Berita

Workshop dan Pelatihan Sekolah Lapang Kedaulatan Mandiri Benih Padi di Sumbawa

Pin It

Workshop dan pelatihan bagi petani, petugas, dan produsen benih merupakan salah satu kegiatan dalam Sekolah Lapang (SL) Kedaulatan Mandiri Benih yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap teknik budidaya produksi benih dan prosedur sertifikasi benih dalam memproduksi benih bermutu dan bersertifikat.  Kelompok Tani "Buin Resong" Desa Berare Kecamatan Moyo Hilir merupakan salah satu pelaksana program kegiatan Desa Mandiri Benih Padi, dan terpilih sebagai lokasi pendampingan dan pengawalan teknologi produksi benih padi melalui kegiatan Sekolah Lapang Kedaulatan Mandiri Benih Padi di NTB.

Kepala Desa Berare dalam sambutannya mengharapkan agar masyarakat khususnya produsen benih padi dapat lebih meningkatkan pengetahuannya sehingga produksi benih yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan. Disampaikan pula ucapan terima kasih kepada BPTP NTB yang bersedia membina produsen benih dan petani di desa Berare.

Kegiatan workshop dan Pelatihan Sekolah Mandiri Benih Padi bagi Petani, Petugas dan Produsen Benih telah dilaksanakan pada hari Rabu (01/06 2016) yang bertempat di Desa Berare. Acara dihadiri oleh 55 orang peserta yang terdiri dari koordinator BPSB kabupaten Sumbawa, BP3K dan PPL kecamatan Moyo Hilir, Kepala Desa Berare, Babinsa, Babinkamtibmas, produsen benih padi di Moyo Hilir, anggota Kelompok Tani Buin Resong, dan tim sekolah lapang mandiri benih padi BPTP NTB.

Beberapa materi yang disampaikan antara lain tatacara dan prosedur sertifikasi benih padi oleh Lintang Susanto, SP, yang merupakan pengawas benih Kabupaten Sumbawa. Susanto menekankan pada Kepmentan Nomor 355/HK.130/C/05/2015 tentang Pedoman Teknis Sertifikasi Benih Bina Tanaman Pangan. Disampaikan bahwa penyempurnaan Kepmentan salah satunya adalah masa pengujian di laboratorium untuk benih padi 3 bulan setelah panen, benih jagung 2 bulan, dan benih kedelai 1 bulan.  Apabila melewati batas tersebut maka benih akan menjadi bahan konsumsi.

Materi kedua adalah program sekolah lapang  kedaulatan mandiri benih padi di NTB oleh Dr. Ir. Awaludin Hipi, MSi selaku Peneliti BPTP NTB. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa Program SL Kedaulatan Mandiri Benih Padi dilatarbelakangi oleh Nawacita Presiden Jokowi – Jusuf Kalla dan ditindaklanjuti  Kementerian Pertanian dengan program 1000 desa Mandiri benih. SL Mandiri Benih merupakan bagian dari upaya khusus (UPSUS) yang bersama-sama dengan Pemda, para pelaku utama, dan pelaku usaha pertanian berkomitmen untuk mendukung pencapaian target ketahanan pangan nasional tujuh komoditas strategis nasional yaitu padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabai, sapi dan tebu/gula (PAJALE BABE SATE).  BPTP sebagai UPT Badan Litbang Pertanian yang berada di daerah mendapat tugas diantaranya menyediakan dan menyebarluaskan benih/bibit sumber pangan strategis nasional dan melaksanakan monitoring dan supervisi penerapan varietas unggul dan inovasi teknologi tepat guna spesifik lokasi (Permentan No.131/2014).  Fokus utama SL kedaulatan mandiri benih padi adalah bagaimana produsen benih dan petani dapat memproduksi benih bermutu yang dapat memenuhi kebutuhan di desa atau di kawasan pengembangan padi. Dalam kegiatan workshop dan pelatihan ini dilengkapi materi tentang Teknologi Produksi Benih Padi dengan pendekatan PTT dengan menerapkan sistem tanam Jajar Legowo,. Materi ini disampaikan oleh Sabar Untung, SP yang merupakan Penyuluh BPTP NTB, dan Pengendalian Hama dan Penyakit Penting Tanaman Padi oleh Ir. H. M. Zairin,MSi selaku Peneliti BPTP NTB.

Sesi diskusi cukup menarik ketika membahas tentang siapa orang yang akan menangkarkan benih dan bagaimana memilih varietas yang sesuai dengan kondisi iklim sehingga diperoleh produktivitas tinggi. Selain itu juga didiskusikan  upaya – upaya penanganan hama penyakit yang efektif sehingga benih yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi. Peserta mengharapkan adanya media informasi dalam bentuk buku, leaflet, DVD dll, dan yang lebih penting lagi adalah praktek langsung dilapangan.

Kegiatan workshop dan pelatihan ini akan dilaksanakan selama empat kali pertemuan yang disesuaikan dengan fase pertanaman dilapang.  Metode pelaksanaan adalah dengan presentasi dan diskusi dalam kelas/ruang pertemuan, dan praktek lapang (Hiryana Windiyani, Sabar Untung dan Yuliana Susanti).

Web Analytics