Berita

Rapat Koordinasi Asuransi Usaha Tani Padi 2017

Pin It

Pada umumnya, kegiatan usaha di sektor pertanian tanaman pangan memiliki beberapa resiko ketidakpastian dimana salah satunya adalah resiko kegagalan panen. Banyaknya keluhan petani saat mengalami kegagalan dalam usahatani tersebut memaksa mereka terjerat hutang untuk menutupi kerugiannya.

Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bertujuan untuk melindungi kerugian nilai ekonomi usahatani padi akibat gagal panen, sehingga petani memiliki modal kerja untuk pertanaman berikutnya. Kegiatan ini sudah mulai di laksanakan di Indonesia sejak akhir 2015 yang lalu. Acara rapat koordinasi AUTP ini dilaksanakan  di Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, pada hari Senin, (26/01/ 2017) . Rapat koordinasi ini di dipimpin oleh Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan perkebunan Iis isnaini, S.P., M.Si dengan narasumber  Rizky dari Direktorat Jendral Prasarana dan Sarana Kementerian Pertanian (Ditjen PSP), dan Chandra dari Asuransi Jasindo. Adapun peserta yang hadir dalam rapat koordinasi ini antara lain: perwakilan dari BPTP NTB, Dinas Pertanian Kab. Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, dan Kota Bima, serta perwakilan PMT Kab. Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa.

Pada pertemuan ini telah disepakati bahwa sasaran kegiatan fasilitasi pembiayaan pertanian tahun 2017 difokuskan di 8 kabupaten/Kota di Propinsi NTB, yakni: Kota Bima, Dompu, Lombok Barat, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Utara. Pemilihan delapan lokasi ini merujuk pada luas baku tanam padi serta realisasi dan klaim kegiatan AUTP pada tahun 2016 yang lalu.

Provinsi NTB pada tahun 2016 yang lalu telah mendaftarkan sejumlah 17.683 ha lahan sawah dalam AUTP dari target sejumlah 37.000 ha. Rendahnya kesadaran dan minimnya pengetahuan masyarakat tentang asuransi usahatani ini membuat realisasi tidak dapat mencapai angka yang ditargetkan. Pada tahun 2016, total premi yang dibayarkan petani kepada pihak Jasindo sejumlah Rp. 636.613.920,-. Dari jumlah tersebut, klaim yang telah dibayarkan pihak Jasindo adalah sebesar Rp. 1,3 M kepada petani.

Untuk dapat mencapai target di tahun 2017 , maka dalam pertemuan ini telah ditandatangani kesepakatan yang memuat jumlah target dan rencana strategis percepatan realisasi AUTP tahun 2017 oleh perwakilan dari 8 Dinas Pertanian Kabupaten/Kota di Prov. NTB. Diharapkan tahun ini kegiatan AUTP dapat mencapai target yang diharapkan dan membantu modal usahatani bagi petani yang mengalami kegagalan panen

Web Analytics