Berita

Rapat Anggota Tahunan (RAT) KPRI Cipta Warga Sejahtera BPTP Balitbangtan NTB

Pin It

Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi RI Cipta Warga Sejahtera (CWS) BPTP Balitbangtan NTB merupakan agenda rutin, sesuai ketentuan anggaran dasar KPRI CWS. Tujuan RAT adalah untuk membahas dan mengesahkan laporan pertanggung jawaban pengurus kepada anggota koperasi tentang hasil pelaksanaan kerja tahun  sebelumnya.

Untuk melaksanakan agenda rutin pada tahun 2017 maka KPRI CWS telah melaksanakan RAT pada Kamis (30/03/2017) di ruang sidang BPTP Balitbangtan NTB. Acara dihadiri oleh Kepala BPTP Balitbangtan NTB, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Lombok Barat, Ketua PKPRI Kabupaten Lombok Barat, pengurus KPRI CWS, dan semua anggota KPRI CWS.

Kepala BPTP Balitbangtan NTB Dr. Ir. M. Saleh Mokhtar, MP dalam arahannya menegaskan bahwa  rencana kerja koperasi CWS BPTP Balitbangtan NTB harus berorintasi bisnis dengan membuat beberapa bidang usaha yang dapat memberikan keuntungan tambahan bagi anggotanya. Sehingga KPRI CWS tidak hanya mengerjakan rutinitas simpan pinjam.

Menurut Saleh Mokhtar aset koperasi CWS BPTP Balitbangtan NTB sudah mencapai 2 Milyar dari usaha simpanan sukarela dan pinjaman dari anggota. “Diharapkan bagi anggota yang melakukan pinjaman untuk membayar tepat pada waktunya”demikian Saleh Mokhtar menegaskan.

Selanjutnya Ketua Pusat Koperasi Rebublik Indonesia (PKPRI) Kabupaten Lombok Barat H Nurmain menyampaikan bahwa  sisa hasil usaha yang akan dibagikan kepada anggota akan meningkat jika pengurus koperasi mampu meningkatkan volume usahanya. Ketua KPRI juga mengapresiasi atas terselenggaranya rapat tahunan KPRI CWS BPTP Balitbangtan NTB tahun 2017 untuk mendengarkan laporan pertanggung jawaban kinerja pengurus tahun 2016 dan partispasi dari anggota dalam memberikan masukan.  Ketua PKPRI  mengharapkan RAT dapat dilaksanakan pada awal tahun yaitu bulan Januari atau Februari.

Dalam Kesempatan yang sama Kepala Dinas Koperasi Lombok Barat H. Mahyudi menyebutkan bahwa yang boleh melakukan usaha jasa keuangan hanya dua lembaga keuangan yaitu perbankkan dan koperasi. Untuk lembaga koperasi di NTB disarankan pengelolaannya berbenuk syariah dengan sistem bagi hasil.

Lebih lanjut H. Mahyudin mengungkapkan bahwa Koperasi CWS BPTP Balitbangtan NTB dikategorikan lembaga keuangan yang berkualitas sehingga mendapat grade B. Untuk meningkatkan grade diperlukan manajemen pengelola usaha yang baik serta adanya pola penjaminan selain  gaji.

Ketua KPRI CWS BPTP Balitbangtan Drs Sukiman menyampaikan laporan kinerja tahun 2016 antara lain tekait dengan pelayanan kepada anggota dalam memberikan pinjaman yaitu pelayanan kredit sistem pinjaman sampai dengan 31 Desember 2016 tercatatat Rp 2.946.165.000 sedangkan penarikan kredit simpan pinjam Rp 2.987.243.750.  Penyaluran kredit barang sebesar Rp 299.672.500 dan penarikan kredit barang sebesar Rp 346.456.275, adapun pembagian sisa hasil usaha tahun 2016 untuk anggota sebesar 182.100.060.

Untuk menyusun anggaran pendapatan dan belanja koperasi KPRI CWS BPTP Balitbangtan NTB tahun 2017,  para anggota berpartisipasi dengan memberikan saran dan masukan sebagai pertimbangan bagi para pengurus dalam melaksanakan kegiatannya tahun 2017. (MF. Matenggomena)

Web Analytics