Berita

Pendampingan Program Upaya Khusus (UPSUS) Padi, Jagung, Kedelai Di Kota Mataram

Pin It

Sejak diluncurkannya program Upaya Khsusu (UPSUS) untuk mencapai sawembada komoditas strategis nasional termasuk padi, jagung dan kedelai, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat (BPTP NTB) yang merupakan unit kerja di bawah Badan Litbang Pertaian telah melaksanakan kegiatan-kegiatan pendampingan teknologi mendukung pelaksanaan program UPSUS tersebut. Demplot dan display varietas unggul baru padi sawah merupakan salah satu bentuk pendampingan teknologi yang dilaksanakan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat dalam upaya mendukung program UPSUS Padi, Jagung dan Kedelai (PJK) di Nusa Tenggara Barat. Demplot dan display varietas padi di Kota Mataram tahun 2016 dilaksanakan di Lingkungan Tegal, Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya pada lahan sawah milik H. Lukman, Ketua Kelompok Tani Tegal Jaya I seluas 1,5 ha.

Penanaman demplot dan display varietas dilaksanakan hari Senin  (30/05/16) yang dihadiri oleh Liaison Officer (LO) Upsus Kota Mataram dan para pejuang UPSUS sekecamatan Sandubaya, antara lain: Kepala Cabang Dinas Pertanian Kecamatan Sandubaya, Kepala BP3K Kecamatan Sandubaya, Koordinator Penyuluh dan Penyuluh Pertanian Lapangan, Babinsa Kelurahan Selagalas, dan Pendamping Upsus Universitas Mataram.

Dr. Moh. Nazam selaku LO UPSUS Kota Mataram menjelaskan bahwa demplot dan display varietas merupakan salah satu bentuk pendampingan teknologi yang dilakukan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat mendukung percepatan luas tambah tanam dan peningkatan produktivitas padi sawah. Lahan untuk demplot seluas 1,0 ha dan display varietas 0,5 ha. Komponen teknologi yang diterapkan, meliputi: (a) pengolahan tanah sempurna (OTS), (b) penggunaan varietas unggul baru produktivitas tinggi Balitbangtan, yaitu Inpari-7, Inpari 22, Inpar 30, Inpari-31 dan Inpari-32 HDB; (c) pemupukan spesifik lokasi sesuai dengan rekomendasi setempat; (d) bibit umur muda maksimal 20 hari dengan jumlah bibit per rumpun 1-2 batang; (e) sistem tanam jajar legowo 2:1 dengan jarak lorong 40 cm, jarak antar barisan 25 cm dan jarak dalam barisan 12,5 cm; (f) pengendalian gulma dan organisme pengganggu tanaman (OPT) dilakukan dengan pendekatan terpadu dan pemantauan intensif.

Menurut H. Lukman, kendala penerapan teknologi jajar legowo adalah biaya dan buruh tanam. Disampaikan bahwa upah tanam padi saat ini mencapai Rp.1,5 juta/ha, sedangkan ongkos membuat garis tanam (caplak) Rp.100.000/ha. Untuk membuat garis tanam seluas 1 ha dapat diselesaikan hanya dalam waktu 5 jam saja. Sedangkan untuk tanam dalam 1 ha dapat diselesaikan dalam waktu 1 hari dengan jumlah tenaga 15 orang, diluar tenaga cabut bibit. Tenaga tanam yang digunakan berasal dari Kecamatan Lingsar, Lombok Barat dan merupakan regu tanam yang biasa digunakan oleh kooperator setiap musim. Regu tanam terdiri atas 10 orang wanita ditambah 1 orang pria pembuat garis tanam. Penggunaan regu tanam yang berasal dari luar wilayah disebabkan karena tenaga tanam yang ada di wilayah Lingkungan Tegal belum terbiasa menanam dengan jajar legowo 2:1.Regu pencabut bibit berasal dari lingkungan Tegal terdiri atas 7 orang wanita dan 1 orang pria yang bertugas mengangkut dan mendistribusikan bibit.

Oleh karena itu Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kelautan (BP3K) Kec. Sandubaya berencana untuk melaksanakan pelatihan cara tanam jajar legowo bagi regu tanam yang ada di wilayah Kecamatan Sandubaya guna percepatan penyebaran sistem tanam jajar legowo di wilayahnya.

Lokasi demplot untuk pendampingan BPTP NTB tahun 2016 memberikan nuansa baru karena berdampingan dengan demplot yang dilaksanakan oleh Universitas Mataram. Hal ini sesuai dengan kesepakatan pada rapat koordinasi UPSUS pada tanggal (23/03 2016) yang dikoordinir oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mataram (UNRAM) Dr. Sukartono, yang mengharapkan lokasi pendampingan UNRAM sedapat mungkin berdampingan dengan lokasi pendampingan BPTP NTB.

Pada kesempatan tersebut BPTP NTB melalui LO UPSUS Kota Mataram dan Staf Perlengkapan menyerahkan bantuan 1 unit caplak jajar legowo 2:1 buatan BPTP NTBdan sarana produksi seperti pupuk dan obat-obatan.

Web Analytics