Berita

Focus Group DiscussION (FGD) Analisis Ekonomi Inovasi Ayam KUB Dan Peluang Pengembangannya Di NTB

Pin It

Ayam Kampung Unggul Badan Litbang pertanian (ayam KUB) merupakan produk unggulan Badan Litbang Pertanian yang telah disebarkan di seluruh wilayah Indonesia, salah satunya berada di Proivisnsi NTB.  Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah Badan Litbang Pertanian bertugas untuk mengkaji dan menyebar luaskan inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi. BPTP NTB telah melakukan pengkajian, desiminasi  dan pendampingan inovasi teknologi ayam KUB  kepada masyarakat NTB.

Untuk mengetahui kelayakan usaha dan peluang pengembangan ayam KUB, Pusat Penelitian dan  Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) Kementerian Pertanian  bekerjasama dengan BPTP NTB melaksanakan  kegiatan Facus Group Discussion (FGD). pada hari Selasa (2/08/2016) di Ruang Sidang BPTP NTB. Acara dihadiri sekitar 45 orang peserta terdiri dari Kepala BPTP NTB, perwakilan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB,  Perguruan Tinggi di NTB, Bakorluh Propvinsi  NTB, Ketua ISPI Cabang  NTB, Ketua Himpuli Cabang NTB, Pelaku Usaha Pembibitan Ayam KUB, Pelaku Usaha Pembesaran Ayam KUB , pelaku usaha penetasan ayam KUB, pelaku pengepul  ayam KUB, pelaku usaha restoran/kuliner ayam KUB, peneliti Puslitnaktan, Balitnaktan, peneliti dan Penyuluh BPTP NTB.

Kepala BPTP NTB  Dr. Ir. M. Saleh Mokhtar, MP dalam sambutannya menjelaskan  melalui kegiatan pendampingan dan  pelayanan diseminasi oleh BPTP NTB inovasi ayam KUB telah berkembang  di masyarakat. Hal ini karena ayam KUB memiliki pasar yang potensial terutama permintaan kuliner ayam taliwang yang merupakan kuliner khas Lombok.

Menurut Saleh Mokhtar, kegiatan FGD bertujuan untuk melihat kelayakan hasil usaha ayam KUB yang telah dikembangkan oleh peternak dan untuk mendapatkan feedback semua informasi yang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk perbaikan penelitian lanjutan dan pengembangannya.

Sementara itu,  peneliti Puslitbangnak Profesor Syamsul Bahri dalam pengantarnya mengungkapkan bahwa ayam KUB telah diintroduksi kepada peternak sejak tahun 2012 sampai sekarang. Untuk itu hasil introduksi tersebut harus dievaluasi bagaimana perkembangan sistem budidaya ayam KUB baik untuk pedaging maupun petelur, termasuk kelayakan ekonominya. Sehingga para peneliti ayam KUB akan terus memperbaiki kualitas ayam KUB ini.

Acara FGD menghadirkaan 3 orang narasumber sebagai pelaku usaha ayam KUB yaitu   Fajarudin sebagai peternak pembibitan,   Heri Feriansyah sebagai peternak pembesaran dan  Sahdi peternak penetasan. Masing-masing narasumber menjelaskan tentang peluang pasar, kendala yang dihadapinya, dan informasi analisis ekonomi usaha ayam KUB.

Berdasarakan  penjelasan narasumber  analisis ekonomi usaha pembibitan ayam KUB menghasilkan Net Benefit Rp 25.119.099,80 dan B/C rasio 1.05 dengan skal usaha 350 ekor indukan , usaha Pembesaran ayam KUB Net Benefit Rp 77.708.458,33 dan B/c ratio 1,36 skala usaha 12.000 ekor, sedangkan usaha penetasan ayam KUB Net Benefit 28.665.000 B/C rasio 0,70 skala usaha  1.575 butir telur/minggu, dari skala usaha  500 ekor indukan.

Dalam acara diskusi para peserta banyak memberikan saran dan masukan kepada narasumber antara lain  penambahan biaya-biaya investasi yang belum masuk dalam hitungan, dan pembentukan kawasan  pada masing- masing  segmen usaha ayam KUB sebagai solusi terhadap permaslahan yang dihadapi peternak.

Untuk mengetahui secara langsung cara pemeliharaan, sistem perkandangan dan mangemen lainnya dalam usaha ayam KUB para peneliti dari Puslitbangnak, BBP2TP dan Balitnak melakukan kunjungan langsung ke peternak pembesaran ayam KUB di Desa Jeringgo, Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat  dan  ke salah satu  pelaku usaha restoran/kuliner ayam Taliwang yang berada di Kelurahan Taliwang Cakranegara.  Turut mendampingi dalam Kunjungan lapang ini  kepala BPTP NTB dan penyuluh BPTP NTB.

Dalam wawancara dengan pelaku usaha pembesaran ayam KUB Bayu Prismandani dan Heri Feriansyah, terungkap bahwa ayam KUB mempunyai peluang usaha yang menjanjikan dan menguntungkan.  Disampaikan pula oleh Heri bahwa keuntungan yang di dapat dari penjualan ayam potong KUB dapat mencapai rata-rata 50 s/d 70[u1] juta per bulan dari sekala usaha 10.000-12.000 ekor

Sedangkan hasil wawancara dengan pengusaha kuliner ayam Taliwang  H. Sofyan  mengungkapkan bahwa ayam KUB sangat baik jika dijadikan untuk ayam Taliwang, namun harga ayam hidup masih relatif mahal diterima dari tanggan pengepul, yaitu Rp.21.000-22.000/ekor, sehingga ayam KUB masih sedikit digunakan untuk ayam Taliwang  kebanyakan menggunakan ayam pejantan atau ayam kampung super.

Wawancara langsung dengan salah satu  peternak ayam KUB “Bayu Prismadani”, Desa Jeringgo,Kec.Gunungsari Kab.Lombok Barat

DOC  di Kandang milik Heri Feriansyah yang siap dibesarkan untuk dijual sebagai ayam KUB potong pada umur panen 35-40 hari. (MF Matenggomena dan Nurul Agustini)

Web Analytics