Berita

Rapat Koordinasi Upaya Khusus Swasembada Pangan Padi, Jagung, Kedelai Dan Cetak Sawah Provinsi NTB

Pin It

Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu daerah unggulan dalam pencapaian target program Upaya Khusus (UPSUS) swasembada padi, jagung, dan kedelai (pajale). Salah satu program yang dilakukan dalam pencapaian peningkatan produksi  komoditas pangan ini adalah penambahan luas lahan pertanian, khususnya pencetakan sawah baru.

Guna memantapkan rencana percetakan sawah dalam mendorong perluasan areal tanam ini, digelar rapat koordinasi yang dipimpin oleh Dandrem 162 Wira Bhakti yang dilaksanakan di ruang aula Korem 162 Wira Bhakti NTB  pada Jum’at (27/01/2017). Acara di hadiri  oleh kurang lebih  75 peserta terdiri dari Dandim, Pusdatin, Koordinator UPSUS Wilayah NTB, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Bulog Sub Divre VIII Wilayah NTB, BWS se NTB, BPS se NTB, Perwakilan Universitas Mataram, , Peneliti dan  Penyuluh BPTP Balitbangtan NTB.

Acara Rapat Koordinasi UPSUS ini dibuka secara resmi oleh Komandan Korem 162 Wira Bhakti 162 Provinsi NTBKol. Inv  Farid Ma’ruf yang dalam sambutannya menyatakan bahwa “kita berkumpul dalam acara ini bertujuan untuk mencari solusi terbaik bagaimana pelaksanaan program Upaya Khusus (UPSUS) di tahun 2017. Kita menyadari dalam perjalanannya di tahun 2016 UPSUS banyak sekali mengalami kendala dan hambatan di lapangan terutama  masalah data luas tambah tanam yang sering  tidak sinkron antara data yang diterima dari lapangan ke pusat tabulasi data di provinsi. Oleh karena itukami berharap dengan adanya pertemuan ini apalagi saat ini di hadiri juga oleh kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian (PUSDATIN)  permasalahan data ini dapat teratasi”, demikian disampaikan.

Lebih lanjut  Farid Ma’ruf  menyatakan Tentara Nasional Indonesia (TNI) terlibat di program UPSUS ini tidak selamanya karena hanya untuk mengantarkan ke titik tertentu. Setelah itu menjadi kewenangan dan tanggung jawab dari institusi yang mempunyai peranan di bidang pertanian. Oleh karena itu diharapkan kerjasama semua pihak untuk mensukseskan program UPSUS tersebut.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Perkebunan Prov. NTB Bapak Ir. Husnul Fauzi, M.Si dalam kesempatan yang sama menyampaikan materi Evaluasi Luas Tambah Tanam UPSUS Padi Jagung Kedelai MT 2016/2017. Dalam penyampaiannya Husnul Fauzi menyatakanbahwa program UPSUS yang telah digadang oleh pemerintah saat ini ada beberapa yang telah mencapai keberhasilan dan ada pula yang perlu diperbaiki ataupun ditata kedepannya. Namun untuk luas tanam sawah yang ada di NTB saat ini dibandingkan dengan tahun 2009 telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan dimana di tahun 2009 luas sawah sekitar 229.000 ha meningkat menjadi 266.478 ha di tahun 2016.

Sementara itu Koordinator Tim Supervisi dan PendampinganUPSUS Prov. NTB   Ir. Mastur, Phd selanjutnya menyampaikan materi tentang “Strategi Untuk Peningkatan Luas Tambah Tanam dan SERGAP”.  Disampaikan Mastur bahwa  meningkatnya  Luas Tambah Tanam (LTT) sangat berimbas dengan meningkatnya produksi padi atau beras ini dibuktikan dengan tidak di impornya beras pada periode Desember – Februari dibanding dengan  tahun sebelum  pemerintah selalu mengimpor beras pada peride bulan tersebut, dan juga ditandai dengan adanya surplus beras diperiode Oktober, November, Desember di angka 111.000 ton. Ini merupakan hasil dari kerja keras para petani dan berbagai pihak yang telibat didalamnya termasuk kerja dari TNI.

Yang menarik dari Rakor kali ini adalah dengan hadirnya Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian pertanian yang ikut memberikan materi tentang “Sosialisasi Informasi dan Monitoring Pertanaman Padi dengan menggunakan Aplikasi Berbasis Citra Landsat-8. Program ini merupakan alat bantu berbasis satelit bagi petugas untuk memudahkan melacak pertanaman padi di lapangan. Program ini juga lebih dikenal dengan nama “SIMOTANDI”. Kepala PUSDATIN menghapkan dengan adanya alat bantu ini bisa lebih memudahkan bagi petugas dilapangan untuk mengevaluasi sistim pertanaman padi sehingga dapat diketahui masa bera dan panen dari padi dan juga dapat mengetahui data Luas Tambah Tanam. Lebih jauh lagi PUSDATIN menginginkan dengan alat bantu SIMOTANDI ini data LTT di lapangan dapat secara cepat di ketahui.

Acara Rakor di akhiri dengan diskusi yang menarik antara peserta dengan para narasumber dan dilakukan pula  simulasi untuk SIMOTANDI yang dipandu oleh TIM dari PUSDATIN (Samsul Bahraen)

Web Analytics