Berita

Panen Jagung Dan Temu Lapang Pegembangan Pola Tanam Tanaman Pangan Di Desa Ubung, Kecamaan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah

Pin It

Dalam rangka menyebar luaskan informasi dan mendapatkan umpan balik tentang teknologi pengembangan pola tanam tanaman pangan kepada petani,penyuluh, masyarakat Desa Ubung dan stakeholder lainnya, maka BPTP Balitbangtan NTB melaksanakan panen jagung dan temu lapang pada hari Selasa (17/10/2017) di Kelompok Tani Rengganis, Dusun Mertak,Desa Ubung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.

Hadir dalam acara temu lapang Kepala BPTP Balitbangtan NTB, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Kepala Dinas Perkebunan  Kabupaten Lombok Tengah, Dandim Kabupaten Lombok Tengah atau yang mewakili, Camat Jonggat atau yang mewakili, Peneliti dan Penyuluh BPTP Balitbangtan NTB, Penyuluh Lapang, petani, dan tokoh masyarakat Desa Ubung.

Peneliti BPTP Balitbangtan NTB Dr. Ahmad Suriadi melaporkan bahwa BPTP Balitbantan NTB telah melakukan kerjasama  dengan UPTD Kecamatan Jonggat bersama Penyuluh Pertanian Desa Ubung  dengan melakukan uji coba perbandingan varietas VUB jagung produksi Balitbangtan Bima 20 URI  dengan varietas Bisi  yang merupakan produksi perusahaan swasta, melaui kegiatan percontohan teknologi pengembagan pola  tanam tanaman pangan seperti padi-padi-jagung. Hasil ubinan pada saat panen jagung menunjukan varietas Bima 20 URI menghasilkan produktivitas 9,01 ton/ha dan vaietas Bisi 8,07 ton /ha. “manfaat lain jagung bagi petani yaitu dapat memanfaatkan berangkas  yang terediri dari daun dan batang muda untuk kebutuhan ternak”, demikian ditambahkan Suriadi.

Kepala BPTP Balitbangtan NTB Dr. M.Saleh Mokhtar,MP dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan panen dan temu lapang merupakan sarana diseminasi hasil pengkajian inovasi teknologi pertanian BPTP Balitbantan NTB untuk memberikan pengetahuan dan mendapatkan umpan balik dari masyarakat. Salah satu kegiatan BPTP Balitbangtan NTB yaitu teknologi pola tanam tanaman pangan  yang dilakukan pada lahan denfarm seluas 5 ha di Desa Ubung yang bertujuan untuk mengoptimalkan lahan dan sumber daya air pada MK2. Sebelumnya petani tidak  memanfaatkan lahan untuk ditanam kembali karena keterbatasan air. Setelah dilakukan pengkajian oleh BPTP Balitbangtan NTB maka lahan petani dapat dimanfaatkan dengan menanam jagung Bima 20 URI pada MK2.

Disampaikan pula oleh Saleh Mokhtar bahwa jagung varietas Bima 20 URI  merupakan salah satu inovasi teknologi  Badan Litbang Pertanian yang memiliki kelebihan yaitu provitas tinggi bisa mencapai 12,3 ton/Ha, dan tahan kekeringan, dan setelah dikenal varietasnya disukai oleh petani.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah atau yang mewakili mengharapkan bahwa Petani dan masyarakat desa Ubung dapat belajar lebih banyak tentang jangung, karena ketersediaan sumberdaya lahan di Kabupaten Lombok Tengah seluas 11 ribu Ha tersebar di 12 Kecamatan, dan saat ini harga jagung lebih stabil dari pada tanaman kedelai.

Sebelum berakhirnya acara  petani kooperator diberi kesempatan untuk menyampaikan pengalamannya dalam melaksanakan penanaman jagung dengan teknologi pola tanam. Disamping itu pula dilakukan juga diskusi untuk mendapatkan  umpan balik dari petani maupun peserta, dimana diskusi  dimoderatori langsung oleh Kepala BPTP Balitbangtan NTB. (Nurul A)

Web Analytics