Berita

Sosialisasi Pengembangan Ayam KUB Mendukung Program Kampung Unggas Di NTB

Pin It

Dalam rangka memenuhi permintaan daging berbasis ayam kampung di NTB, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian.(BPTP) NTB terus berupaya melakukan diseminasi ayam kampung Badan Libang Pertanian (KUB) melalui  demonstrasi pemeliharaan ayam KUB di visitor plot aneka ternak kebun percobaan (KP) BPTP NTB dan pendampingan kepada peternak

Untuk memperkenalkan lebih dekat kepada peternak dan masyarakat Desa Truwai telah dilaksanakan  sosialisasi Pengembangan  Ayam KUB. Sosialisai ini dilaksanakan oleh BPTP NTB pada hari Rabu (27/4/2016) di ruang pertemuan kelompok “Tiu Jati” Dusun Jero Bunut, Desa Turuwai Kecamatan Pujut Kabupaten Lambok Tengah dengan tema “ Pengembangan Sistem Usaha Tani Mendukung Program Kampung Unggas di NTB”. Peserta yang hadir sebanyak 30 orang yang berasal dari ketua, dan anggota kelompok ternak Muamalat dan Tui Jati serta Kadus Jero Bunut Desa Truwai.

Peneliti BPTP NTB Dr. Sasongko WR, M.Si dalam pengantarnya menuturkan bahwa ayam KUB merupakan hasil penelitian  Badan Litbang Kementerian Pertanian. Penelitian ayam KUB dilakukan di Balai Penelitian Ternak (Balitnak) selama 6 tahun atau 6 (enam) generasi melalui proses seleksi ayam kampung terbaik di daerah Jawa Barat. “ Dari Hasil seleksi ini dihasilkan ayam Kampung Unggul Badan Litbang Pertanian (KUB) yang memilki produktivitas tinggi”,demikian Sasongko menambahkan.

Sementara  penyuluh BPTP NTB Nurul Agustini, SPt menyebutkan bahwa tujuan sosialisasi adalah mendukung program kampung unggas yang telah dilaksanakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB. Diharapkan nantinya peternak di Desa Truwai dapat mengetahui tingkat produktivitas  ayam KUB baik dari segi produksi telur maupun pertumbuhan untuk tujuan pedaging ,serta peternak dapat mempelajari potensi ayam KUB dalam meningkatkan pendapatannya.

Kegiatan sosialisai ini mendapat antuisme yang tinggi dari peserta, terlihat dengan aktifnya pesert menyampaikan pertanyaan maupun masukan. Pada kesempatan yang sama  Totok B Julianto SPt selaku tim teknis pengembangan ayam KUBbanyak menjawab pertanyaan peserta  antara lain tentang produktivitas, pemeliharaan dan  pemasaran ayam KUB.

Totok mengungkapkan untuk meningkatkan produksi ayam KUB harus munggunakan manajeman pemeliharaan yang baik.  Menurut totok keunggulan ayam KUB dibandingkan ayam kampung biasa  yaitu  puncak produksi bisa mencapai 65 % per tahun dan produksi rata – rata telur ayam KUB 38-45 % per tahun (apabila bila mengunakan menegemen pemeliharaan yang baik). sedangkan ayam kampunghanya 20% per tahun, selain itu ayam KUB dapat dipanen pada umur 45 hari dengan berat 700-800 grm (0,7-0,8 kg), sedangkan ayam kampung tidak bisa dipanen pada umur 45 hari karena beratnya masih 300 grm (0,3 kg)

Lebih jauh totok meyakinkan anggota kelompok tani bahwa permintaan ayam KUB sangat tinggi terutama permintaan di beberapa lesehan yang menjual kuliner ayam taliwang dengan harga jual pada umur 35 – 45 hari adalah Rp 17.000 – 18.000. (MF.Matenggomena dan Nurul Agustini)

Web Analytics