Berita

Kunjungan Staf Ahli Kementerian Pertanian di Kebun Percobaan (KP) Sandubaya BPTP NTB

Pin It

Kementerian Pertanian melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB sangat intensif dalam melakukan pendampingan kepada petani di lahan kering atau tadah hujan  untuk meningkatkan  poduktivitas pertanian khususnya tanaman pangan  jagung, bawang merah dan kedelai.

Salah satu usaha yang dapat dilaksanakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di lahan kering yaitu dengan pemanfaatan air tanah dalam dengan menggunakan sumur bor. Terkait dengan hal tersebut, tim BPTP NTB mendampingin tim staf Ahli Kementerian Pertanian yang melakukan kunjungan kerja di Visitor Plot Kebun Percobaan Sandubaya BPTP NTB dan Desa Perigi Kecamatan Pringggabaya Kabupaten Lombok Timur pada Selasa (28/06/2016) .

Rombongan diterima oleh  kepala KP Sandubaya, Suparjan, penanggung jawab KP beserta staf dan dan perwakilan petani pengguna air dari sumur bor untuk usaha tani.

Menurut penanggung jawab KP Sandubaya Yahmin, masyarakat di sekitar KP Sandubaya telah memanfaatkan air tanah melalui sumur bor air dari lima titik dalam program P2AT. Satu sumur bor diberikan tanggung jawab kepada satu kelompok tani. Sumur bor tersebut dapat mengairi 10 -15 hektar lahan sawah.

Dalam kesempatan yang sama salah seorang petani jagung mengungkapkan bahwa untuk menggunakan air petani harus membayar Rp 200.000 per satu kali  pengairan, untuk mengairi lahan 0,50 ha. Petani etrsebut membutuhkan  delapan kali pengairan hingga panen. Sehingga bila dihitung antara biaya dan pendapatan petani merasa “pak – pok” alias tidak banyak mendapatkan hasil karena mahalnya biaya pengairan.

Sementara itu pimpinan rombongan staf ahli Prof.Dr.Ir. Budi Indra Setiawan, M.Agr mengharapkan agar teknologi pertanian yang dihasilkan oleh KP Sandubaya dapat memberi manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Untuk penyediaan sumber air Kementeria Pertanian (Kementan) akan membuat sumur bor di sekitar KP Sandubaya sehingga masyarakat dapat memanfaatkan sumber air tanah untuk mengairi lahan sawahnya dengan meminimalkan biaya.  “Dengan adanya sumber air yang dibuat oleh Kementan maka akan menghemat pembiayaan air oleh petani” demikian Budi menegaskan.

Selanjutnya Budi mengingatkan agar air yang akan disediakan harus dijaga dengan baik. Jangan sampai air tanah tercemar agar dapat dimanfaatkan juga untuk kebutuhan rumah tangga dan penggunaan air di lahan harus efisien tidak mubadzir.

Rombongan selanjutnya meninjau sumur bor air KP Sandubaya, dan pemanfaatan air P2AT di Desa Perigi Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur. (M.F.Matenggomena)

Web Analytics