Berita

Persiapan Pembangunan Taman Teknologi Pertanian (TTP) Nusa Tenggara Barat

Pin It

Kementerian Pertanian telah berupaya agar teknologi yang dihasilkan oleh Badan Litbang Kementerian Pertanian diterapkan secara meluas oleh masyarakat. Salah satu upaya yang dilaksanakan adalah melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) membangun dan mengembangkan Taman Teknologi Pertanian (TTP) di seratus kabupaten di Indonsia selama 5 tahun. TTP ini akan menjadi model untuk mengembangkan berbagai inovasi teknologi Balitbangtan sebagai tempat pelatihan, desiminasi teknologi, dan pusat pengembangan bisnis pertanian. Dalam pelaksanaan di tingkat lapang, pembangunan TTP ini dimandatkan kepada BPTP bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat.

TTP untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah ditetapkan berlokasi di Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat yang menjadi salah satu  kawasan TTP di Indonesia. Dalam rangka pembangunan TTP Poto Tano, tim teknis BPTP NTB melaksanakan rapat persiapan pelaksanaan analisis situasi awal pada Rabu (20/4/2016) di ruang sidang BPTP NTB. Peserta yang hadir sekitar 25 orang  terdiri dari Kepala Balai Besar Biogen Pertanian selaku penanggung jawab, Kepala BPTP NTB, peneliti dari Pusat Sosial Ekonomi Pertanian, Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat  Malang, Balai Penelitian Sayuran , Balai Penelitian Serealia, dan tim TTP BPTP NTB.

Kepala BPTP NTB  Dr. M Saleh Mokhtar,MP dalam sambutannya mengungkapkan bahwa hasil dari analisis situasi yang dilaksanakan melalui metode Participatory Rural Appraisal (PRA) akan dijadikan sebagai acuan dalam  menyusun dokumen perencanaan dalam mengembangkan kawasan TTP. Adapun komoditas yang akan dikembangkan dalam TTP  yaitu jagung, sapi dan cabe..

Sementara itu, Kepala Balai Besar Biogen Dr. Ir. Mastur, M.Si. Ph.D sebagai penanggung jawab TTP dalam arahannya menekankan bahwa TTP harus dijadikan kawasan wira usaha bagi masyarakat disamping memberikan pengetahuan dan keterampilan, sehingga TTP mampu meningkatkan pertumbuhan  perekonomian di daerah. Lebih lanjut Mastur mengharapkan Kawasan TTP dapat menghasilkan teknologi yang unggul, menarik dan disukai pasar. Oleh karena itu perlu melibatkan semua pihak baik petani, pemerintah daerah dan perusahaan. Diharapkan setelah program TTP berakhir masyarakat dapat mengembangkannya secara kontinyu. (M,F. Matenggomena).

Web Analytics