Berita

Workhsop Sistem Informasi KATAM Terpadu Di Kabupaten Lombok Timur

Pin It

Adanya perubahan iklim membuat petani kesulitan menentukan pelaksanaan awal tanam  yang tepat. Pemerintah melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah mengeluarkan Kalender Tanam (KATAM) dan terus dimodifikasi dalam rangka memudahkan petani  menentukan hal yang  terkait dengan usaha tani termasuk waktu tanam.

Dalam rangka menyebar luaskan informasi KATAM kepada masyarakat luas, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB sebagai Unit Pelayanan Teknis Badan Litbang Pertanian mengadakan Workshop Sistem Informasi KATAM (SI KATAM) Terpadu MH 2016/2017 versi 2.5. Workshop yang dilaksanakan pada hari Rabu (14/12/2016) di Aula Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur. Acara workshop dibuka secara resmi oleh Kepala BPTP NTB yang diwakili Koordinator Penyuluh pertanian Ir.H. Sahram, MM yang dirangkaikan dengan penyerahan data KATAM kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur. Acara di hadiri sekitar 50 orang peserta yang terdiri dari Kapala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, Kepala UPTD dan penyuluh pertanian se-Kecamatan Lombok Timur.

Peneliti BPTP NTB Lia Hadiawati M.Agr.S menyampaikan materi SI KATAM Terpadu  versi 2.5 yang merupakan hasil modivikasi KATAM terbaru. Menurut Lia  Sistem Informasi KATAM Terpadu merupakan pedoman atau alat bantu yang memberikan informasi tentang prediksi iklim, waktu tanam, bencana, rekomendasi sasaran produksi pertanian, serta sistem pemantauannya, untuk tanaman padi, jagung, kedelai dilahan sawah dan lahan rawa berdasarkan kondisi prediksi iklim dan tipologi lahan hingga level Kecamatan .

Lebih lanjut Lia menjelaskan bahwa hasil modivikasi KATAM terbaru memberikan hasil antara lain ; 1) Update jumlah kecamatan dari 6.982 (511 kabupaten/kota) menjadi 7.042 (514 kabupaten/kota), 2) sudah menggunakan teknik otomatisasi KATAM untuk mempercepat analisis dari informasi prediksi curah hujan yang berpengaruh pada waktu tanam dan potensi luas tanam, 3) analisis prediksi KATAM dilakukan untuk MH 2016/2017 (September III – Maret II) hingga MK 2017 (Maret III – September II), 4) Web SI-KATAM Terpadu menggunakan HTML5 pada alamat http:/katam.litbang.pertanian.go.id.mobile/, yang dapat digunakan untuk mendeteksi  secara otomatis lokasi kecamatan sesuai dengan GPS Device pada multiplatform (Iphone, Android, BB,). “ Prediksi curah hujan harian dapat kita akses melalui sms center 082-123456-400 atau 082 123456-500 dengan format “info hujan (nama kabupaten/kecamatan)”, demikian Lia menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama Penyuluh BPTP NTB Ir. H. Sahram MM menjelaskan materi tentang Pemanfaatan Air Permukaan Untuk Peningkatan Indeks Pertanaman.Disampaikan bahwa Kementerian Pertanian berupaya mengoptimalkan pemanfaatan air dipermukaan tanah dengan menganalisis lahan kering seluas 4 juta ha untuk dapat meningkatkan  IP dari 100 menjadi 200 – 300.

Lebih lanjut Sahram menyebutkan metode penentuan lokasi dan jenis infastruktur pemanfaatan air melalui pendekatan GIS dengan cara penentuan peta dasar antara lain peta penggunaan lahan dan peta sawah, infrasruktur pemanfaatan air permukaan melalui Dam parit, Embung, Long storage, dan sumur dangkal.

Acara workshop dirangkai dengan diskusi dan pengisian lembar informasi oleh peserta sebagai bahan masukan bagi BPTP NTB agar bisa mendapatkan data yang lebih akurat sehingga data yang keluar menjadi benar. (MF. Matenggomena, Nurul Agustini).

Workhsop SI Sistem Informasi KATAM Terpadu VERSI 2.5 Di Kabupaten Lombok Timur

Adanya perubahan iklim membuat petani kesulitan menentukan pelaksanaan awal tanam yang tepat. Pemerintah melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah meluncurkan mengeluarkan Kalender Tanam (KATAM) dan terus dimodifikasi dalam rangka memudahkan petani menentukan hal yang terkait dengan usaha tani termasuk waktu tanam.

Dalam rangka menyebar luaskan informasi KATAM kepada masyarakat luas, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB sebagai Unit Pelayanan Teknis Badan Litbang Pertanian mengadakan Workshop Sistem Informasi KATAM (SI KATAM) Terpadu MH 2016/2017 versi 2.5. Workshop , yang telah dilaksanakan pada hari Rabu (14/12/2016) di Aula Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur. Acara workshop dibuka secara resmi oleh Kepala BPTP NTB yang diwakili Koordinator Penyuluh pertanian Ir.H. Sahram, MM yang dirangkaikan dengan penyerahan data KATAM kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur. pada Rabu (14/15/2016). Acara di hadiri sekitar 50 orang peserta yang terdiri dari Kapala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, Kepala UPTD dan penyuluh pertanian se-Kecamatan Lombok Timur.

Peneliti BPTP NTB Lia Hadiawati M.Agr.Si menyampaikan materi SI KATAM Terpadu versi 2.5 yang merupakan hasil modivikasi KATAM terbaru. Menurut Lia Hadiawati Sistem Informasi KATAM Terpadu yaitu merupakan pedoman atau alat bantu yang memberikan informasi tentang prediksi iklim, waktu tanam, bencana, rekomendasi sasaran produksi pertanian, serta sistem pemantauannya, untuk tanaman padi, jagung, kedelai dilahan sawah dan lahan rawa berdasarkan kondisi prediksi iklim dan tipologi lahan hingga level Kkecamatan .

Lebih lanjut Lia menuturkan menjelaskan bahwa hasil modivikasi KATAM terbaru memberikan hasil antara lain ; 1) Update jumlah kecamatan dari 6.982 (511 kabupaten/kota) menjadi 7.042 (514 kabupaten/kota), 2) sudah menggunakan teknik otomatisasi KATAM untuk mempercepat analisis dari informasi prediksi curah hujan yang berpengaruh pada waktu tanam dan potensi luas tanam, 3) analisis prediksi KATAM dilakukan untuk MH 2016/2017 (September III – Maret II) hingga MK 2017 (Maret III – September II), 4) Web SI-KATAM Terpadu menggunakan HTML5 pada alamat http:/katam.litbang.pertanian.go.id.mobile/, yang dapat digunakan untuk mendeteksi deteksi secara otomatis lokasi kecamatan sesuai dengan GPS Device pada multiplatform (Iphone, Android, BB,). “ Prediksi curah hujan harian dapat kita akses melalui sms center 082-123456-400 atau 082 123456-500 dengan format “info hujan (nama kabupaten/kecamatan)”, demikian Lia menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama pemaparan selanjutnya Penyuluh BPTP NTB Ir. H. Sahram MM menjelaskan materi tentang Pemanfaatan Air Permukaan Untuk Peningkatan Indeks Pertanaman., Disampaikan bahwa Kementerian Pertanian berupaya mengoptimalkan pemanfaatan air dipermukaan tanah dengan menganalisis lahan kering seluas 4 juta ha untuk dapat meningkatkan IP dari 100 menjadi 200 – 300.

Lebih lanjut Sahram menyebutkan metode penentuan lokasi dan jenis infastruktur pemanfaatan air melalui pendekatan GIS dengan cara penentuan peta dasar antara lain peta penggunaan lahan dan peta sawah, infrasruktur pemanfaatan air permukaan melalui Dam parit, Embung, Long storage, dan sumur dangkal.

Acara workshop dirangkai dengan diskusi dan pengisian lembar informasi oleh peserta sebagai bahan masukan bagi BPTP NTB agar bisa mendapatkan data yang lebih akurat sehingga data yang keluar menjadi benar. (MF. Matenggomena, Nurul Agustini).
Web Analytics