Berita

Pendampingan BPTP Balitbangtan NTB Di Koperasi Tani Serba Usaha An - Nahl, Dusun Londar Desa Loang Maka Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah

Pin It

Salah satu Tugas dan fungsi (Tusi) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan NTB  adalah mendiseminasikan hasil –hasil pengkajian yang telah dihasilkan kepada stakeholder melaui penyuluhan dan pendampingan teknologi.  Salah satu kegiatan pendampingan telah dilakukan di koperasi Pertanian dan Peternakan “Koprasi Tani Serba Usaha “AN-Nahl” Dusun Londar  Desa Loang  Maka, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah pada Jumat (20/01/2017)   Tujuan dari pendampingan ini adalah  untuk memberikan informasi beberapa hasil kajian di bidang pertanian dan Peternakan yang bisa menjadi peluang usaha bagi anggota kopersi dan Kopersi An-Nahl sendiri.

Pertemuan Pendampingan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Koprasi dan UKM Kabupaten Lombok Tengah, Anggota Dewan Komisi III Kabupaten Lombok Tengah dan Kepala BPTP Balitbangtan NTB yang diwakili oleh Ir. H. Sahram, MM.  Dalam  pendampinag ini disampaikan  beberapa hasil inovasi teknologi BPTP Balitbangtan NTB  yang bisa diusahakan oleh kopersi An-nahl  diantaranya  usaha Peternak Ayam Kampung Unggul Badan Litbang Pertanian ( KUB ) dan  usaha perbenihan tanaman pangan .Diharapkan  pendamping ini dapat memperluas wawasan dan pengetahuan dan meningkatkan kwalitas hasil usaha, mengubah sikap serta meningkatkan keterampilan serta kesadaran akan pentingnya usaha Agribisnis serta dapat memotivasi dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahtraan bagi anggota Koperasi dan pengurusnya.

Dalam Kesempatan yang sama Kapala Dinas Koperasi dan UKM kabupaten Lombok Tengah  Datur Masi   mengungkapkan Konsep dasar Koperasi serta pembentukan legalitas  dan keberlangsungan Usaha Koperasi ini  jika ingin menjadi berhasil ada 5 hal diantaranya :

1.  Anggota harus melunasi  simpanan pokok dan simpanan Wajibnya (lebih utama).

2.  Melihat peluang dan potensi yang ada .

3.  Modal usaha harus dapat tumbuh dari anggota.

4.  Kekompakan anggota

5.  Mengakses informasi pasar.

Disampaikan juga oleh Datur Masi bahwa landasan koperasi adalah “Pancasila dalam pempembentukan koperasi yang utama adalah  pengetahuan  Perkembangan perekonomian nasional yang dihadapi dunia usaha termasuk koperasi dan usaha kecil menengah saat ini sangat cepat dan dinamis. Koperasi merupakan salah satu bentuk badan usaha yang sesuai dengan keperibadian Bangsa Indonesia yang pantas ditumbuh kembangkan seagai badan usaha penting dan bukan sebagai alternatif terakhir.

Selanjutnya Anggota Dewan dari Komisi III kabupaten Lombok Tangah  Muslihin    menyampaikan  pengalaman dalam berusaha,  “jika  ingin usaha kita berhasil maka yang sangat penting adalah Pokus dalam usahanya dan jangan banyak mengeluh,serta banyak ikhtiar dan doa”, akan tetapi semua ini tak lepas dari bagaimana kita melihat peluang usaha dan peluang pasar. Muslihin dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan pengalaman dalam usaha berternak kambing dan usahatani cabai yang mengguntungkan, dimana keuntungan dari usahatani cabai 3 kali panen sebesar Rp 24.000.000/ha, sedangkan usaha berternak kambing 4 ekor selama 3 bulan pemeliharaan mendapat keuntungan sebesar Rp  8000.000.   (H. Sahram dan Nurul Agustini)

Web Analytics