Berita

Panen dan Temu Lapang Teknologi Budidaya Padi Jajar Legowo Super di Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa

Pin It

Padi merupakan salah satu komoditas strategis nasional,   Pemerintah Indonesia telah menggelontorkan berbagai program untuk mencapai swasembada beras. Untuk mendukung pencapaian swasembada beras tersebut, Badan Litbang Pertanaian selaku lembaga penelitian di bawah Kementerian Pertanian terus berupaya menghasilkan terobosan-terobosan inovasi teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas padi. Salah satu inovasi terbaru yang dihasilkan adalah teknologi budidaya padi jajar legowo super (Jarwo Super).

Untuk menyebar luaskan penerapan inovasi Jarwo Super, Badan Litbang telah melaksanakan Demonstrasi Farm (Denfarm) Jarwo Super di 10 provinsi se-Indonesia, salah satunya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Secara teknis, pelaksanaan Demfarm di lapangan didampingi oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) selaku unit teknis Badan Litbangtan. Demfarm jarwo super di NTB tahun 2017 memilik target seluas 1000, dengan lokasi tersebar di pulau Lombok (524 Ha) dan pulau Sumbawa (476 Ha). Kabupaten pelaksana yaitu kabupaten Lombok Barat (234 Ha), Lombok tengah (90 Ha), Lombok timur (200 Ha), Sumbawa barat (25 Ha), Sumbawa (281 Ha), Dompu (60 Ha) dan Bima (110 Ha). Perkembangan luas tanam sampai saat ini seluas 843,80 Ha dan luas panen 339,50 Ha.

Dalam rangka menyebar luaskan informasi tentang Jarwo Super kepada masyarakat luas, BPTP Baltbangtan NTB pada tanggal 5 September 2017 melaksanakan Panen dan Temu Lapang Teknologi Budidaya Padi Jajar Legowo Super di salah satu lokasi pendampingan yaitu di Dusun Malili, Desa Berare, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Lokasi Denfarm merupakan gabungan dari lima kelompok tani yaitu Resong, Buin Lajendre, Buin Panan, Buin Putat,  dan Buin Panto dengan total luas hamparan jarwo super sekitar 116 Ha. Temu lapang dihasiri olehsekitar 200 peserta yang terdiri dari berbagai unsur stakeholder seperti perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, penyuluh pertanian kecamatan Moyo Hulu, Moyo Hilir, Moyo Utara dan Lape beserta jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan, Dandim Sumbawa, Babinsa dan jajaran Polsek Moyo Hilir. Acara temu lapang diawali dengan panen bersama menggunakan combine harvester dilanjutkan dengan temu lapang dan diakhiri dengan diskusi.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala BPTP NTB selaku tuan rumah, Dr. Ir. M. Saleh Mokhtar menjelaskan tentang paket teknologi Jarwo Super. Paket teknologi Jarwo Super adalah teknologi budidaya terpadu padi sawah irigasi berbasis sistem tanam jajar legowo 2:1 (populasi 213.000 atau minimal 200.000 rumpun per hektar) dengan 7 komponen teknologi super seperti Gambar di bawah.

Komponen Teknologi  Jajar Legowo Super terdiri dari: (1) Varietas Unggul Baru (VUB) potensi hasil tinggi seperti Inpari 30 Ciherang sub 1, Inpari 32 HDB dan Inpari 33; (2) Biodekomposer (Mdec), diberikan bersamaan saat pengolahan tanah; (3) Pupuk hayati (Agrimeth) sebagai seed treatment; (4) Pemupukan berimbang berdasarkan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS); (5) Pengendalian OPT menggunakan pestisida nabati dan pestisida anorganik berdasarkan ambang kendali; (6) Alat tanam  jajar legowo 2:1 (indo jarwo transplanter); (7) Alat panen (combine harvester). Dijelaskan bahwa teknologi Jarwo Super memiliki beberapa keuntungan antara lain memeprbanyak efek tanaman pinggir (sirkulasi udara, CO2, Cahaya – fotosintesis meningkat) yang akan meningatkan produktivitas tanaman; meningkatkan populasi tanaman (30%) melalui sisipan; memudahkan pemeliharaan tanaman (pemupukan, pengendalian OPT) dengan adanya lorong antar baris; meningkatkan produktivitas >40%; dapat disinergiskan dengan sistem mina padi. Disampaikan pula bahwa data rata - rata hasil pengamatan konversi hasil ubinan (ton/ha GKP) pada beberapa kabupaten pelaksana kegiatan jarwo super yaitu:

Kabupaten

System Karwo Super (Varietas)

Pembanding Sistem Biasa (Varietas)

Inpari 30

Inpari 32

Inpari 33

Ciliwung

Lombok barat

7,55

8,96

-

6,33

Lombok tengah

6,18

8,09

-

-

Sumbawa

8,94

10,25

-

-

Bima

7,08

9,17

-

6,94

Rata-rata

7,43

9,12

-

6.63

Karena itu Kepala BPTP NTB sangat mengharapkan agar sistem tanam Jarwo Super ini bisa diterapkan dan disebar luaskan kepada masyarakat luas.

Dalam sesi penutup yaitu tanya jawab, hal yang banyak terungkap adalah harapan peserta agar komponen-komponen teknologi jarwo super ini bisa didapatkan dengan mudah.

Web Analytics