Berita

Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan XV Tahun 2016 di NTB

Pin It

Petani sangat berperan penting dalam pembangunan pertanian, kerena keberhasilan program pemerintah khususnya swasembada pangan tergantung sejauh mana petani mengaplikasikan dan melaksankan program tersebut. Untuk mendukung program pemerintah maka Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Pekan Daerah Kontak Tani dan Nelayan (PEDA) ke-XV selama 3 hari (2-4/11/2016).

Pembukaan PEDA XV NTB dilaksanakan pada Rabu (2/11/2016)  di Aula Asrama Haji Provinsi NTB yang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur NTB. Peserta yang hadir sekitar 400 orang orang terdiri dari Muspida NTB, Walikota Mataram, Perwakilan DPRD NTB, Perwakilan SKPD rumpun hijau se-NTB, Kepala dan staf BPTP NTB, Pengurus KTNA se-NTB, Pendamping KTNA dari instansi terkait,  penyuluh pertanian se-NTB dan perwakilan kelompok tani.

Dalam kesempatan yang sama   Ketua KTNA Provinsi NTB Sabri M. Amin  menyampaikan  laporan  bahwa kegiatan PEDA KTNA ke XV merupakan ajang pertemuan para petani dan nelayan se-NTB untuk melakukan konsolidasi penguatan kelembagaan, pengembangan diri, saling tukar menukar informasi, pengembangan jejaring usaha, dan bertemu dengan pemangku kebijakan pertanian, peternakan dan kehutanan dalam mendukung pembangunan pertanian di NTB.

Sabri Amin juga meyebutkan bahwa  pengurus KTNA se-NTB telah melaksanakan rembug dengan hasil antara lain KTNA siap mempertahankan NTB sebagai lumbung pangan nasional, meningkatkan kapasitas lembaga tani sehingga menjadi lembaga ekonomi yang kuat di perdesaan, siap mendukung penyuluh pertanian dalam mencapai swasembada pangan, menyadarkan petani untuk mempertahankan kelestarian alam, dan mendukung slogan ”Apapun Programnya Penyuluhan Kuncinya”.

Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin dalam sambutannya menegaskan bahwa NTB merupakan provinsi yang memberikan kontribusi dalam penyediaan pangan secara nasional, khususnya komoditi padi, jagung, kedelai. cabe, bawang  dan sapi.

Sebagai penyedia  pangan nasional maka Wakil Gubernur mengharapkan adanya upaya peningkatan kualitas hasil pangan di NTB melalui inovasi teknologi sehingga swasembada pangan dapat diwujudkan dan komoditi yang dihasilkan sesuai dengan permintaan pasar.

Lebih lanjut Muhammad Amin menyampaikan bahwa pertemuan ini sebagai langkah untuk membangun pertanian yang berkelanjutan karena 27% Produk Domestik Regional Bruto di NTB adalah dari komoditi pertanian. Oleh karena itu pemerintah berusaha membuat program dan regulasi yang dapat menguntungkan petani.

Acara diakhiri dengan kegiatan temu wicara yang dipandu oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi NTB, dimana peserta  banyak mengajukan pertanyaan tentang ketersediaan bibit unggas yang terbatas, kualitas gabah, harga kedelai yang kurang stabil,  dan strategi mengatasai kurangnya sumberdaya manusia yang terampil dalam pengelolaan hasil alam.  (MF Matenggomena dan Nurul Agustini).

Web Analytics