Berita

BPTP Balitbangtan NTB Panen Raya Cabai Bersama BKOW NTB “Sebagai Salah Satu Tindak Lanjut Gerakan Tanam Cabai Nasional”

Pin It

Gerakan Nasional Penanaman Cabai (Gertam Cabai) merupakan gerakan nasional menanam cabai di pekarangan rumah minimal 10 - 20  bibit per keluarga. Sasarannya  sebanyak 60 juta rumah tangga se-Indonesia . Kegiatan ini dilakukan untuk menekan angka inflasi harga cabai yang seringkali terjadi, dan sangat berpengaruh terhadap perekonomian secara nasional.

Pada tahun 2017 Kemeterian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian menyiapkan 15,4 juta bibit cabai untuk diberikan kepada rumah tangga, dan ditanam disetiap pekarangan rumah. Untuk itu Balai Pengkajian Teknologi Pertanian  (BPTP) Nusa Tenggara Barat (NTB) diberi tugas menyiapkan bibit cabai sebanyak 500.000 bibit, yang disebarkan  ke seluruh rumah tangga yang ada di NTB. Demi mensukseskan gerakan ini bapak Menteri Pertanian  (Dr. Amran Sulaiman) menggandeng beberapa organisasi wanita seperti ; TP.PKK, IWAPI, KPPI, BKOW, Muslimat NU, dan LKK NU. Menindak lanjuti arahan dari Bapak Menteri Pertanian tersebut, maka BPTB Balitbangtan NTB melakukan kerjasama dengan seluruh organisasi wanita yang tersebut diatas, salah satunya adalah dengan BKOW.

Badan Koordinasi  Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Nusa Tenggara Barat  (NTB), merupakan salah satu organisasi besar, karena menaungi 60 organisasi wanita yang ada di NTB. Sebagai ketua umum BKOW adalah ibu Hj. Syamsiah M. Amin yang merupakan Ibu Wakil Gubernur NTB) ) . Kerjasama antara BPTP Balitbangtan NTB dengan BKOW NTB dalam hal Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabai) sangatlah penting, karena BKOW memiliki anggota khususnya wanita yang sangat banyak, sehingga kegiatan penanaman cabai di pekarangan sangat tepat sesuai dengan yang diharapkan. Untuk kerjasama dengan BKOW, bibit cabai yang telah diberikan sebanyak 45.000 yang dibagikan kesemua anggota yang ada di 10 kabupaten/kota yang ada di NTB. Dari 45.000 tersebut, kondisinya sekarang sudah mulai panen, sehingga pada hari Rabu, (2/08/ 2017), diadakan panen raya cabai pada salah satu anggota BKOW yaitu ibu  Harto, yang berlokasikan di  Dusun Segrongan Desa Duman, Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat.

Pada Acara “Panen Raya Cabai” ini dihadiri  ketua Umum  BKOW NTB  ibu Hj. Syamsiah M. Amin,  40 orang yang mewakili  30  Gerakan Organisasi Wanita (GOW) yang tergabung dalam BKOW, dan  2 orang wakil dari BPTP NTB. Kegiatan Panen Raya Cabai ini merupakan tindak lanjut kegiatan kerjasama sekaligus sebagai monitoring dan evaluasi kegiatan “Gertam Cabai” yang selama ini telah dilaksanakan dengan baik. Dalam acara panen cabai ini,  i masing-masing anggota menimbang berat cabai yang dapat dipanen, sebagai bahan informasi dan laporan ke ibu ketua Umum BKOW. Dari hasil Panen Raya Cabai ini masing-masing peserta yang hadir membawa pulang cabai rawit rata-rata sekitar  0,25 kg.  Dari 0,25 kg jika dikalikan dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang maka cabai yang dipanen pada hari itu sebanyak 7,5 kg. Total yang dipanen pada hari itu sekitar 10 kg, jika cabai ini dijual dengan harga cabai saat ini Rp. 20.000/kg, maka akan memperoleh pendapatan sebesar Rp. 200.000,-. Tentunya hal ini sangat menarik bagi ibu-ibu yang lainnya, jika ingin membuat pekarangan mereka menjadi tempat usaha baru seperti yang dilakukan oleh Ibu Harto. BPTP Balitbangtan NTB merasa cukup senang dari hasil kegiatan ini, karena para penerima bibit cabai telah merasakan manfaatnya. Diharapkan anggota GOW yang lainnya memiliki kondisi pertanaman cabai yang sama dengan cabai yang dimiliki oleh ibu Harto.   Dalam kesempatan ini BPTP Balitbangtan mengucapkan terima kasih kepada Ibu Harto atas sambutan dan pelanyanannya, semoga kedepan lebih sukses lagi.

Dalam kesempatan ini pula Ketua  Umum BKOW Provinsi  NTB Hj. Syamsiah M. Amin menyampaikan sambutannya bahwa kegiatan  Panen Raya Cabai ini merupakan salah satu kegiatan  “Gertam Cabai”  yang merupakan salah satu program Kementrian Pertanian yang cukup penting. Dimana tujuannya untuk menstabilkan harga cabai di Indonesia, “jangan sampai terjadi fluktuasi harga yang menyebabkan terjadinya inflasi" demikian disampaikan. Diketahui bahwa Inflasi  akan berpengaruh terhadap perekonomian Indoneia. Ternyata Program “Gertam Cabai” ini dirasakan sangat bermanfaat bagi seluruh anggota GOW yang telah mendapatkan bibit cabai, karena mereka sudah tidak membeli cabai lagi.  Walaupun harga cabai tinggi tentunya tidak akan berpengaruh lagi bagi mereka. Terbukti harga cabai rawit di NTB saat ini cukup stabil yaitu berkisar Rp.20.000/kg, tidak seperti 4 - 5  bulan yang lalu harga cabai mencapai  Rp.150.000,-/kg.

Ibu Hj. Syamsiah M. Amin, juga menambahkan bahwa kegiatan kerjasama antara BKOW dengan BPTP Balitbangtan NTB dalam penanaman cabai  dirasakan besar manfaatnya oleh para anggota GOW yang telah mendapatkan bibit cabai dari BPTP Balitbangtan NTB.  Mereka telah  menanamnya  pada lahan pekarangan , dan saat ini telah dirasakan hasilnya oleh para anggota. Dijelaskan juga oleh Ibu Hj.Syamsiah  bahwa, manfaat yang dirasakan oleh para anggota antara lain ; 1) mereka tidak membeli cabai lagi, 2) halaman rumah lebih indah, sejuk dan rapi karena adanya tanaman cabai tersebut. Ibu-ibu menjadi lebih rajin menyapu dan menyiram halamansehingga menjadi lebih rapi dan tertata dengan baik, 3) mengurangi stresKarena melihat tanaman subur dan berbuah .

Oleh sebab itu ibu Hj. Syamsiah M.Amin menyampaikan pesannya untuk BPTP Balitbangtan NTB, agar kerjasama yang dijalin antara BKOW dan BPTP NTB terus berjalan dengan baik dan berlanjut hingga tahun tahun berikutnya. Beliau berharap agar tahun depan (2018) masih ada kegiatan kerjasama seperti ini, tetapi komoditasnya lebih beragam. Selain cabai bisa tanaman sayur lainnya, agar tanaman dipekarangan lebih bervariasi, sehingga konsumsi pangan keluarga lebih berkualitas, tentunya hal ini akan meningkatkan nilai kecukupan gizi keluarga, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan anggota keluarga di tingkat masyarakat. (Baiq Tri Ratna Erawati dan Yanti Triguna)

Web Analytics