Berita

Monitoring dan Evaluasi Kinerja PMT PUAP 2016 dan Sosialisasi Badan Hukum Koperasi untuk Gapoktan Penerima Program PUAP di NTB

Pin It

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja Penyelia Mitra Tani (PMT) Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) tahun 2016 serta fasilitasi pengurusan badan hukum koperasi bagi Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) yang dibentuk oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), diselenggarakan Acara Monitoring dan Evaluasi Kinerja PMT PUAP 2016 dan sosialisasi Badan Hukum Koperasi untuk Gapoktan Penerima Program PUAP di NTB pada hari Kamis(19/05/2016), bertempat di Aula Kantor Balai Benih Induk Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBI-TPH) Provinsi NTB.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB sebagai Sekretaris Tim Pembina PUAP NTB, perwakilan dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi NTB, tim PUAP BPTP NTB dan diikuti oleh PMT se-NTB.  Dalam pemaparannya, Moh. Ihwan, SH mewakili Kepala Dinas Koperasi UMKM Provinsi NTB  antara lain menyampaikan materi mengenai tata cara pembentukan koperasi dan aturan hukum yang meliputinya.  Melalui kesempatan tersebut, Ihwan menyampaikan bahwa sosialisasi ataupun penyuluhan yang berkaitan dengan pendirian koperasi sangat penting dilakukan sebelum lembaga koperasi berdiri sebagai bagian dari proses dan syarat yang harus dipenuhi, walaupun pada kenyataannya, tidak jarang suatu koperasi telah lama berdiri namun baru mulai mengurus segala persyaratan administrasi, baik itu akta pendirian, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.  Lebih lanjut, Ihwan menegaskan bahwa apabila gapoktan hendak mendirikan lembaga keuangan yang berbadan hukum koperasi, hendaknya dilakukan secara konsisten karena koperasi merupakan lembaga keuangan yang mengedepankan kesejahteraan anggota, tidak hanya keuntungan semata.

Sesi selanjutnya diisi dengan pengarahan Kepala BPTP NTB   Dr. Ir. Moh. Saleh Mokhtar, MP dalam pengarahannya menyampaikan pentingnya target output PMT berupa pembentukan LKMA di masing-masing wilayah binaan.  Kepala BPTP juga mengingatkan PMT  membuat jadwal kunjungan agar kerja-kerja PMT lebih terarah serta melakukan pelaporan ke BPTP secara kontinyu agar segala perkembangan kegiatan PUAP dapat terekam dan terpantau dengan baik.   Selanjutnya pada kesempatan tersebut   Kepala BPTP NTB memanfaatkan waktu untuk  Berkenalan dengan para PMT  agar dapat mengenal para PMT lebih dekat.  Dengan adanya pertemuan ini diharapkan ke depan hubungan kerja BPTP NTB dengan para PMT akan lebih baik sehingga target Program PUAP dapat tercapai.(Mardiana dkk)

Web Analytics