Berita

Pertemuan Koordinasi Pembibitan Ayam Lokal

Pin It

Sesuai arahan Kepala Badan Litbang Pertanian untuk kegiatan perbibitan baik horti, perkebunan maupun peternakan yang dibiayai APBN-P 2017 untuk melaksanakan koordinasi dengan dinas instansi terkait.  Pada Kamis, 12 Oktober 2017, telah dilaksanakan Pertemuan Koordinasi Pembibitan Ayam Lokal, bertempat di Aula Kantor Dinas Peternak dan Kesehatan Hewan (DISNAKKESWAN) Provinsi Nusa Tanggara Barat.  Pelaksanaan ini didukung oleh DISNAKKESWAN yang mengundang Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten, Bappeda Provinsi NTB, Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB dan Himpunan pengusaha ayam (HIMPULI).

Pertemuan dihadiri oleh Kasi Pembibitan Ternak Armin Alamsyah, S.Pt., M.Si  dan Ir. Femi Febriana, mewakili Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten KLU dan Kota Mataram, Bappeda dan BKP dihadiri oleh masing-masing Kasi terkait, sedangkan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur dihadiri oleh Kepala Bidang Produksi Ternak Ir. Samsuri Hamzan.  Ketua dan anggota  HIMPULI  H. Bono.

Pertemuan dipimpin oleh Armin Alamsyah S.Pt, M.Si pada awal pembukaan menyampaikan permohonan maaf Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB karena tidak dapat hadir.

Acara diawali dengan penyampaian Sambutan dan Pengantar dari Kepala BPTP NTB, Dr. Ir. M. Saleh Mokhtar, MP. Untuk  tahun 2018 merupakan tahun percepatan produksi benih/bibit tidak dengan membeli tetapi dengan cara membuat/memproduksi benih/bibit unggul yang telah dihasilkan Badan Litbang Pertanian. Upaya untuk mewujudkan tahun 2018 sebagai tahun benih/bibit pertanian, maka diperlukan perencanaan produksi dan perbanyakan benih/bibit dengan baik.

Peran bibit ternak sangat strategis dalam proses produksi, sehingga diperlukan ketersediaan bibit ternak secara berkelanjutan, baik kuantitas maupun kualitas dalam suatu jaringan industri peternakan. Badan Litbang Pertanian; melalui Balitnak telah memproduksi dan melepaskan galur ternak unggul (Ayam KUB dan SenSi), namun yang digunakan masyarakat peternak masih terbatas sehingga perlu upaya percepatan penyediaan dan penyebarannya di masyarakat peternak. Penyebaran bibit/benih ternak unggul di masyarakat harus dilakukan agar populasi ternak unggul semakin meningkat dan produksi yang dihasilkan untuk kesejahteraan masyarakat juga semakin meningkat.

Tujuan kegiatan pembibitan ayam lokal adalah menyediakan kandang perbibitan ayam di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Nusa Tenggara Barat, beserta sarana produksi ternak yang dibutuhkan untuk memproduksi ayam lokal (KUB x SenSi) sesuai jumlah yang telah ditargetkan pada kegiatan diseminasi dalam rangka  “akselerasi perbibitan ayam unggul mendukung ketersediaan bibit unggas di spesifik lokasi”.

DOC mulai disebarkan sekitar bulan Oktober 2018, dengan jumlah rata-rata perminggu diasumsikan sebesar 1.300 ekor.  Bulan Novermber hingga Desember 2018 akan disebarkan DOC sejumlah kurang lebih 11.000 ekor ayam. Untuk mendukung perbibitan di tingkat masyarakat, pada tahun 2017 dilaksanakan kegiatan Pengembangan Model Perbibitan Ayam Lokal KUB Model Inti Plasma yang berlokasi di Desa Aik Bukaq, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pembangunan kandang untuk Inti telah mencapai 100%, Plasma 1 sudah 100% sedangkan Plasma 2 sedang dalam taraf finishing.  Rencana untuk kandang Inti akan diisi dengan 250 ekor betina calon induk; dan 10 ekor calon pejantan ayam KUB.

Saran Masukan dari peserta pertemuan antara lain :

Haji Bono ketua HIMPULI  menyampaikan beberapa masukan, bahwa di tingkat lapangan untuk usaha penetasan telur ayam, mengalami persoalan sulitnya mendapatkan telur bibit berkualitas.  Telur bibit yang ada di tingkat peternak masih diragukan, karena seringkat memiliki daya tetas yang rendah.  Hal ini akan merugikan usaha penetasan.  Pada pembibitan ayam di tingkat peternak kecil, manajemen pemeliharaan induk sangat menentukan kualitas telur tetas.  Pakan yang berkualitas rendah akan menyebabkan fertilitas telur juga rendah dan kualitas anak ayam yang ditetaskan juga rendah. Harga pakan yang tinggi terutama untuk usaha ternak pembibitan, menyebabkan kualitas pakan yang diberikan pada ternak relatif rendah, bahkan harga dedak saja relatif tinggi mencapai Rp 3.000 /kg.  Ini sebagai dampak dari pengeluaran dedak dari wilayah NTB ke Bali. Pengetahuan peternak masih rendah sehingga diharapkan pembinaan-pembinaan dari dinas instansi terkait termasuk BPTP NTB agar dapat mendampingi peternak secara intensif terutama setelah bibit ayam didistribusikan. Diharapkan agar produksi telur yang dihasilkan dari Pembibitan Ayam Lokal oleh BPTP NTB juga dapat mensuplai kebutuhan telur bibit bagi usaha penetasan yang dikelola dalam kelembagaan peternak ayam HIMPULI.Diharapkan pada saat distribusi ayam juga melibatkan HIMPULI dan dilakukan pendampingan teknologi untuk mendukung pengembangan bibit unggul ayam di NTB.

Drh. Wahyu, yang mendapat tugas dari Kepala Disnakkeswan Prov. NTB  menyampaikan saran dan masukan bahwa perlu kejelasan corssbreeding atau persilangan ayam Sensi dengan KUB,  apakah pada saat disebarluaskan tidak perlu dilakukan pengawasan terkait dengan hasil persiangnannya. Apakah dari persilangan tersebut sudah menghasilkan jenis breed spesifik lokasi yang bisa dibanggakan oleh NTB yang disebar? Hasil Analisis Universitas Diponegoro beberapa waktu lalu, dinyatakan bahwa NTB sudah harus memiliki UPTD Pembibitan Ayam. Hal ini adalah peluang besar NTB memiliki pembibitan ayam lokal yang nantinya dapat mensuplai kebutuhan bibit ayam berkualitas di wilayah NTB.

Sri M, S Pt, M Si wakil dari Bidang Peternakan Kota Mataram menanyakan terkait dengan CP/CL  menyampaikan beberapa pertanyaan yaitu : dalam penetapan calon peternak apakah ada persyaratan khusus, seperti persyaratan lembaga kelompok peternak yang telah berbadan hukum?Jika kelompok peternak mengajukan proposal untuk mendapatkan hibah ayam, apakah diperlukan juga legalitas dari BPTP NTB?Apakah pendistribusian bibit ayam ini juga disertai dengan pendampingan teknologi dari BPTP NTB.

Ir. Samsuri Hamzan Kabid Produksi Distan Kabupaten Lombok Timur menyampaikan sambutan baiknya terhadap rencana penyebaran bibit ayam lokal yang memang selama ini diharapkan.  Bibit-bibit ayam unggul saat ini umumnya didatangkan dari luar wilayah NTB.  Bidang Peternakan akan membangkitkan kembali Taman Ternak pada tahun 2018, oleh karena itu diharapkan dapat memperoleh bibit ayam lokal yang dihasilkan oleh BPTP NTB.  Taman Ternak berpotensi untuk mengembangkan peternakan ayam karena potensi wisata yang berada di sekitarnya.  Saat ini sebanyak 1.000 – 1.500 ekor ayam per hariuntuk memenuhi kebutuhan wisata, sehingga ini merupakan peluang besar untuk pengembangan bibit ayam mendukung usaha peternakan ayam potong.

Ir. Winarto yang mewakili Bidang Peternakan, Kabupaten Lombok Utara, menyampaikan bahwa pada pelaksanaan program Tancapgas terdapat 5 KWT (Kelompok Wanita Tani) yang masing-masing mendapatkan 200 ekor ayam KUB. Hanya satu KWT yang melaporkan mengalami kematian ayam sebanyak 37 ekor disebabkan serangan penyakit, sedangkan KWT lain tidak mengalami hal itu.

Acara pertemuan ditutup dengan menyampaikan kesepakatan untuk Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB agar dapat segera menyampaikan daftar calon peternak yang sudah ada, sedangkan untuk Dinas tingkat Kabupaten juga dapat segera menyampaikan daftar calon peternak penerima ayam. Demikian informasi ini disusun agar diketahui progres kegiatan pembibitan ayam yang menjadi salah satu tugas BPTP NTB.  ( FSM ).

Web Analytics