Berita

Kunjungan Wartawan NTB dan Bali Pada Program Kerjasama BPTP Balitbangtan NTB Dengan ACIAR Di Kabupaten Lombok Utara

Pin It

Badan Litbang Kementerian Pertanian telah menjalin hubungan kemitraan selama 15 tahun dengan pemerintah  Australia melalui lembaga Autralia Center For Internasional Agricultur Resarch (ACIAR) untuk melakukan penelitian dan pendampingan di bidang pertanian dan peternakan. Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat ACIAR bersama BPTP Balitbangtan NTB sebagai Unit Pelayanan Teknis Badan Litbangtan Kementerian Pertanian telah berhasil melaksakan pendampingan, khususnya pembinaan kelompok Tani Ternak Sapi potong di Kabupaten Lombok Utara.

Dari hubungan yang sangat baik tersebut ACIAR mengundang 5 orang perwakilan wartawan Provinsi NTB dan Provinsi Bali untuk melihat secara langsung hasil Kerjasama anatara ACIAR dengan BPTP Balitbangtan NTB di Kelompok Tani Ternak  Ngiring Datu Desa Segara Katon Kecamatan Genggelang Kabupaten Lombok utara Pada Kamis (4/5/2017). Turut hadir dalam acara kunjungan peneliti BPTP Balitbangtan NTB dan semua anggota Kelompok Tani Ternak Ngiring Datu.

Dalam kesempatan yang sama Peneiliti BPTP Balitbangtan NTB Dr.. Tanda Panjaitan menyampaikan bahwa BPTP Balitbantan  NTB telah bekerjasama dengan ACIAR untuk melakukan pendampingan kepada peternak sapi di Kabupaten Lombok Utara, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak  tentang manajemen pemeliharaan sapi, meningkatkan produktivitas dan pendapatan peternak.

Labih lanjut Tanda Panjaitan menyebutkan bahwa langkah pertama yang dilakukan adalah memotivasi peternak agar membentuk  kelompok ternak sehingga pemeliharaan sapi dilakukan secara bersama  anggota kelompok  dalam satu lahan, memberikan pengetahuan tentang cara pembiakan dan penggemukan sapi serta teknologi pemberian pakan. Pendampingan teknologi BPTP Balitbangtan NTB di Kelompok Ngiring Datu telah dimulai sejak tahun 2010 sampai dengan  tahun 2016.

Selanjutnya Sekretaris Kelompok Tani Ngiring Datu Murdah menjelaskan bahwa program yang berhasil dilakukan adalah satu induk sapi menghasilkan satu anak (pedet) dalam satu tahun (3S), dimana satu pejantan melakukan perkawinan dengan 50 - 80 induk sapi dalam satu kali masa kawin.  Sapi melakukan perkawinan mulai Bulan Juni sampai Desember, dan melahirkan pedet pada Bulan April sampai Desember. “Rata-rata panen  pedet dalam satu tahun sekitar 50 ekor”, demikan Murdah menyebutkan.

Murdah juga menyampaikan bahwa teknologi pakan untuk sapi bunting yaitu campuran pakan jerami dan daun legume (lamtoro, gamal, turi dan kelor) sedangkan untuk pakan sapi penggemukan menggunakan campuran rumput dan legume.

Pada akhir acara para wartawan diberikan kesempatan untuk melihat semua sapi di kandang kelompok dan berdiskusi langsung dengan semua peternak anggota kelompok Ngiring Datu. (MF Matenggomena).

Web Analytics