Berita

Panen Raya Padi “Program Desa Pertanian Organik Padi” Di Kelompok Tani Pade Nambah , Desa Loyok Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur

Pin It

Dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan serta memperhatikan desa sebagai lumbung pangan guna mencukupi kebutuhan pangan telah diselenggarakan Panen Raya Program Desa Pertanian Organik Padi pada hari Rabu (18/01/2017). Acara panen raya ini  dilaksanakan di Kelompok tani Pade Nambah Desa Loyok Kec. Sikur,Kab.Lombok Timur bekerjasama dengan Dinas Pertanian  Kab. Lombok Timur dan Unit Pelaksana Tekhnis dan Penyuluhan Kecamatan Sikur. Panen Raya ini dihadiri oleh Camat Sikur, Koramil, BPS  ( KSK ) Kecamatan dan Kordinator Penyuluh Kabupaten Lombok Timur serta Penyuluh se-Kecamatan Sikur dan kepala BPTP.

Dalam menyukseskan kegiatan penanaman padi organik BPTP Balitbangtan NTB berperan dalam pendampingan tekhnologi.  Paket teknologi yang di terapkan petani kooperator merupakan hasil kajian yang telah dilaksanakan oleh  Balitbangtan Kementerian Pertanian.  Dalam arahan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur Ir. M. Zaini  menegaskan bahwa masalah di tingkat  petani adalah masih di hadapkan dalam 3P ( Permodalan, Penyuluhan dan Pemasaran ). Untuk mengatasi permodalan petani  maka dilaksananaka program KUR dari BRI dan BPD, hal ini dapat membantu petani untuk mendapatkan modal. Untuk bimbingan penyuluhan di setiap desa akan didampingi oleh penyuluh pertanian. Guna melindungi produsen dan konsumen pemerintah menetapkan harga acuan, yaitu celling price dan floor price tujuh komoditas pangan yaitu : padi / beras ,jagung,kedelai,cabai,bawang merah ,gula dan daging sapi.

Lebih lanjut disampaikan M. Zaini bahwa pemerintah diharapkan hadir di tengah petani pada saat panen raya sehingga gejolak harga yang terjadi di petani dapat segra teratasi, guna memberikan jaminan pasar dan kepastian harga terhadap produksi pertanian. .

Dalam arahannya   M. Zaini juga menyampaikan bahwa Produksi padi organik tahap pertama sebesar 7 kg ubinan jika di konversi maka propitasnya sebesar 4,37 ton/Ha dengan kadar air 20 %, dengan menggunakan varitas Ciliwung, dan rekomendasi pemupukannya UREA 100 kg,pupuk hayati 10 kg, POC  4 ltr, dan pupuk Kompos 5 ton/Ha.

Dalam sambutannya Kepala BPTP NTB yang diwakilikan oleh Ir. H. Sahram,MM  menyampaikan agar menggunakan Varietas Unggul Baru (VUB) INPARI 32 yang produktifitasnya bisa mencapai 8,2 ton /ha. Lebih lanjut disampaikan H. Sahram bahwa dalam rangka melakukan pertanian organik ini sebelumnya harus melakukan uji Tanah  hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kebutuhan pupuk organik atau kompos yang harus diberikan dan seberapa besar unsur hara yang dibutuhkan tanaman padi yangdi tanam dilahan tersebut. Untuk diketahui bahwa pada saat ini petani memberikan pupuk kompos sebanyak 5 ton per Ha, untuk tahapan penanaman selanjutnya akan dilakukan uji tanah dan penyedian pupuk kompos sesuai kebutuhan,

Agar sesuai dengan Nawacita maka Kabupaten Lombok Timur  mulai merintis  program “Desa Pertanian Organik  Padi” di Desa Loyok Kecamatan Sikur dan Desa pringgasela Kecamatan Pringgasela. Dan di sampaikan pula bahwa dalam rangka mensuksekan program tersebut maka penyuluh pertanian dituntut untuk bekerja profesional dalam meningkatkan produksi. Dan  diharapkan kelompok tani Pade Nambah ini menjadi contoh di Kabupaten Lombok Timur.  (H. Sahram dan Nurul Agustini)

Web Analytics