Berita

Sosialisasi Dan FGD Pembangunan Taman Teknologi Pertanian (TTP) Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat

Pin It

Dalam upaya memperkenalkan kegiatan Pembangunan Taman Teknologi Pertanian (TTP)  telah dilakukan sosialisasi dan Focus group discussion (FGD) kegiatan Pembangunan Taman Teknologi Pertanian (TTP) Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat yang bertempat di Dinas Kehutanan, Perkebunan, dan Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat,  pada hari Kamis,(21/04/  2016). Acara ini diinisiasi oleh Tim TTP Pototano yaitu Kepala Balai Besar Biogen, Dr. Ir. Mastur MSi, Ph.D selaku penangung jawab, Dr.Ir. M. Saleh Mokhtar, MP, selaku Ka BPTP NTB, dan dihadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, Kepala Dinas Kehutanan, Perkebunan, dan Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat, Camat Pototano, Ketua KTNA Kec. Pototano, Kepala Desa Pototano, Kokarlian, dan Senayan, Perwakilan dari BBP2TP, PSE-KP, Balitas Malang, dan beberapa SKPD terkait

Acara sosialisasi dibuka  oleh secara resmi oleh Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dalam sambutannya dihimbau agar seluruh SKPD saling bersinergi untuk mendukung kegiatan TTP Pototano . Belajar dari beberapa kegiatan Pemerintah Pusat di KSB yang mangkrak, diharapkan kegiatan TTP ini tidak bersifat sementara namun terus berkelanjutan.. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Kepala Balai Besar Biogen, Dr. Mastur . Dalam paparannya diungkapkan bahwa TTP dibangun oleh Badan Litbang Pertanian yang nantinya akan dihibahkan kepada Pemeritah Daerah sehingga dibutuhkan keterlibatan dari Pemda. Salah satu fungsi TTP adalah menjadi ajang pelatihan untuk masyarakat KSB sehingga dampak yang akan dirasakan adalah meningkatnya pendapatan kabupaten. Hasil utama yang ingin dicapai dalam TTP ini adalah menghasilkan wirausahawan baru. Dalam FGD , Kepala BPTP NTB menambahkan bahwa dalam pembangunan TTP ini memerlukan usaha yang kuat serta pembangunan fisik guna mendukung fungsi TTP.

Beberapa masukan dari peserta antara lain mengenai potensi alam disekitar lokasi TTP yang perlu untuk diangkat seperti tambak udang, rumput laut, dan pulau-pulau kecil di sekitar lokasi. Masukan lain adalah hasil olahan jagung dapat didukung dengan adanya pabrik tepung jagung yang dibangun oleh Dinas Perindustrian KSB dan pabrik pupuk organik di Pototano, dan dukungan Dinas Pertanian KSB  untuk perbenihan jagung sebagai salah satu kegiatan utama TTP Pototano. Dalam FGD ini diungkapakan pula kendala egosektoral yang harus dihindari serta pentingnya pendampingan dari peneliti berupa inovasi agar produk yang dihasilkan tidak kalah di pasaran. Aspek kelembagaan juga diharapkan dapat dikombinasikan sehingga ada rasa kepemilikan bersama. Dalam pembangunan TTP Pototano ini aspek sumberdaya lokasi, fisik, dan hukum harus sudah jelas, dan integrasi hulu- hilir harus berjalan dengan baik

Kegiatan ini mendapat antusiasme yang tinggi dari peserta, terlihat dengan aktifnya peserta dalam menyampaikan pertanyaan maupun masukan demi kesempurnaan pembangunan TTP Pototano. Pembangunan TTP ini tidak untuk sementara tapi berkelanjutan sehingga butuh dukungan dan masukan dari masyarakat. Diharapkan pembangunan TTP Pototano dapat berjalan dengan baik melihat tanggapan masyarakat dan Pemda KSB sangat optimis serta kooperatif. (Sylvia K. Utami)

Web Analytics