Berita

Bimbingan Teknologi Pembuatan Pestisida Nabati Bersama Tim Penggerak PKK Provinsi NTB

Pin It

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada stakeholder BPTP Balitbangtan NTB terus berupaya memberikan pelayanan baik berupa pendampingan teknologi maupun  kerjasama. Salah satu kerjasama yang telah terjalin dengan baik   adalah dengan Tim Pengerak (TP) PKK Provinsi NTB

Kerjasama yang dilaksanakan  adalah memberikan bimbingan teknologi berupa pelatihan cara pembuatan pestisida nabati yang berlangsung  pada hari kamis (18/05/2017) di Mataram.  Pelatihan diikuti oleh TP PKK Kabupaten/Kota se-NTB bertujuan  meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota TP PKK dalam pengelolaan dan pemanfaatan pekarangan.

.Acara pembukaan dilaksanakan  di Aula TP PKK Provinsi NTB dan acara praktik  dilaksanakan di area kebun salah satu anggota kader PKKdi kecamatan Ampenan.. Dalam kesempatan tersebut  Wakil Ketua I TP PKK Provinsi NTB, Hj. Syamsiah Muh. Amin menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini, karena pelatihan pembuatan pestisida nabati maupun pupuk organik diperlukan oleh anggota PKK guna mendukung pola konsumsi makanan yang sehat melalui aplikasi pestisida nabati atau pupuk organik pada tanaman yang ada di sekitar pekarangan rumah.   Hj. Syamsiah mengharapkan seluruh peserta pelatihan yang hadir dapat mengaplikasikan materi pelatihan dan melanjutkan informasi hasil pelatihan kepada anggota PKK lain di daerahnya masing-masing.

Pada kesempatan tersebut peneliti BPTP Balitbangtan NTB juga menjelaskan mengenai organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tanaman, khususnya tanaman cabai yang saat ini sedang banyak  ditanam dan dibudidayakan oleh kader PKK Provinsi NTB, dimana  sumber bibitnya merupakan bantuan BPTP Balitbangtan NTB melalui program Gerakan Tancab Gas (Gerakan Tanam Cabai Terintegrasi Unggas). Menurut narasumber pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman, hewan, atau bahan organik lainnya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama pada tanaman. Pestisida nabati dapat dibuat dari bahan-bahan yang ada di sekitar kita yang berasal dari daun sirsak, daun pepaya, dan daun nimba,. Selain bahannya murah dan mudah diperoleh, proses pembuatan pestisida nabati juga relatif mudah. Proses pembuatannya meliputi penghancuran bahan organik (dicacah/ditumbuk/diparut/diblender), perendaman dalam air selama 12-24 jam, penambahan deterjen atau bahan pengemulsi lainnya, dan pengenceran larutan. Sebagai contoh, pestisida nabati daun nimba komposisisnya terdiri dari 50 gram daun nimba, 1 gram deterjen, dan 1 liter air. Proses pembuatannya diawali dengan menggiling daun nimba (ditumbuk/diblender), kemudian bahan yang telah halus direndam di dalam air selama 12-24 jam, lalu diaduk. Setelah itu, larutan disaring dengan kain halus atau saringan biasa, kemudian ditambahkan deterjen. Sebelum digunakan, larutan pestisida perlu diencerkan terlebih dahulu, yaitu dengan cara menambahkan kembali air sebanyak 5-10 liter. Jenis hama sasaran dari pestisida ini adalah ulat, kumbang, dan kutu daun.

Pelatihan pembuatan pestisida nabati cukup menarik perhatian para peserta. Hal ini dapat dilihat dari keaktifan pada saat sesi diskusi. Beberapa pertanyaan  pesertaantara lain mengenai  lama daya simpan pestisida nabati, kapan dan berapa lama selang waktu penyemprotan, dan apakah pestisida nabati yang dihasilkan dapat diaplikasikan pada  tanaman selain cabai. Berdasarkan pemaparan para narasumber, daya simpan pestisida nabati tidak lama, yaitu sekitar 2-3 hari, kecuali pestisida daun/biji nimba dapat bertahan ± 1 tahun apabila larutan disimpan dalam wadah/botol yang tertutup rapat. Aplikasi penyemprotan sebaiknya dilakukan sore hari dengan selang waktu penyemprotan sekitar 2-3 hari. Pestisida nabati dapat diaplikasikan pada  tanaman selain cabai selama jenis hamanya  sama.

Secara umum, acara pelatihan pembuatan pestisida nabati dapat berjalan dengan lancar. Di akhir pelatihan, beberapa orang peserta menyampaikan harapannya kepada BPTP Balitbangtan NTB supaya dapat terus memberikan informasi terkait pengendalian OPT, khususnya untuk tanaman yang biasa ditanam di pekarangan. (Ai Rosah Aisah)

Web Analytics