Berita

Perakitan Dan Pengembangan Paket Teknologi Budidaya Bawang Merah Hemat Air Dan Ramah Lingkungan Di Lahan Kering NTB

Pin It

Salah satu kegiatan penting dalam setiap pengkajian perakitan dan pengembangan teknologi yang dilaksanakan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan NTB adalah sosialisasi kegiatan lapangan kepada petani, penyuluh dan pengguna lainnya agar hasil pengkajian dapat segera diketahui oleh para pengguna dan dapat dijadikan sebagai media pembelajaran sekaligus sebagai show window inovasi teknologi tepat guna mempercepat proses transfer dan adopsi teknologi oleh petani dan pengguna.

berdasarkan hal tersebut, maka BPTP Balitbangtan NTB menyelenggarakan sosialisasi perakitan dan pengembangan paket teknologi budidaya bawang merah hemat air dan ramah lingkungan pada Rabu (5/7/2017) di Sandubaya, Lombok Timur. Kegiatan tersebut dihadiri 60 peserta dari unsur Koordinator PPL Pringgabaya, PPL Desa Labuhan  Lombok, Peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), petani, siswa SMK Kuripan yang sedang melaksanakan PKL di KP Sandubaya, teknisi dan staf KP Sandubaya serta peneliti dan penyuluh BPTP Balitbangtan NTB.

Kepala BPTP Balitbangtan NTB yang diwakili Ir. Achmad Muzani dalam sambutannya menekankan pentingnya sosialisasi dalam setiap kegiatan pengkajian dalam rangka menyampaikan informasi inovasi teknologi kepada pengguna sekaligus sebagai wahana mendapatkan umpan balik. Ahmad Muzani memberikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran peserta terutama koordinator penyuluh dan PPL serta kehadiran peneliti dari Balitsa Jawa Barat. Selanjutnya peneliti Balitsa GungunWiguna, SP., MSc. menyampaikan penting perbenihan dalam sistem budiaya bawang merah. Menurut Gungun harus ada petani di sekitar hamparan bawang merah yang menjadi penangkar benih bawang merah.

Dr. Ahmad Suriadi selaku penanggung jawab kegiatan dalam paparannya menyatakan bahwa kegiatan pengkajian dilaksanakan oleh petani di lahan petani dengan maksud agar petani dapat mengalami secara langsung penerapan teknologi budiaya bawang merah yang hemat air dan ramah lingkungan. Penggunaan air secara hemat dalam budidaya bawang merah adalah rangka efisiensi penyerapan pupuk oleh tanaman. Sedangkan teknologi budidaya bawang merah ramah lingkungan adalah pemberian trichoderma dan biourin untuk mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Teknologi hemat air yang diaplikasikan dalam kegiatan ini adalah penggunaan sprinkler yang dibandingkan dengan cara petani yaitu secara dileb.

Setelah presentasi dilakukan, seluruh peserta diajak melakukan peninjauan lapangan untuk  melihat dari dekat penampilan tanaman bawang merah yang diperlakukan  dengan berbagai konsentrasi biourin dan aplikasi kompos tricho,  perlakuan cara pengairan dengan sprinkler dan perlakuan cara di leb. Penjelasan lapangan dilakukan oleh petani kooperator  yaitu  Aq. Hilmi, menjelaskan teknologi budidaya bawang merah yang hemat air dan ramah lingkungan dengan penggunaan kompos tricho dan biourin. Para peserta sangat antusias melihat penampilan agronomi bawang merah yang sangat baik. Menurut petani pemberian air dengan sprinkler disamping mampu menghemat air, juga mampu menekan penyebaran dan perkembangan ulat bawang.

Sementara itu, PPL yang ikut menyaksikan keragaan tanaman bawang merah  tertarik dengan sistem sprinkler dan mengharapkan agar percobaan semacam ini dilakukan juga ditempat lain untuk mempercepat adposi. Demikian pula siswa SMK memberikan kesan sangat positif, mereka senantiasa melihat, mempelajari dan mempraktekkan sistem budiaya bawang merah hemat air dan ramah  lingkungan secara utuh mulai dari proses persiapan lahan, proses inkubasi pupuk tricho, sampai pada tahap sekarang dan bertekad akan mempraktekkan di lokasi mereka masing-masing (Kelji Sumberdaya Pertanian).

Web Analytics