Berita

Pencanangan Gerakan Tanam Cabai Terintegrasi dengan Unggas di BPTP Balitbangtan NTB

Pin It

Harga cabai yang terus melonjak beberapa bulan tarakhir telah mempengaruhi inflasi secara nasional,  sehingga pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mencanangkan Program Gerakan Nasional Menanam (Gertam) cabai. Menteri Pertanian RI Dr. Andi Amran Sulaiman MP mengajak masyarakat Indonesia menanam cabai di pekarangan rumah masing-masing, dan untuk mensukseskan program tersebut Kementerian Pertanian bekerja sama dengan beberapa organisasi wanita di tingkat pusat, antara lain Tim Penggerak PKK, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), dan Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI).

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan NTB sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian di tingkat daerah telah melakukan berbagai langkah kerjasama yang dimulai pada Bulan Januari  2017 dengan TP PKK NTB, IWAPI NTB, BKOW NTB,  KPPI NTB dan dinas terkait di provinsi NTB, termasuk mendukung Program Tanam Cabe Terintegrasi dengan Unggas (Tancab Gas) di pekarangan yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi NTB. Dalam bekerjasama dengan organisasi wanita tersebut BPTP Balitbangtan NTB mempunyai tugas dan tanggung jawab melakukan pendampingan dan pengawalan penerapan teknologi pertanian spesifik lokasi di lahan pekarangan serta menyiapkan dan mendistribusikan bibit cabai.

Guna percepatan dan pemasalan pelaksanaan Tancab Gas di lahan pekarangan di NTB, maka BPTP Balitbangtan NTB  melaksanakan Pencanangan Gerakan Tanam Cabe Terintegrasi dengan Unggas pada  Selasa (14/3/2017) di Halaman BPTP Balitbangtan NTB. Acara dirangkai dengan penandatangan kerjasama antara Kepala BPTP Balitbangtan bersama ketua TP PKK, BKOW, KPPI, IWAPI dan penyerahan bibit ayam KUB serta penanaman cabai dalam Polybag secara simbolis.

Turut hadir  dalam pencanangan Tancab Gas, Gubernur NTB yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Kepala BPTP NTB, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan  NTB, Kepala Dinas Ketahanan Pangan  NTB, Wakil Ketua dan Pengurus TP PKK NTB, Ketua Umum dan Pengurus BKOW NTB, Ketua IWAPI NTB, Perwakilan KPPI NTB, Ketua Bhayangkari NTB, Perwakilan KWT  di pulau Lombok, beberapa lembaga keagamaan bidang kewanitaan, Penyuluh pertanian Provinsi NTB,  dan seluruh peneliti, penyuluh BPTP Balitbangtan NTB dengan jumlah peserta mencapai 300 orang lebih.

Kepala BPTP Balitbangtan NTB  DR. Ir. M. Saleh Mokhtar MP dalam laporannya menjelaskan bahwa acara pencanganan Tancab Gas di lahan pekarangan merupakan tindak lanjut dari pencanangan Gertam cabe 50 juta pohon oleh Menteri Pertanian pada tanggal 22 November 2016 di Depok. BPTP Balitbangtan NTB mengemban tugas untuk menyiapakan 500 ribu bibit cabai dan dan akan melakukan pendampingan penerapan teknologi spesifik lokasi di pekarangan. BPTP Balitbangtan NTB juga telah melakukan diseminasi Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) yang menjadi kebutuhan kuliner ayam Taliwang  melalui vistor plot di BPTP NTB dan pendampingan kepada kelompok ternak.

Lebih lanjut Saleh Mokhtar  menyebutkan bahwa benih cabai telah terdistribusi sampai 13 Maret 2017 sekitar 41,783 pohon kepada organisasi kewanitaan di NTB. Bagi masyarakat yang membutuhkan benih cabai telah tersedia pada saat ini sekitar  14 ribu pohon di  Screen House Kebun Bibit Induk BPTP Balitbangtan NTB.

Dalam kesempatan yang sama Wakil ketua TP PKK  Hj. Syamsiah M Amin  menyampaikan bahwa TP PKK telah melaksanakan Road Show pada Bulan Februari tahun 2017  di 10 Kabupaten/Kota  se NTB untuk mensosialisasikan gerakan Tancab Gas di pekarangan rumah yang dirangkai dengan penyerahan bibt cabai untuk anggota PKK di Kabupeten/kota. Diharapkan setiap keluarga menanam 20 pohon cabai di pekarangan rumah sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Sekretaris Daerah provinsi NTB, Dr. H. Rosiadi Sayuti yang mewakili Gubernur NTB dalam sambutannya antara lain mengatakan apabila program Gerakan Menanam Cabai Nasional ini berhasil maka inflasi bisa ditekan dan ibu-ibu  rumah tangga tidak tidak terpengaruh dengan harga cabai di pasaran karena sudah tersedia cabai di rumah masing-masing. Disamping itu juga BPTP Balitbangtan NTB telah menyiapkan  bibit cabai yang telah siap didistribusikan kepada masyarakat. “Agar gerakan ini sukses disamping bekerjasama dengan organisasi kewanitaan juga bisa dijadikan lahan bisnis dengan memberdayakan pemuda desa yang  ditugaskan mengontrol pertumbuhan cabe di setiap rumah dan memanennya untuk dapat di jual di pasaran dengan sistem bagi hasil Dengan demikian gerakan ini akan mempunyai nilai tambah”, demikian H.Rosiadi menambahkan.

Acara temu wicara dipandu oleh Kepala BPTP Balitbangtan NTB dengan nara sumber Wakil Ketua TP PKK NTB, Ketua Iwapi NTB, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Kepala Dinas Ketahana Pangan NTB, dan Ketua KPPI NTB.  Setelah acara pencanangan Gertam cabai selesai, kegiatan dilanjutkan dengan temu informasi teknologi pertanian bagi Stakeholder dari dinas terkait, penyuluh pertanian dan petugas pendamping Gerakan Tancab Gas, untuk menyampaikan inovasi teknologi budidaya cabai dengan segala aspeknya dan teknologi budidaya ternak ayam dengan nara sumber peneiliti dan penyuluh BPTP Balitbangtan NTB. (MF. Matenggomena)

Web Analytics