kualitas benih/bibit yang dihasilkan , sehingga sangat perlu melibatkan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Perkebunan (BPSB-BUN) Provinsi NTB dalam pengawasan dan pemeriksaaan agar memperoleh benih bermutu yang bersertifikat.

Dalam rangka menyongsong tahun perbenihan kelapa dan Jambu Mente pada tahun di 2018 maka BPTP Balitbangtan NTB sedang menyiapkan benih kelapa dan Jambu Mente  di tempat persemaian Kebun Percobaan Sandubaya BPTP Balitbangtan NTB yang akan didistribusikan kepada petani NTB dengan target distribusi sebanyak 5780 pohon bibit kelapa dan 10.000 bibit  Jambu Mente  berlabel. Jumlah benih kelapa yang disemaikan 6000 butir, sedangkan Jambu Mente 11.000 biji. Untuk mendapatkan sertifikat benih kelapa dan Jambu Mente berlabel,  BPTP Balitbangtan NTB telah melakukan Koordinasi dengan Balai Pegawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Perkebunan (BPSB-BUN) Provinsi NTB, sehingga dari hasil koordinasi tersebut ditindak lanjuti oleh Kepala Seksi Kultivator Sertifikasi dan Pengawasan (KSP) BPSB-BUN Hariri Rahman SP, MSi bersama dua orang tim lainnya  untuk melakukan pemeriksaan tahap awal dengan melaksanakan uji kelayakan benih kelapa dan Jambu Mente yang siap mendapatkan sertifikat  benih berlabel pada Jum`at (10/11/2017) di Kebun Percobaan Sandubaya BPTP Balitbangtan NTB.

Menurut  Hariri Rahman,  setelah melakukan pemeriksaan benih Jambu Mente dengan mengukur daya tumbuh dan tinggi tanaman, menghitung jumlah bedengan, serta melihat kualitasnya. apabila  benih jambu mente telah memenuhi syarat untuk mendapatkan sertifikat benih berlabel maka benih sudah bisa didistribusikan kepada petani pada bulan Februari tahun 2018. Disarankan untuk benih  kelapa dilakukan perbaikan pola persemaian dengan penataan tanam 10 deret 10 biji benih kelapa agar tumbuhnya lebih baik dan terdapat ruang kosong untuk memudahkan melakukan seleksi sehingga dalam pemeriksaan tahap kedua telah menghasikan benih kelapa yang lebih baik.

Sementara itu penanggung jawab kegiatan Perbenihan Jambu Mente Ir. Sudarto menyampaikan bahwa ada beberapa saran dari BPSBBUN yang akan  ditindaklanjuti oleh tim BPTP Balitbangtan NTB sepert; 1) melakukan sortasi bibit yang pertumbuhannya menyimpang, kerdil dan terserang penyakit, 2) memangkas  bibit bercabang agar pertumbuhannya ke atas, 3) melakukan pengamatan secara periodik untuk mendapatkan data agronomi sehingga dilakukan pemupukan untuk menstimulasi pertumbuhan bibit

Labih lanjut sudarto mengharapkan tim BPSPBUN melakukan pemeriksaan lanjutan untuk proses setifikasi dan pembuatan label sehingga bibit kelapa dan Jambu Mente dapat didtribusikan sesuai yang direncanakan, yaitu pada bulan Februari tahun 2018. Kedepanya diharapkan juga kepada instansi terkait agar bibit berlabel yang  didistribusikan kepada petani bisa dijadikan  sumber benih. Untuk itu perlu mengintensifkan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan perkebunan Kabupaten Lombok Timur agar mempercepat penetapan calon petani dan calon lahan (CP/CL) untuk bibit kelapa dan Jambu Mente (MF. Matenggomena, Sudarto, Yohanes G Bulu,Ika)

Web Analytics