Berita

Kunjungan Kerja 3 Menteri “Bersama Membangun Kejayaan Sembalun Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat”

Pin It

Hari Rabu, (24/05/  2017)  merupakan hari bersejarah bagi masyarakat di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat karena hari itu untuk pertama kalinya masyarakat Sembalun menerima kunjungan kerjabersama tiga menteri dalam tujuan yang sama yaitu Membangun Kejayaan Sembalun.  Tiga Menteri  yang melakukan kunjungan kerja tersebut adalah Menteri BUMN  Rini Soemarno, Menteri Pertanian  Andi Amran Sulaiman dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal danTransmigrasi (PDT) Eko Putro Sandjojo  .  Hadir pula pada acara tersebut Pangdam Udayana (Jendral Komarudin Simanjutak),Wakil Gubernur NTBH. Muh. Amin, SH, MH.,Wakil Bupati Lombok Timur .Drs. H. Haerul Warisin, MSi.,para Direktur Utama dan Para  Pejabat BUMN antara lain dari Bank BRI, Mandiri, BNI, Perum Pertani,Bulog, Pupuk Kaltim dan Jakrindo serta para pejabat di tiga Kementerian Pertanian, PDT dan BUMN di Jakarta, para pejabat di Litbang Kementan yaitu Kepala Pusat Penelitian dan PengembanganTanaman Hortikultura di Bogor, Kepala Balai Besar Biogenetika di Bogor, Kepala BPTP NTB ,  para Kepala SKPD rumpun hijau di Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Timur.

Kunjungan kerja bersama 3 Menteri ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan bakti sosial Menteri BUMN (Rini Soemarno) dan para Pimpinan BUMN pada tgl 28 Januari 2017 dalam rangkain acara  HUT BUMN.

Dalam Kunjungan kerjabersama 3 Menteri kali ini diawali dengan Penanaman Perdana Pengembangan Bawang Putih dilahan pertanian di Desa Sembalun Lawang dilanjutkan acara seremonial di lapangan Kecamatan Sembalun.  Acara seremonial diawali dengan sambutan Wakil Gubernur NTB yang antara lain memaparkan keberhasilan pembangunan NTB di beberapa sector dan keberhasilan Provinsi NTB yang memperoleh pertumbuhan ekonomi tertinggi ke II di Indonesia setelah Provinsi Sulawesi Tenggara.  Dari pemaparan  Wakil Gubernur NTB diketahui bahwa kontribusi bidang pertanian dalam PDRB Provinsi NTB mencapai 27%. Selanjutnya ketiga menteri secara berurutan juga menyampaikan  pidatonya yang diawali dengan Menteri PDT yang antara lain menyampaikan pentingnya membangun Desa secara bersama-sama, oleh karenanya program membangun Desa yang akan dilaksanakan adalah memadukan program dari Kementerian PDT dan kementerian lainnya khususnya dari Kementerian Pertanian dalam mengembangkan komoditas pertanian dan Kementerian BUMN ( kususnya dalam membentu akses permodalan bagi masyarakat di Desa, pengadaan saprodi denggan harga subsidi dan penyerapan pasar).  Sehingga program pembangunan yang ada di Sembalun nantinya berbasis membangun Desa secara komprehensip yang diharapkan tidak adalagi pengangguran bagi warga Sembalun.  Dengan demikian diprediksi ekonomi masyarakat lebih dinamis dan berkembang yang dimotori oleh pergerakan ekonomi di desa. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah  Tertinggal dan Transmigrasiakan meningkatkan anggaran pembangunan desa kepada Desa yang memenuhi 4 syarat, yaitu (1)  memfokuskan satu usaha dengan basis Desa; (2) Setiap Desa harus membuat embung yang dapat dipergunakan sebagai sarana pertanian dan perikanan; (3) Menyisihkan dana Desa sebesar 50 Juta Rupiah untukmembangun BUMDes; 4).Membangun Sarana olah raga.

Sedangkan Menteri Pertanian dalam sambutannya menyampaikan Program kerja dari Kementerian Pertanian dalam mewujudkan Kejayaan Sembalun adalah menghidupkan kembali budidaya bawang putih yang pernah Berjaya di era tahun 80-an.Pengembangan bawang putih kedepan tidak terlepas dari program jangka panjang itu sendiri yaitu Zero % untuk import bawang putih di tahun 2020.  Selanjutnya Menteri Pertanian menyampaikan bahwa untuk dapat berswasembada bawang putih maka secara Nasional akan diprogramkan penanaman bawang putih seluas 60.000 ha dan Provinsi NTB akan mendapatkan porsi pengembangan bawang putih seluas 10.000 ha. Sementara penanaman bawang putih di Sembalun pada Tahun 2017 baru seluas 250 ha dari luasan potensial sebesar 992 ha dengan rata-rata produktivitas 7 ton/ha.  Oleh karenanya peluang untuk meningkatkan produktifitas bawang putih masih terbuka luas sekiranya tersedia benih unggul dan inovasi baru dalam memperbaiki teknologi budidaya, hal ini tentu merupakan tantangan bagi pemerintah dan petani sebagai pelaku langsung produksi bawang putih. Pada acara kunjungan kerjabersama 3 Menteri tersebut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman telah menyerahkan bantuan Kementerian Pertanian kepada perwakilan kelompoktani setempat berupa  : cultivator 20 unit, traktor besar roda 4 sebanyak 2 unit, traktor roda 2 sebanyak 10 unit dan pompa air sebanyak 10 unit.

Pemerintah juga menyadari, pembangunan pertanian khususnya di Sembalun tidak terlepas dari tersedianya fasilitas sarana dan prasarana serta kemudahan akses permodalan dari pemerintah.  Oleh karenanya beberapa program dari Menteri BUMN antara lain penyiapan modal secara swadaya dengan meluncurkan berbagai program diantaranya adalah (1) Pembagian Kartu Tani untuk penyaluran KUR dengan target 509 penerima; (2) Akuisisi Agen 46 sebanyak 9 Agen 46 untuk mempermudah akses pelayanan perbankan di Desa; (3) penyaluran berbagai bantuan pembangunan sarana dan prasarana fisik serta bantuan alat pertanian dari  dana  CSR berbagai BUMN  (BNI 46, MANDIRI, BRI dan Jakrindo).

Dalam kesempatan ini juga dilakukan  MOU antara BUMDes dan Perum BULOG untuk memudahkan petani dalam menjual hasil produksinya.  Kebutuhan sarana produksi untuk petani (pupuk, dll)  akan difasilitasi dengan harga subsidi oleh berbagai BUMN  terkait yang perencanaan kebutuhan dan penebusannya akan dilakukan melalui BUMDes. (Muji Rahayu)

Web Analytics