Berita

Panen dan Temu Lapang Demfarm Teknologi Budidaya Jagung Hibrida Bima 20 URI Mendukung UPSUS Padi, Jagung, dan Kedelai Di Kabupaten Sumbawa

Pin It

Swasembada berkelanjutan padi, jagung, dan kedelai merupakan salah satu target yang ditetapkan oleh kabinet kerja dalam jangka waktu tiga tahun pelaksanaan (Tahun 2015-2017). Dalam rangka mendukung program nasional swasembada berkelanjutan padi, jagung dan kedelai, melalui program upaya khusus (UPSUS) diantaranya dilakukan perbaikan jaringan irigasi, optimasi lahan, Gerakan penerapan pengelolaan tanaman terpadu (GP-PTT) dan kegiatan lainnya diharapkan mampu meningkatkan luas tanam dan produktivitas pangan nasional. Sebagai salah satu daerah penyumbang pangan nasional, provinsi NTB terus berupaya untuk mempertahankan swasembada padi, jagung serta kedelai di tahun 2017. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas tersebut adalah dengan menerapkan teknologi budidaya tanaman spesifik lokasi. BPTP Balitbangtan NTB, telah mengkaji dan mendiseminasikan beberapa teknologi budidaya padi, jagung, dan kedelai untuk meningkatkan produktivitas hasil. Penyebarluasan inovasi teknologi melalui demplot ataupun demfarm diharapkan mampu mempercepat penyebarluasan teknologi di tingkat petani dan stakeholder lainnya di Kabupaten/kota.

Untuk menyebarluaskan teknologi budidaya jagung hibrida Bima 20 URI, melalui kegiatan pendampingan UPSUS di Wilayah Kerja Kabupaten Sumbawa, BPTP Balitbangtan NTB telah melaksanakan Demfarm Teknologi Budidaya Jagung Hibrida Bima 20 URI di Desa Labuan Kuris Kecamatan Lape pada tanggal 13 September 2017. Pelaksanaan kegiatan pendampingan di lapangan dilakukan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) selaku unit teknis Badan Litbang Pertanian di Provinsi NTB, bekerjasama dengan KUPT PIA dan BP3K Kecamatan Lape serta PPL di wilayah kerja Desa Labuan Kuris.

Dalam rangka menyebarluaskan informasi dan hasil kegiatan tersebut, serta memperoleh umpan balik dari penerapan teknologi pada kegiatan Demfarm Teknologi Budidaya Jagung Hibrida Bima 20 URI, BPTP Balitbangtan NTB melaksanakan kegiatan Panen dan Temu Lapang. Kegiatan ini dilaksanakan di lahan petani kooperator Kelompok Tani Ni Hayil Desa Labuan Kuris Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa. Kegiatan panen dan temu lapang ini dihadiri oleh undangan sekitar 150 orang terdiri dari berbagai unsur stakeholder diantaranya : Camat Kecamatan Lape, Camat Kecamatan Lopok, TNI dan Polri, akademisi, dinas pertanian, penyuluh pertanian Kecamatan Lape/Lopok, anggota DPRD komisi  II Kabupaten Sumbawa, perwakilan penyuluh pertanian disekitar Kecamatan Lape yang merupakan lokasi pengembangan jagung (Kecamatan Muer,Plampang, Labangka), petani kooperator demfarm, perwakilan kelompok tani non kooperator sekitar lokasi demfarm, dan tokoh-tokoh masyarakat.

Acara diawali dengan kegiatan panen jagung Hibrida Bima 20 URI yang dilakukan secara simbolis oleh anggota komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, Camat Kecamatan Lape, Camat Kecamatan Lopok, Kepala BPTP Balitbangtan NTB, perwakilan Kodim 1607 Sumbawa, Perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, KUPT kecamatan Lape/Lopok, Koordinator BP3K Kecamatan Lape/Lopok, serta anggota kooperator kelompok tani Ni Hayil Desa Labuan Kuris.  Acara dilanjutkan dengan kegiatan temu lapang, dan diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab yang dipandu langsung oleh Kepala BPTP Balitbangtan NTB (DR. Ir. M. Saleh Mokhtar, MP).

Dalam sambutannya Camat Kecamatan Lape (Abubakar, SH) selaku tuan rumah, merespon baik kegiatan penyebarluasan teknologi budidaya jagung mendukung swasembada dan kedaulatan pangan yang merupakan program pemerintah. Namun terkait masalah distribusi pupuk masih menjadi kendala untuk meningkatkan hasil produksi, terutama produksi jagung petani. Rencana ke depan, akan dibenahi bersama mengenai pengajuan pupuk melalui RDKK, dan terus berkoordinasi dengan TNI dan Polri di tingkat Kecamatan Lape dalam hal pengawalan distribusinya.

Dalam sambutannya, Kepala BPTP Balitbangtan NTB menjelaskan tentang varietas jagung Hibrida Bima 20 URI, dan program pengembangan serta respon kegiatan tersebut di lokasi lainnya di 10 Kabupaten/ Kota se-NTB. Pada kesempatan tersebut, disampaikan pula secara umum mengenai paket teknologi budidaya jagung hibrida Bima 20 URI. Kegiatan pengembangan jagung Hibrida Bima 20 URI yang dilakukan di kelompok tani Ni Hayil seluas 10 hektar, juga dilakukan kegiatan yang sama di kelompok tani BM 82 Desa Berora Kecamatan Lopok dengan luasan 15 hektar memanfaatkan SD air sungai di sekitar lokasi. Dan dalam kesempatan ini, lokasi panen di Labuan Kuris sebagai lokasi studibanding bagi petani BM 82 dalam budidaya jagung Hibrida Bima 20 URI.

Adapun kompenen teknologi budidaya jagung yang diintroduksikan terdiri dari : 1) Penggunaan varietas jagung hibrida Bima 20 URI;  2) Jarak tanam 75-80 cm x 40 cm menggunakan benih dengan cara ditugal sebanyak 2 biji per lubang; 3) Pemupukan tanaman menggunakan NPK sebanyak 250 kg/ha, dan Urea sebanyak 200 kg/ha; 4) Pengendalian HPT berdasarkan pemantauan intensif dilapangan.  Dari hasil demfarm teknologi budidaya jagung yang dilakukan, diperoleh data ubinan rata-rata sebesar 8,6 ton/ha pipilan kering panen.

Dalam acara diskusi, secara garis besar petani merespon baik varietas dan teknologi jagung Hibrida Bima 20 URI, dan berharap agar BPTP NTB masih terus membina dari sisi penerapan teknologinya. Namun untuk mendukung pengembangan produksi jagung yang lebih luas, petani masih mengharapkan adanya bantuan sarana sumur bor untuk pengairan jagung pada musim kering.

Berdasarkan hasil panen dan pelaksanaan penerapan teknologi budidaya jagung Hibrida Bima 20 URI, diharapkan dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada petani jagung lainnya. (Ika Novita S, dan Ayu Lestarie S)

Web Analytics