Berita

Kunjungan Kerja Menteri Pertanian di NTB

Pin It

Provinsi NTB menjadi wilayah penting dalam program Upaya Khusus (Upsus)dalam pencapaian swasembada pangan khususnya padi, jagung dan kedelai (Pajale) melalui peningkatan produksi padi dan serapan gabah petani, karena NTB memberikan kontribusi  melalui tambahan luas tanam dan panen  serta menjadi salah satu lumbung beras nasional.

Untuk mengevaluasi  program swasembada pangan di NTB  Menteri  Pertanian  melaksanakan kunjungan kerja di NTB selama 2 hari (19-20/08/2016). Dalam acara kunjungan kerja, Menteri  Pertanian   didamping Wakil Gubernur NTB, Asisten Teritorial  Kepala Staf Angkatan Darat, dan Bupati Lombok Barat telah melakukan panen padi  menggunakan mesin combine Harvester di Desa Keru- Kabupaten Lombok Barat pada hari Jum`at (19/08/2016). Turut hadir dalam acara panen antara lain Kepala Dinas pertanian dan Holtikultura Provinsi NTB, Kepala Dinas Pertanian Lombok Barat, Kapala BPTP NTB, Danrem 162 Wirabhakti, Dandim Lombok Barat, Babinsa desa Keru, Kapolsek Lombok Barat, Koordinator Upsus NTB, Direktur Bulog, Derektur PT Sang Hyang Seri,  Staf  Khusus Kementerian Pertanian, Penyuluh Provinsi NTB, peneliti Litbang Pertanian, dan perwakilan masyarakat tani Lombok Barat.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dalam  sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Menteri Pertanian yang berkunjung ke Lombok Barat sehingga membuat masyarakat tani di Lombok  Barat termotivasi untuk lebih meningkatkan hasil pertaniannya.” Pada tahun 2016  kabupaten Lombok Barat memiliki lahan pertanian  sekitar 17 ribu hektar dengan  produksi padi mengalami surplus sekitar 27 ribu ton”demikian Fauzan melaporkan.

Sementara itu Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin mengungkapkan bahwa capaian produksi padi di NTB terus meningkat setiap tahun sekitar 14, 21%. Untuk sasaran produksi padi pada tahun 2016 sebesar 2.408.270 ton GKG, luas tanam 481.913 ha, luas panen 462.237 ha, dan produktivitas 52.06 kw/ha.

Menteri Pertanian Dr Andi Amran Sulaiman dalam arahannya menegaskan bahwa kementerian pertanian  telah berusaha untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional dengan hasil yang dicapai antara lain telah mampu menurunkan impor jagung 60%, pertumbuhan ekonomi dibidang pertanian tertinggi di dunia khususnya dalam program ketahanan pangan dan mampu menstabilkan harga jagung melalui pengaturan tata niga yang baik..

Kunjungan Menteri Pertanian dirangkai dengan rapat koordinasi di ruang Sidang Kantor Gubernur NTB yang dihadiri oleh Gubernur NTB, Kepala Dinas Pertanian dan holtikultura Provinsi NTB, Kepala Dinas Pertanian 10 kab/kota di NTB, Bakorluh NTB , Kepala BPTP NTB,  Danrem 162 Wirabhakti, Dandim se-NTB, Koordinator Upsus NTB, Direktur Bulog, Derektur PT Sang Hyang Seri,  Staf  Khusus Kementerian Pertanian, Bakorluh NTB, Kepala stastistik NTB  dan Peneliti Litbang Pertanian.

Gubernur NTB Dr TGH.M. Zainul Majdi dalam laporannya menyebutkan bahwa pada akhir Juli 2016 target luas tanam di NTB 4.25.000 hektar dengan capaian 91,72% yang telah ditanam. Target perluasan lahan tanaman padi sebesar 11.500 hektar dapat dicapai sebesar 10500 hektar, tanaman jagung sebesar 200.000 hektar tercapai194.000 hektar dan tanaman kedelai sebesar 100.000 hektar tercapai hanya 65.000 hektar.

Lebih lanjut Gubernur NTB menegaskan agar target produksi dapat tercapai secara maximal dibutuhkan kerjasama khususnya dengan   perguruan tinggi dan BPTP NTB untuk dapat menghasilkan paket teknologi spsesifik lokasi yang dapat meningkatkan produksi dan produktivitas terutama tanaman kedelai yang masih belum tercapai sekitar 40%.

Menteri Pertanian  dalam rakor menetapkan Provinsi NTB  menjadi lumbung jagung, dan  penandanganan peningkatan  luas tanam menjadi 400 ribu hektar pada tahun 2017. Dalam  pakta integritas kesanggupan luas tambah tanam (LTT) padi untuk bulan Agustus dan September tahun 2016, akan dilaksanakan oleh Kepala Dinas Pertanian 10 Kab/Kota di NTB dan Dandim se-NTB.  (M.F.Matenggomena)

Web Analytics