Berita

Sosialisasi Teknologi Budidaya Padi Salibu di Kabupaten Lombok Tengah

Pin It

Upaya pemerintah untuk mewujudkan swasembada beras 2017 terus dilakukan. Berbagai inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan produksi padi telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), seperti varietas unggul spesifik lokasi, pengelolaan tanaman dan sumberdaya terpadu (PTT), dan lain-lain. Salah satu teknologi yang sedang dikembangkan Balitbangtan saat ini adalah teknologi budidaya padi Salibu. Budidaya padi salibu merupakan varian teknologi budidaya ratun. Ratun (Wor: Sasak) adalah rumpun tanaman padi yang tumbuh kembali setelah panen hingga menghasilkan malai berisi. Teknologi ini mulai berkembang di Sumatera Barat dan mulai dicoba di beberapa daerah seperti Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan, Riau, Aceh, Sumut, Babel, dan NTB.

Di NTB, teknologi budidaya padi salibu sudah  banyak diadopsi petani, salah satunya adalah di wilayah Kecamatan Janapria, Lombok Tengah dan telah terbukti dapat meningkatkan pendapatan petani. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari penerapan budidaya padi salibu adalah: hemat tenaga kerja, waktu, dan biaya, karena tidak dilakukan pengolahan tanah, persemaian dan penanaman ulang, selain itu menekan kebiasaan petani membakar jerami setelah panen.

Dalam upaya memperkenalkan teknologi Salibu Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB  melalui kegiatan Sistem Pertanian Bioindustri Berbasis Kawasan Integrasi Tanaman Ternak menyelenggarakan Workshop Teknologi Budidaya padi Salibu pada hari Kamis (21/07/2016) di  Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat. Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 50 orang peserta terdiri dari Kepala Desa, Penyuluh, peneliti, dan angggota Kelompok Tani Desa Setanggor dan Tanak Rarang.

Penanggung Jawab kegiatan Sistem Pertanian Bioindustri pada BPTP NTB yang diwakili Sabar Untung, SP dalam pengantarnya menjelaskan bahwa teknologi  Salibu merupakan salah satu inovasi budidaya padi yang telah diterapkan oleh petani sejak satu tahun yang lalu di wilayah Kecamatan Janapria, Lombok Tengah. Keberhasilan Salibu di wilayah tersebut perlu disebarluaskan di tempat lain dengan berbagai kondisi yang berbeda, agar teknologi tersebut dapat diketahui tingkat keunggulannya dan sebagai bahan rekomendasi ke tingkat pengguna. Lebih lanjut Sabar Untung mengemukakan bahwa BPTP NTB  sebagai Lembaga Penelitian sangat respon terhadap berbagai kemajuan teknologi baik yang berkembang di masyarakat, baik yang dihasilkan oleh lembaga penelitian pemerintah maupun oleh petani untuk dikaji lebih lanjut dalam upaya meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Sampai saat ini telah banyak teknologi produksi padi yang dihasilkan baik dari institusi pemerintah, seperti PTT, Jajar Legowo, dan Jajar Legowo Super, sementara dari teknologi lokal, seperti Hazton, Jajar Pengantin, dan Salibu, perlu disebarluaskan dan diketahui petani”, demikian untung menegaskan.

Sementara itu, Sahbudin SP PPL Kecamatan Janapria yang dihadirkan sebagai narasumber menjelaskan bahwa teknologi Salibu salah satu inovasi teknologi untuk memacu peningkatan produktivitas dan produksi padi yang telah diterapkan oleh Kelompok Tani Jembe, Desa Saba, Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah. Padi Salibu merupakan tanaman padi yang tumbuh lagi setelah batang sisa panen dipangkas, selanjutnya tunas akan muncul dari buku antara batang dan akar di dalam tanah. Tunas tersebut akan mengeluarkan akar baru, kata Sahbudin. Lebih jauh Sahbudin mengungkapkan  bahwa teknologi Salibu yang dilakukan oleh petani di wilayahnya pada lahan seluas 0,30 ha dengan varietas Paktiwi mendapatkan  hasil padi 1,8 ton gabah kering panen (GKP). Pada lahan yang sama diterapkan teknologi Salibu pada musim berikutnya mengahasilkan padi 2,4 ton GKP dengan penghematan biaya produksi sebesar  Rp 670.000,-

Acara dilanjutkan dengan diskusi, Pertanyaan yang banyak diajukan oleh peserta adalah tata cara pemeliharaan padi Salibu, dan teknik pemupukannya. Pada saat tersebut terungkap banyak petani di Desa Setanggor akan menerapkan Salibu setelah panen padi muism ini meskipun dengan berbagai varietas padi yang ditanam saat ini. Hal ini ditunjang pula oleh kondisi iklim La-Nina yang melanda sebagian wilayah NTB termasuk wilayah Kabupaten Lombok Tengah (MF.Matenggomena, M.Nazam)

Web Analytics