Berita

FGD Pilot Project Kawasan Sapi Nasional Tahun 2017 di Kabupaten Lombok Timur

Pin It

Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu daerah sentra peternakan sapi nasional dipilih menjadi salah satu daerah untuk Pilot Project Pengembangan Kawasan Sapi nasional tahun 2017. Untuk Provinsi NTB salah satunya adalah di Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan pengembangan kawasan berbasis peternakan tersebut sudah diinisiasi sejak tahun 2012 dan sampai dengan tahun 2016 terdapat 152 kawasan pengembangan peternakan di Kab/Kota di Indonesia. Karena sejak mulai dilaksanakan belum ada hasil yang terlalu signifikan, maka pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian memandang perlu adanya lokasi percontohan untuk kawasan berbasis peternakan.

Sebagai langkah awal pembangunan kawasan peternakan terseut, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Timur melaksanakan kegiatan FGD di aula Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Timur pada hari Kamis (20/10/2016). ,  FGD tersebut dihadiri oleh 40 orang peserta yang berasal dari Biro Program dan Perencanaan Kementerian Pertanian, Dirjen PKH, BPTP NTB, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. NTB yang diwakili oleh Kepala bagian Produksi dan Budidaya, SKPD terkait Kabupaten Lombok Timur dan Anggota Kelompok Tani.   FGDtersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin yang sekaligus membuka secara resmi acara FGD..

Dalam sambutannya Wakil Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyampaikan bahwa populasi sapi di Kabupaten Lombok Timur pada setiap tahunnya mengalami peningkatan. Sampai dengan tahun 2016 jumlah populasi sapi di Kabupaten ini tercatat sebanyak 123.200 ekor atau meningkat sekitar 9,38% dari tahun sebelumnya. Kecamatan Wanasaba merupakan salah satu sentra populasi sapi di Lombok Timur dimana terdapat tujuh kelompok ternak yang bergabung menjadi satu kelompok dengan jumlah peternak lebih dari 250 orang dan jumlah ternak sapi  lebih dari 1300 ekor

Sementara itu, Kepala Bagian Program dan Kegiatan Pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Dedik Joko Prihantono, S.Pt, MAP menyatakan bahwa pengembangan kawasan peternakan untuk dijadikan Pilot Project difokuskan pada tiga daerah yaitu Kabupaten Lombok Timur Provinsi NTB mewakili daerah dengan sistem peternakan kandang kolektif dan Kabupaten Kupang dan Sumba Provinsi NTT mewakili daerah dengan peternakan sistem penggembalaan.  Salah satu alasan dipilihnya Kabupaten Lombok Timur sebagai Pilot Project Kawasan Sapi tahun 2017 adalah karena Kabupaten Lombok Timur memiliki beberapa keunggulan komparatif antara lain budaya beternak masyarakat setempat, tingkat pertumbuhan populasi yang tinggi yaitu sebesar 9% tiap tahunnya serta merupakan daerah yang bebas penyakit hewan menular strategis seperti Antraks dan SE. . Lebih lanjut disampaikan Dedik bahwa tuntutan peternakan kedepannya adalah untuk menurunkan biaya produksi yang sekecil-kecilnya. Karena itu, terkait dengan kegiatan pilot project tersebut, pemerintah daerah diharapkan agar secepatnya menyusun master plan Kawasan peternakan serta lahan untuk pengembangan peternakan untuk bisa ditetapkan dengan Peraturan Daerah (PERDA). (Hijriyah)

Web Analytics