Berita

Rapat Koordinasi Dan Sinkronisasi Data Luas Tambah Tanam (LTT) Padi Kabupaten Lombok Barat

Pin It

Kementerian Pertanian telah melaksanakan program Upaya Khusus (UPSUS) sejak dua tahun terakhir ini sebagai upaya pencapaian swasembada pangan nasional. Dalam rangka mengoptimalkan sistem pelaporan data Luas Tambah Tanam (LTT) pada program Upaya Khusus (UPSUS) padi, jagung dan kedelai, telah dilaksanakan rapat koordinasi dan sinkronisasi data Luas Tambah Tanam (LTT)di Aula Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu  (20/07/16) yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Lombok Barat Ir. H. Khairul Bahtiar, MM dan  dihadiri sekitar 40 orang peserta dari unsur KCD, Kepala BKP3, Danramil, BPS, BP4K dan Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Lombok Barat. Hadir pula pada kesempatan tersebut Penanggung Jawab UPSUS Pusat dari Kementerian Pertanian, Dr. Mastur bersama anggota tim dari BPTP NTB dan TNI

Pada kesempatan tersebut Khairul Bahtiar menyampaikan bahwa data LTT padi Kabupaten Lombok Barat sejak awal bulan Juni 2016 sampai saat ini belum tercatat dengan baik. Kondisi ini menyulitkan bagi SKPD dalam pengambilan kebijakan guna percepatan tanam padi periode April-September 2016. Menurut Bahtiar, rapat koordinasi yang saat ini dihadiri langsung oleh Penanggung Jawab UPSUS Pusat dan Tim Provinsi serta TNI sangat strategis dalam rangka membangkitkan semangat bersama untuk meningkatkan kinerja Upsus di Kabupaten Lombok Barat. Diharapkan kepada para petugas lapangan supaya bekerja maksimal dalam mensukseskan program UPSUS dengan lebih memahami kondisi wilayah masing-masing secara lebih baik. Hal ini disampaikan Bahtiar karena hasil monitoring ke beberapa wilayah memperlihatkan bahwa antara data yang dilaporkan dengan kenyataan di lapangan sangat berbeda. Sebagai contoh dibeberapa wilayah faktanya banyak masyarakat yang tanam, tetapi dilaporkan nol. Hal ini tidak boleh terjadi lagi, demikian ditekankan Bahtiar.

Sementara itu, Kasdim 1606 Lombok Barat A. Haris pada kesempatan tersebut mempertegas tupoksi TNI terkait program UPSUS adalah percepatan tanam, pengamanan distribusi pupuk serta percepatan serapan gabah oleh Bulog. Sedangkan tugas teknis terkait penyuluhan teknologi pertanian, pengairan dan lain-lain merupakan tupoksi dari Dinas/Instansi terkait dan Penyuluh. Lebih lanjut dikatakan bahwa tugas UPSUS merupakan bagian dari kemanunggalan TNI dan rakyat.

Selanjutnya, Penangung jawab UPSUS Pusat untuk wilayah NTB Dr. Mastur dalam arahannya mengingatkan kembali pentingnya swasembada/kedaulatan pangan khususnya beras. Menurutnya, titik tolak kedaulatan negara adalah kedaulatan pangan. Tidak ada negara besar yang pangannya tidak kuat, tegasnya. Oleh karena itu, untuk mencapai kedaulatan pangan tersebut semua pihak harus bekerja maksimal sesuai tupoksinya masing-masing. Lebih lanjut Dr. Mastur menyampaikan tambahan target tanam periode April-September (Asep) untuk NTB, mengingat sebagian wilayah NTB saat ini termasuk Lombok Barat merupakan wilayah yang mengalami iklim La-Nina. Oleh karena itu wajar pemerintah pusat menambah target tanam. Tambahan tersebut jangan diartikan sebagai pemaksaan kehendak, melainkan harus diterima sebagai do’a dan harapan bersama untuk dicapai, ungkapnya. Target tanam NTB periode Asep meningkat dari 123.570 ha menjadi 155.112 ha, sedangkan target tanam Lombok Barat periode Asep meningkat dari 11.861 ha menjadi 15.886 ha.

Sementara itu, realisasi LTT periode Asep 2016 s/d 19 Juli di Kabupaten Lombok Barat telah mencapai 11.259 ha (94,92%) terhadap target lama, sedangkan terhadap target baru mencapai 70,87%. Berdasarkan perhitungan LTT padi bulan April dan Mei, peluang pencapaian target baru akan tercapai jika seluruh LTT padi bulan April dan Mei yang akan panen bulan Agustus menanam padi kembali pada Agustus-September 2016. Data perkiraan panen 20-31 Juli 2016 di Kabupaten Lombok Barat tercatat sekitar 2.893 ha. Data ini sangat penting bagi TNI dalam rangka mengarahkan dan pengawalan sergap. Dr. Mastur pada akhir arahannya menyatakan bahwa dengan melihat data LTT s/d hari ini (20/07/16) ternyata banyak data yang sudah dikumpulkan petugas di lapangan tetapi tidak dilaporkan, sehingga kesannya seolah-olah petugas di lapangan tidak bekerja secara optimal. Oleh karena itu diingatkan agar sekecil apapun data yang dihasilkan dilapangan dapat segera dilaporkan/disampaikan sebagai dasar pengambilan keputusan dan sekaligus memperlihatkan kinerja teman-teman dapat terukur secara jelas. (M.Nazam).

Web Analytics