Berita

Pelatihan Perbenihan Jagung Hibrida Dan Pengolahan Pangan Berbasis Jagung Di TTP Sumbawa Barat

Pin It

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani calon penangkar jagung dan wanita tani calon pengusaha olahan pangan berbasis jagung di Sumbawa Barat, telah dilaksanakanPelatihan Perbenihan Jagung Hibrida dan Pengolahan Pangan Berbasis Jagung selama dua hari  (23 – 24/05/ 2017). Pelatihan perbenihan jagung diikuti oleh 35 orang peserta dipusatkan  di kantor TTP Sumbawa Barat, sedangkan pelatihan pengolahan pangan diikuti oleh 25 orang peserta bertempat di rumah Kepala Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano yang merupakan kawasan TTP Sumbawa Barat. Hadir dalam acara pelatihan jagung hibrida ini antara lain Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan KSB, Kepala BP3K Kecamatan Poto Tano, PPL BP3K Kecamatan Poto Tano, Pengawas Benih pada BPSB KSB, Camat Poto Tano, Dan Ramil Seteluk, Kapolsek Seteluk, Kepala Desa Senayan dan Kokarlian, Manager TTP Sumbawa Barat, serta Penelti BPTP Balitbangtan NTB .

Manajer TTP Sumbawa Barat, Dr. H. Moh. Nazam, SP., MSi., dalam sambutannya  mengatakan bahwa tujuan diadakannya pelatihan tersebut adalah: 1) Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan calon penangkar dalam usaha perbenihan jagung hibrida, dan 2) Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan calon pengusaha dalam pengolahan pangan berbasis jagung. Taman Teknologi Pertanian (TTP) adalah a) tempat untuk pengembangan dan penerapan inovasi yang berwawasan agribisnis hulu-hilir yang bersifat spesifik lokasi dengan kegiatannya meliputi penerapan teknologi pra produksi, produksi, panen, pasca panen, pengolahan hasil, dan pemasaran; b) tempat untuk pengembangan dan penerapan inovasi yang telah dikaji di TSP maupun lembaga litbang lainnya untuk diterapkan dalam skala ekonomi; c) tempat pelatihan, pemagangan, kemitraan usaha, pusat diseminasi teknologi, dan pusat advokasi bisnis ke masyarakat luas. Lebih jauh Nazam menyatakan bahwa TTP Sumbawa Barat terbangun atas kesepakatan bersama antara Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Oleh karena TTP ini adalah milik bersama, maka kami mengajak para petani, penyuluh dan seluruh komponen masyarakat KSB untuk menjaga dan mengembangkan TTP ini se maksimal mungkin sehingga TTP ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat di KSB tandasnya.Materi dan narasumber pada pelatihan perbenihan jagung hibrida anatara lain: 1) Program pengembangan perbenihan jagung di Kabupaten Sumbawa Barat yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan KSB, Ir. Marlin Hardi, M.Si., 2) Program dan implementasi Taman Teknologi Pertanian (TTP) Sumbawa Barat yang disampaikan oleh Manajer TTP Sumbawa Barat, Dr. H. Moh. Nazam, SP., MSi., 3) Prosedur sertifikasi benih jagung yang disampaikan oleh Pengawas Benih pada BPSB KSB, Ismaildin, SP., dan 4) Inovasi Teknologi perbenihan jagung hibrida mendukung TTP Sumbawa Barat yang disampaikan oleh ahli jagung BPTP Balitbangtan NTB, Dr. Ir. Awaludin Hipi, M.Si. Sedangkan materi pelatihan pengolahan jagung disampaikan oleh ahli teknologi pangan BPTP Balitbangtan NTB, Dr. Ulyatu Fitrotin, SP. MP., yang menyampaikan materi: 1) Teknologi pembuatan tepung jagung termodifikasi untuk mensubstitusi kebutuhan tepung terigu; 2) Praktek pembuatan tepung jagung termodifikasi; dan 3) Praktek pembuatan olahan makanan berbahan baku tepung jagung termodifikasi.

Pelatihan yang berlangsung dua hari tersebut ditutup dengan panen perdana benih jagung hibrida Bima 20 URI seluas 1,75 Ha di lahan TTP Centre yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sumbawa Barat,Acara pelatihan ditutup secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan KSB. Dalam sambutannyaKepala Dinas berharap kepada semua peserta untuk sama-sama menjaga dan membangun TTP Sumbawa Barat karena TTP merupakan milik Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan mendapatkan pembinaan dan pengawalan langsung dari para peneliti BPTP Balitbangtan NTB. Ini patut disyukuri dan dijaga bersama supaya tujuan pendirian TTP untuk mempercepat hilirisasi inovasi teknologi pertanian dapat tercapai, dan dari pelatihan yang diselenggarakan selama dua hari diharapkan muncul calon pengusaha (tenant) yang akan menjadi pengusaha perbenihan jagung hibrida dan pengusaha olahan pangan berbahan baku jagung di Kabupaten Sumbawa Barat. (Baiq Nurul Hidayah)

Web Analytics