Berita

Temu Lapang Dan Panen Bawang Merah BPTP NTB di Kabupaten Lombok Timur Dengan penggunaan Teknologi Bio-Char dan Tricoderma sp

Pin It

Bawang merah merupakan salah satu komoditi holtikultura yang strategis di Provinsi NTB dimana pada tingkat nasional NTB juga termasuk daerah yang menjadi pemasok utama. Oleh karena itu Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB terus melakukan uji coba melalui kegiatan pengkajian untuk meningkatkan produktivitas bawang merah dengan biaya seminimal mungkin. Salah atu teknologi yang telah diuji coba adalah penggunaan bio-char dan Trichoderma sp pada budidaya bawang merah.

Hasil pengkajian BPTP NTB tersebut disosialisasikan melalui kegiatan temu lapang dan panen bawang merah pada hari Selasa (14/06/2016) di Dusun Pererenan Desa Labuan Lombok Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur. Hadir dalam kegiatan tersebut 80 orang peserta terdiri dari Kepala BPTP NTB,  Perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, Balai  Proteksi Tanaman Pangan dan Holtikultura (BPTPH) NTB, UPTD Pertanian Kecamatan Pringgabaya, Penyuluh Pertanian Kecamatan Pringgabaya, Babinsa Desa Labuan Lombok, Petani Desa Labuan Lombok, Peneliti bawang merah Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang Jawa Barat dan Peneliti BPTP NTB.

Kepala BPTP NTB Dr. Ir. M. Saleh Mokhtar, MP dalam sambutannya menjelaskan bahwa BPTP NTB merupakan lembaga yang melakukan pengkajian dan diseminasi inovasi teknologi hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian untuk menghasilkan teknologi yang spesifik untuk lokasi di NTB.

Penanggung jawab kegiatan bawang merah I Putu Cakra P.A. SP. MMA mengungkapkan bahwa  tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mendapatkan "paket teknologi input rendah pada usaha produksi bawang merah pada lahan kering" di Kabupaten Lombok Timur.

Dalam kesempatan yang sama, peneliti BPTP NTB Ir. Muji Rahayu MSi  menjelaskan bawang merah adalah salah satu komoditas holtikultura yang kerapkali menimbulkan inflasi. Oleh karena itu BPTP NTB mencoba melakukan pengkajian dengan mengembangkan bawang merah pada lahan baru khususnya di lahan kering dengan sumber air P2HT sehingga dapat dilakukan penanaman sepanjang waktu.

Lebih lanjut Muji menyampaikan bahwa untuk meningkatkan produktivitas bawang merah pada lahan kering diperlukan upaya intesifikasi melalui usaha perbaikan kesuburan tanah dengan teknologi penambahan Biochar. Menurut Muji Biochar adalah arang hasil pembakaran sekam padi dengan proses pirolisasi dan merupakan bahan organic yang bertahan lama di dalam tanah salah satu manfaatnya mampu mengikat air di dalam tanah.

Dalam acara tersebut, mitra binaan BPTP NTB, Bapak Rizal, menceritakan pengalamannya dalam menerapkan teknologi biochar dan Trichoderma. Disampaikan bahwa dengan teknologi tersebut dia mendapatkan peningkatan hasil dari 10 ton menjadi 19 to per hektar. Peningkatan produktivitas ini sangat menarik minat para peserta temu lapang sehingga dalam acara diskusi banyak terlontar pertanyaan-pertanyaan bagaimana teknologi tersebut dapat meingkatkan produktivitas yang cukup signifikan. Disampaikan oleh staf laboratorium BPTPH NTB Lalu Hamdan Fadli, SP, MSi penggunaan Tricoderma pada tanaman  akan memberikan manfaat antara lain memperbaiki struktur tanah, mengendalikan penyakit Fusarium, Penyakit busuk akar yang menyebabkan tanaman layu, dan busuk pangkal batang. Degan ditekannya kemungkinan serangan-serangan penyakit ini maka produktivitas akan meningkat. (MF.Matenggomena, I Putu Cakra)

Web Analytics