Berita

Temu Lapang Kajian Rekomendasi Pemupukan Jagung di Kabupaten Lombok Timur

Pin It

Jagung merupakan salah satu komuditas utama yang menjadi prioritas pemerintah dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB berperan penting dalam mendukung kedaulatan pangan dengan melakukan pengkajian dan pelayanan  diseminasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas  jagung kepada petani

Salah satu Kajian dan pengenalan beberapa metode rekomendasi pemupukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi jagung dilaksanakan oleh BPTP NTB melalui kegiatan temu lapang pada Senin (1/08/2016) di Desa Teko Kecamatan Pringgabaya Kabuapten Lombok Timur. Kegiatan tersebut di hadiri  sekitar 100 orang peserta terdiri dari Kepala BPTP NTB, perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Timur, BKP4 Kebupaten Lombok Timur, Kepala UPT Pertanian  Kecamatan Pringgabaya, Danramil Kecamatan Pringgabaya, Kepala Desa Teko, Babinsa, Penyuluh pertanaian Pringgabaya, KTNA Pringgabaya, petani Desa Teko, peneliti dan penyuluh BPTP NTB.

Peneliti BPTP NTB Baiq Triratna Erawati, MSi sebagai penanggung jawab acara temu lapang  menyampaikan bahwa komoditas  jagung yang ditanam dalam kegiatan pengkajian metode rekomendasi pemupukan  yaitu jagung Hibrida Bima 20 Uri yang ditanam pada  (30 /04/ 2016) pada lahan anggota kelompok tani Lekok Asam.

Lebih lanjut Erawati menyebutkan ada lima metode rekomandasi pemupukan yang diuji coba di lahan petani terdiri dari ; 1)  uji  laboratorium menghasilkan rekomendasi pemupukan Urea 300kg/ha + NPK Phonska 300 kg/ha dengan produktivitas 7,2 ton/ha, 2) metode PUTS menghasilkan rekomendasi pemupukan  urea 250 kg/ha+ NPK Phonska 150 kg dengan produktivitas 7,4  ton/ha, 3) metode analisis komputer PUJS menghasilkan rekomendasi pemupukan Urea 276 kg/ha +NPK Phonska 288 kg/ha dengan produktivitas 7,4 ton/ha,  4) metode BWD menghasilkan rekomendasi pemupukan Urea 278 kg/ha+ NPK Phonska 250 kg/ha dengan produktivitas 6,8 ton/ha,  5) metode yang menjadi kebiasaan  petani  yaitu pemupukan urea 500 kg/ha +NPK Phonska 250 kg/ha dengan produktifitas 6,9 ton/ha.

Lebih jauh Erawati  mengharapkan  agar petani  dalam penggunaan pupuk harus disesuaikan dengan  kondisi tanah dan kebutuhan tanaman karena di dalam tanah sudah terkandung unsur makanan tanaman, pemupukan hanya sekedar menambahkan.  “Jika unsur N atau Urea diberikan secara berlebihan maka akan mengurangi produktivitas jagung, oleh karena itu petani dapat menggunakan alternative metode rekomendasi pemupukan yang terbaik dan BPTP akan selalu siap untuk melayani masyarakat” demikian ditegaskan Baiq Erawati.

Selanjutnya Kepala BPTP NTB yang diwakili oleh Ir. M.Sofyan Souri menjelaskan bahwa acara temu lapang bertujuan agar peserta mendapatkan informasi metode rekomendasi pemupukan yang efektif digunakan dalam budidaya jagung. Diharapkan petani dapat mengurangi biaya sarana produksi dengan mengurangi dosis pemupukan.

Sementara Perwakilan dari Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Lombok Timur menyampaikan agar semua teknologi untuk meningkatkan produktivitas komoditas startegis padi, jagung dan kedelai yang perkenalkan oleh BPTP NTB, dan dapat diterapkan oleh petani melalui dukungan Babinsa dan pendampingan oleh  penyuluh pertanian.

Dalam acara diskusi peserta mempertanyakan bagaimana cara pemberian pupuk yang tepat dan cara mempertahankan harga jagung. Semua pertanyaan dijawab oleh nara sumber dengan baik sehingga  peserta merasa puas. (M.F Matenggomena)

Web Analytics