Berita

Temu Lapang Dan Panen Jagung Hibrida Varietas Bima 20 Uri & Nasa 29 Tongkol Ganda Di Kawasan TTP Sumbawa Barat

Pin It

Temu Lapang dan Panen Jagung Hibrida Varietas Bima 20 URI dan Nasa 29 Tongkol Ganda telah dilaksanakan di Desa Senayan, Kecamatan Poto Tano, Sumbawa Barat (23/3/2017). Acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan Taman Teknologi Pertanian (TTP) Sumbawa Barat. Taman Teknologi Pertanian (TTP) Sumbawa Barat adalah Taman Teknologi Pertanian yang dibangun oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat  . Pelaksanaan pembangunan TTP Sumbawa Barat  mengacu pada Surat Kepala BalitbangtanNo. 95/Rs.010/F101/2016,Perihal Pembangunan TTP 2016, tanggal 26 Januari 2016 dan Surat Keputusan Bupati Sumbawa Barat No.027/224/ASET/2016, tanggal 1 Juni 2016 tentang Penggunaan Lahan untuk Pembangunan TTP Sumbawa Barat. Pusat TTP Sumbawa Barat (TTP center) berlokasi di Jalan Lintas Poto Tano-Bima, Desa Kokarlian, Kecamatan PotoTano, Kabupaten Sumbawa Barat dengan luas lahan 10,475 Ha milik Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dengan kawasan pembinaan meliputi seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.

TTP Sumbawa Barat, saat ini telah memasuki tahun kedua dan banyak kemajuan yang telah dicapai. Selain pembangunan prasarana dan sarana fisik di TTP Center juga telah dilaksanakan kegiatan diseminasi inovasi teknologi pertanian unggulan di Kawasan TTP Sumbawa Barat, salah satu diantaranya adalah memproduksi dan memperkenalkan jagung hibrida karya anak bangsa melalui kegiatan Demonstrasi Usahatani/DemfarmTeknologi Budidaya Jagung Hibrida Varietas Bima 20 URI dan Varietas NASA 29 yang tersebar di 6 desa dan 4 Kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat dengan luasan mencapai 255 ha.

Dalam rangka mempercepat penyebarluasan inovasi teknologi tersebut sekaligus mendapatkan umpan balik dari para petani,  penyuluh dan stakeholder lainnya, salah satunya melalui kegiatan Temu Lapang dan Panen Jagung Hibrida Varietas Bima 20 URI dan NASA 29 yang dipusatkan di salah satu lokasi Denfarm di Desa Senayan, Kecamatan Poto Tano, Sumbawa Barat. Acara diawali dengan peninjauan lapangan yang dilanjutkan dengan panen jagung oleh Bupati Sumbawa Barat, Dr. H. W. Musyafirin, MM., bersama Kepala Badan Litbang Pertanian yang diwakili oleh Kepala Balai Besar Biogen, Dr. Ir. Mastur, M.Si., Kepala Balitserealia Maros, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sumbawa Barat, Kepala BPTP NTB, Kapolres Sumbawa Barat disaksikan Assisten I dan II KSB, Kepala OPD provinsi dan kabupaten, perwakilan BI, PT. Pertani, PT Sang Hyang Sri para peneliti, penyuluh dan petani.

Setelah acara panen dilanjutkan dengan Acara Temu Lapang yang dihadiri oleh 370 lebih peserta. Kepala BPTP Balitbangtan NTB, Dr. Ir. M. Saleh Mokhtar, MP.,dalam laporannya menyatakan bahwa TTP Sumbawa Barat dalam usianya baru 15 bulan berjalan telah banyak kemajuan yang dicapai. Selain pembangunan fisik di TTP Center juga telah berhasil mengembangkan jagung hibrida varietas Bima 20 URI dan Nasa 29 dengan luas mencapai 255 ha yang tersebar di 6 Desa dan 4 Kecamatan di wilayah KSB. Hasil pemantauan memperlihatkan bahwa varietas Bima 20 Uri dan Nasa 29 perkembangannya cukup menggembirakan baik dari sisi pertumbuhan maupun produktivitasnya. Keberhasilan tersebut perlu disebarluaskan kepada masyarakat pengguna dan pengambil kebijakan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan temu lapang. Penyelenggaraan Temu Lapang bertujuan untuk:

  1. Mensosialisasikan varietas jagung Hibrida Balitbangtan yang adaptif dan berpotensi besar diadopsi oleh petani di Kabupaten/Kota se-NTB mendukung Program Budidaya Jagung Nasional menggunakan 40% Varietas Unggul Jagung Hibrida Balitbangtan
  2. Menyampaikan kepada petani pengguna teknologi, penyuluh pertanian dan penentu kebijakan tentang hasil  demfarm teknologi budidaya jagung hibrida varietas Bima 20 URI dan NASA 29
  3. Mendapatkan umpan balik (feedback) dari penyuluh dan petani tentang hasil demfarm teknologi jagung hibrida Bima 20 URI dan NASA 29, serta teknologi-teknologi lainnya yang dibutuhkan saat ini dan di masa yang akan datang.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang Pertanian yang diwakili oleh Dr.Mastur dalam arahannya menyampaikan bahwa pembangunan TTP  Sumbawa Barat merupakan implementasi dari program kerja Presiden RI, Joko Widodo, yang tertuang di dalam Nawa Cita, dan untuk Provinsi NTB, pembangunan TTP berlokasi di Kabupaten Sumbawa Barat.

Dalam program pengembangan jagung tahun 2017 ini, Provinsi NTB sebagai salah satu Lumbung Pangan Nasional Jagung di Indonesia mendapat alokasi Kegiatan Pengembangan Jagung seluas 210.000 Ha, 60% (126.000 Ha) Jagung Hibrida Umum dan 40% Jagung Hibrida Hasil Balitbangtan/Nasional (84.000 Ha).

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian beserta seluruh jajarannya baik di tingkat pusat maupun di daerah (BPTP) terus berupaya untuk menghasilkan IPTEK yang tangguh, modern, berdaya saing dan efisien serta dapat diapresiasi dunia usaha guna memperkokoh daya saing dalam sistem ekonomi global guna mendukung program Pemerintah tersebut.

Dukungan Balitbangtan dalam program pengembangan jagung tahun 2017, yaitu: menyediakan benih sumber Jagung Hibrida (Tetua Jantan dan betina) dan Komposit Varietas unggul, inovasi teknologi budidaya, dan pendampingan penerapan inovasi teknologi Budidaya dan pasca panen jagung hingga di tingkat usahatani.

Bupati Sumbawa Barat, Dr. H.W. Musyafirin, MM. Dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada BPTP Balitbangtan NTB dan Badan Litbang Pertanian yang telah membangun TTP di wilayah Sumbawa Barat dan berharap kepada BPTP Balitbangtan NTB supaya terus mendampingi dengan inovasi teknologi pertanian di kawasan TTP. Lebih lanjut Bupati berharap dan menantang semua stakeholder yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat untuk menjadikan Sumbawa Barat sebagai daerah sentra penghasil benih jagung di Indonesia.

Sumbawa Barat memiliki potensi yang cukup besar sebagai pusat perbenihan jagung hibrida unggul. Untuk itu Bupati berjanji akan memberikan perhatian yang besar kepada petani. Pemerintah Daerah akan memfasilitasi petani dalam setiap usahanya dalam mengembangkan jagung dan usaha produktif lainnya. Namun demikian Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak lagi memberikan bantuan alat dan mesin serta sarana produksi pertanian secara gratis. Kebijakan tersebut diambil karena berbagai jenis alat dan mesin yang diberikan selama ini tidak pernah bisa bertahan lama dan banyak alsin bantuan tersebut dipindahtangankan bahkan hingga ke luar daerah. “Kita tidak lagi menggratiskan alat-alat pertanian, kenapa karena kita belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, tegas bupati”.

Mekanisme penyaluran juga dirubah, penyaluran bantuan akan dilakukan menggunakan Kartu Bariri Tani. Dalam sistem ini setiap penerima bantuan terlebih dahulu harus memiliki rekening di bank yang ditunjuk dan memiliki saldo minimal sebesar 10% dari jumlah dana yang dibutuhkan atau nilai bantuan. Petani diwajibkan mencicil bantuan melalui rekening sendiri dan jika jumlah cicilannya sudah mencapai 150%, maka bantuan tersebut menjadi milik petani termasuk tabungan yang ada dalam rekeningnya. Jadi; alat dapat uang dapat tambah Bupati.

Kegiatan yang dihadiri oleh lebih dari 370 orang peserta ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) TTP Sumbawa Barat antara Kepala Badan Litbang Pertanian yang diwakili oleh Kepala Balai Besar Biogen dan Bupati Sumbawa Baratserta ditutup dengan temu wicara yang dipandu oleh Kepala BPTP Balitbangtan NTB. (Baiq Nurul H)

Web Analytics