Berita

Rapat Koordinasi Dan Sinkronisasi Data Luas Tambah Tanam (LTT) Padi Kabupaten Lombok Timur

Pin It

Kementerian Pertanian telah melaksanakan program Upaya Khusus (UPSUS) sejak dua tahun terakhir ini sebagai upaya pencapaian swasembada pangan nasional. Dalam rangka mengoptimalkan sistem pelaporan data Luas Tambah Tanam (LTT) pada program Upaya Khusus (UPSUS) padi, jagung dan kedelai telah dilaksanakan rapat koordinasi dan sinkronisasi data Luas Tambah Tanam (LTT) Kabupaten Lombok Timur di Aula Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Timur pada hari Kamis (21/07/16). Rapat dipimpin Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura H. Badaruddin, SP.  Acara tersebut dihadiri sekitar 40 orang peserta dari unsur UPTD Kecamatan, Danramil, BPS dan BP4K Kabupaten Lombok Timur. Hadir pula Penanggung Jawab UPSUS Pusat Dr. Mastur beserta anggota tim dari BPTP NTB dan TNI.

Badarudin melaporkan bahwa sistem pelaporan data LTT padi Kabupaten Lombok Timur belum berjalan sebagaimana yang diharapkan, sehingga rapat koordinasi tersebut sangat penting guna menyamakan persepsi dan memacu semangat para petugas lapangan untuk pendataan dan penyampaian data LTT ke Kabupaten. Menurutnya, data LTT sangat penting sebagai dasar dalam penilaian kinerja Upsus di Kabupaten Lombok Timur. Adapun target LTT Kabupaten Lombok Timur periode Oktober2015-Maret 2016 seluas 63.322 ha dimana hanya tercapai seluas 56.827 ha (89,74%) sehingga sisanya seluas 6.495 ha harus dimasukkan menjadi tambahan target periode April-September (Asep) 2016 seluas 18.144 ha bertambah menjadi 24.639 ha. Sementara itu tambahan target pusat untuk Asep 2016 dengan mempertimbangkan kondisi La-Nina adalah seluas 28.687 ha atau meningkat 16,43%. Dari target Asep tersebut s/d 20 Juli 2016 sudah terealisasi seluas 13.630 ha (55,32%) terhadap target kabupaten atau 47,51% terhadap target pusat. Peluang pencapaian target sangat kecil mengingat luas tanam padi bulan Mei dan Juni hanya seluas 7.146 ha. Selain itu melihat kondisi Lombok Timur dengan pola tanam yang sangat beragam dan menjadi basis pertanaman tembakau dan beberapa komoditas strategis seperti cabai dan bawang merah, maka peluang untuk mencapai target tersebut sangat kecil. Lebih jauh disampaikan, jika seluruh luas tanam padi bulan Mei dan Juni tersebut seluruhnya menanam padi pada Agustus-September 2016, maka diperkirakan LTT Asep 2016 Lombok Timur hanya akan mencapai 20.776 ha (84,32%) terhadap target kabupaten atau 72,42% terhadap target pusat. Perkiraan panen padi 21-31 Juli 2016 di Kabupaten Lombok Timur sekitar 4.448 ha. Data ini sangat penting terutama bagi TNI untuk mengetahui wilayah-wilayah konsentrasi panen sehingga memudahkan dalam pengawalan Serapan Gabah (SERGAP).

Penanggung jawab UPSUS Pusat untuk wilayah NTB Dr. Mastur dalam arahannya antara lain menyampaikan bahwa kedaulatan negara sangat tergantung pada kedaulatan pangan dengan kata lain hidup dan mati suatu negara tergantung dari kedaulatan pangannya. Hajat hidup bangsa Indonesia masih sangat besar terhadap beras, sehingga pemerintah meletakkan beras dalam program strategis nasional dan harus disukseskan. Untuk itu pemerintah memberikan insentif yang besar terhadap usahatani padi berupa subsidi pupuk, bantuan alsin, perbaikan jaringan irigasi, dan lain-lain. “Kita berusaha sekuat tenaga untuk mencegah impor dan mengendalikan harga-harga pangan khususnya beras dengan meningkatkan jumlah stock Bulog, sebab kenaikan harga pangan akan memicu peningkatan inflasi, apalagi NTB tercatat sebagai urutan ke-6 penyangga pangan nasional mengungguli Sumatera Selatan”, demikian disampaikan Mastur. Menurut Mastur, dengan melihat kecenderungan di lapangan, ternyata banyak data yang sudah dikumpulkan oleh petugas lapangan tetapi tidak dilaporkan, sehingga kesannya seolah-olah mereka di lapangan tidak bekerja secara optimal. Oleh karena itu Mastur mengingatkan pentingnya sistem pelaporan data LTT dioptimalkan agar sekecil apapun data yang dihasilkan dilapangan dapat segera dilaporkan/disampaikan sebagai dasar pengambilan keputusan dan sekaligus menunjukkan kinerja teman-teman dapat terukur secara jelas (M.Nazam).

Web Analytics