Berita

Peningkatan Produksi Pajale Melalui Teknologi Pemanfaatan Sumber Daya Air dan Pengendalian OPT

Pin It

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan NTB tiada henti-hentinya melakukan upaya untuk menigkatkan produksi padi jagung dan kedelai (Pajale) melalui kegiatan dukungan inovasi teknologi pemanfaatan lahan dan sumberdaya air secara optimal. Disampimg itu, BPTP Balitbangtan NTB juga bekerjasama dengan Balai Perlindungan Tanaman Pangan Provinsi NTB, Penyuluh Pertanian, stakeholder lainnya melakukan pemantauan serangan wereng batang coklat dan organism pengganggu (OPT) lainnya melalui Gerakan Pengendalian WBC dan OPT lainnya di Propinsi NTB.

Untuk meningkatkan pengetahuan POPT, Koordinator Penyuluh, Kepala UPT/KCD, Kepala Desa, Peneliti dan Penyuluh, BPTP Balitbangtan NTB melaksanakan kegiatan workshop Gerdal WBC dan OPT lainnya pada hari Jum`at (19/10/2017) yang disinergikan dengan workshop “Peningkatan Produksi Pajale Melalui Peningkatan IP” yang telah mulai dilaksanakan pada hari Kamis (18/10/2107)  di  Balai Diklat Pertanian Provinsi NTB. Pemaparan materi dan pengarahan disampaikan oleh tiga orang narasumber dar iBPTP Balitbangtan NTB Dr. Ahmad Suriadi dan Kepala BPTP Balitbangtan NTB, serta dari  Balai Perlindungan Tanaman Pangan Provinsi NTB Lalu Hamdan Fadli SP, MSi. Peserta  yang hadir terdiri dari perwakilan Kepala Desa, coordinator penyuluh dan POPT se-NTB. DR. Ahmad Suriadi`dalam pemaparannya menjelaskan bahwa kegiatan optimalisasi pemanfaatan sumber daya air dalam rangka meningkatkan produksi padi, jagung, kedelai melalui peningkatan IP dengan memanfaatkan teknologi sumber air irigasi dari sungai, Dam Parit, sumur dangkal dan Embung.

Lebih lanjut Ahmad Suriadi menyebutkan langkah untuk mendesain pengelolaaan sumberdaya air yaitu 1) pendekatan Explorasi dengan menggunakan analisa peta dan survey lapangan untuk mengetahui sumber daya air, 2) Exploitasi sumberdaya dengan membangun tempat penampungan air seperti Dam Parit, sumur dangkal dan Embung., 3) membuat Infrastruktur saluran air, dan 4) teknik pembuatan irigasi.

Dalam kesempatan yang sama Lalu Hamdan Fadli SP, MSi mamaparkan tentang  WBC dan OPT pada tanaman Pajale. Hamdan menekankan agar dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman diusahakan untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia selama masih bias menggunakan cara alami atau menggunakan pestisida nabati.  Pengendalian yang dilakukan tanpa bahan kimia menggunakan prinsip PHT seperti budidaya tanaman sehat, pemanfaatan pelestarian musuh alami, pengamatan gejala serangan,  meningkatkan pengetahuan petani agar ahli dan mandiri.

Sementara itu Kepala BPTP Balitbangtan  NTB Dr. Ir. M. Saleh Mokhtar, MP dalam arahannya menjelaskan bahwa untuk meningkatkan produksi padi pada Bulan Oktober - Desember 2017, BPTP Balitbangtan NTB meminta kepada peserta agar memotivasi dan membimbing petani untuk memanfaatkan potensi sumberdaya air yang ada diwilayahnya untuk mengairi lahan sawah terutama pada lahan tadah hujan dan melakukan gerakan pengendalian wereng batang coklat dan OPT lainnya. Saleh Mokhtar juga mengharapkan kerjasama dalam melakukan  identifikasi potensi sumberdaya air di desa, dengan target luas layanan 10.000 – 15.000 ha, dan data/informasi hasil identifikasi tersebut nanti akan dikirim Kekementerian Pertanian melalui BBP2TP dan Balitbangtan, dan juga data tersebut dapat dimanfaatkan oleh Kepala Desa untuk pembangunan infrastruktur irigasi untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan di desanya dengan memamfaatkan anggaran dana desa.

Lebih lanjut Saleh Mokhtar menegaskan agar melakukan pengendalian OPT melalui pengaturan polatanam seperti pergiliran tanaman pangan dan terus melakukan pengamatan untuk mencegah terjadinya serangan OPT serta melaporkannya setiap hari. Selanjutnya acara workshop selama dua hari ditutup secara resmi oleh Kepala BPTP Balitbangtan NTB.(M. F. Matenggomena).

Web Analytics