Berita

Temu Lapang Gelar Teknologi Perbenihan Cabai Varietas Unggul Badan Litbang Pertanian di Kabupatena Lombok Tengah

Pin It

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan NTB terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat NTB dengan mendiseminasikaninovasi teknologi pertanian spesifik lokasi yang telah dihasilkan Balitbangtan maupun BPTP, antara lain Varietas Unggul Baru tanaman Cabai dan teknologi budidayanya. Salah satu sarana untuk mendiseminasikan teknologi hasil pengkajian BPTP Balitbangtan NTB kepada petani, petugas lapangan, dan dinas/instansi terkait adalah melalui kegiatan Gelar Teknologi dan Temu Lapang.

Untuk memperkenalkan Varietas Ungggul Baru (VUB) cabai Badan Litbang Pertanian, maka BPTP  Balitbangtan NTB melaksanakan temu lapang kegiatan gelar teknologi perbenihan cabai yang dirangkai dengan panen perdana benih cabai rawit Prima  Agrihort pada Kamis (13/07/2013) di lahan Kelompok Tani Karya Harum Dusun  Karang Sideman Desa Tanak Beak Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Acara dihadiri sekitar 100 orang, terdiri dari unsur Kepala BPTP Balitbantan NTB, Kepala Balai Penelitian Tanaman Sayur (BALITSA) ,Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah, Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Holtikultura (BPSB-TPH)Provinsi NTB, Kepala Desa Tanak Beak, Kelompok Tani Kecamatan  Batukliang Utara, PPL , UPTD Pertanian Kecamatan BatulKliang Utara, peneliti BALITSA ,serta  penyuluh dan peneliti BPTP Balitbangtan NTB .

Kepala BPTP Balitbangtan NTB Dr. Ir. M. Saleh Mokhtar, MP dalam sambutannya menyampaikan  bahwa cabai merupakan salah satu komoditas  unggulan yang dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian. Sebagai Unit Pelaksana Teknis Badan Litbang Pertanain, BPTP Balitbangtan NTB  menyiapkan benih cabai varitas unggul  yang telah diuji coba pada Kebun percobaan Visitor Plot BPTP Balitbangtan  NTB dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat NTB melalui Gerakan Tanam Cabai di pekarangan rumah.

Lebih lanjut Saleh Mokhtar mengungkapkan,  tugas BPTP Balitbangtan NTB yaitu melaksanakan pengkajian benih  unggul cabai hasil penelitian dari BALITSA  Lembang Jawa Barat  yang cocok untuk dikembangkan  di NTB (spesifik lokasi) seperti benih cabai Lembang I dan Prima Agrihort yang dikembangkan di Lahan Kelompok Tani Karya Harum seluas 1,0 hektar dan mendiseminasikan hasilnya kepada masyarakat melalui kegiatan  temu lapang.

Dalam Kesempatan tersebut, Kepala BALITSA Balitbangtan Dr Catur Hermanto MSc  menyampaikan apresiasi kepada tim BPTP Balitbangtan NTB dan petani kooperator yang telah sukses menghasilkan benih cabai Prima Agrihort dengan penampilan yang bagus tanpa terserang hama penyakit. Benih tersebut baru pertama kali ditanam di NTB, yang diawali oleh Kelompok Tani Karya Harum, dan benih cabai tersebut berpotensi  untuk dikembangkan menjadi benih unggulan di NTB. Menurut Catur Hermanto jenis cabai rawit Prima Agrihort memilki produktivitas yang tinggi, dengan menghasilkan buah cabai sekitar 22 ton/ha.

Kepala BPSB-TPH Provinsi NTB Wardi, SP dalam kesempatan tersebutmemaparkan tentang prosedur untuk menjadi penangkar benih khususnya sayuran jenis cabai yaitu petani penangkar mengisi surat keterangan kompetensi dari BPSP-TPH Provinsi NTB, pengajuan surat permohonan harus dilakukan pada awal pengolahan tanah yang dilampiri nama label benih sumbernya dan peta lokasi, permohonan akan dicek dan diregister, tim BPSB TPH akan melakukan pengawasan langsung ke lapangan sampai panen, benih hasil panen akan di uji di laboratorium, jika dinyatakan lulus, akan dikeluarkan sertifikat berupa label, dan selanjutnya petani dapat menyebarkan atau menjual  kepada masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah yang diwakili Kepala Bidang Holtikultura M. Solihin SP menyarankan agar petani cabai mengajukan proposal pengembangan cabai yang berbasis kawasan. Pemerintah telah menyiapkan  bantuan sarana produksi cabai untuk kawasan seluas satu hektar  bagi satu kelampok tani.

Dalam acara diskusi peserta lebih banyak menanyakan tentang cara pengendalian serangan hama penyakit pada tanaman cabai dan peran pemerintah dalam mengatur harga cabai serta cara penyaluran bantuan yang tepat sasaran dan waktunya. Pertanyaan para peserta langsung ditangapi diberikan solusinya oleh nara sumber dari peneliti hama penyakit BALITSA, peneliti BPTP  Balitbantan NTB, dan dari  Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah. Pada akhir acara dilakukan praktek proses pengelolaan pasca panen cabai oleh Ketua Kelompok Tani Karya Harum  H. Nur Irfansyah. (MF.Matenggomena)

Web Analytics