Berita

Sosialisasi Varietas Unggul Baru Padi Produk Balitbangtan di Lombok Barat

Pin It

Varietas Unggul Baru (VUB) padi yang dihasilkan oleh Badan Litbang Kementerian Pertanian telah disebarkan di setiap Provinsi di Indonesia. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB sebagai salah satu lembaga di bawah Badan Litbang Kementerian Pertanian telah mengembangkan benih sumber padi Balitbangtan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat NTB melalui Unit Pelaksana Benih Sumber (UPBS) BPTP NTB.

Dalam rangka menyebarluaskan penggunaan VUB padi oleh petani di NTB, BPTP NTB melaksanakan Workshop Sosialisasi VUB Padi Produk Baltbangtan pada Senin (11/4/2016) di Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Acara dihadiri sekitar 70 orang terdiri dari Kepala BPTP NTB, Lision Officer (LO) BPTP NTB Perwakilan Dinas Pertanian Lombok Barat, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Holtikultura (BPSBTPH) NTB, Kelompok Tani di Kecamatan Gerung dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Gerung,

Kepala BPTB NTB Dr. Ir. M. Saleh Mokhtar, MP dalam sambutannya  menuturkan bahwa padi merupakan makanan pokok bagi Masyarakat Indonesia, oleh karena itu pemerintah mengeluarkan kebijakan swasembada pangan. Menurut Saleh, NTB telah berhasil mewujudkan swasembada pangan dengan memberikan kontribusi pangan secara Nasional.

Labih lanjut Kepala BPTP NTB menyebutkan target capaian pangan di NTB tahun 2016 adalah 2,4 juta ton padi sehingga Pemerintah Daerah NTB telah melaksanakan program Upaya Khusus (UPSUS) peningkatan produksi dan produktivitas padi. Untuk meningkatkan produktivitas padi, salah satu faktoryang sangat menentukan adalah menggunakan benih varietas unggul. Oleh kerena itu tugas BPTP NTB dalam pendampingan UPSUS adalah menyediakan benih sumber VUB.

“Kegiatan ini sangat penting dalam rangka saling bertukar informasi yang terkait dengan penggunaan varietas yang disukai oleh masyarakat, sehingga VUB produk  Litbangtan dapat diterima oleh masyarakat”,demikian diharapkan Kepala BPTP.

Dalam acara workshop tersebut, narasumber dari Dinas Pertanian Lombok Barat Agus Priyatno SP menyampaikan bahwa  Lombok Barat termasuk wilayah mandiri benih dan program tahun 2016  untuk tanaman padi antara lain penerapan jajar legowo, perluasan areal  tanam padi Inbrida 200 ha, Hibrida 100 ha dan Desa Organik Padi 40 ha.

Sementara itu, narasumber kedua dari BPSBTPH BQ. Nitisari, SP.MSi mengungkapkan bahwa untuk mendukung program mandiri benih pemerintah memberikan bantuan kepada penangkar aktif berupa gudang, sarana dan prasarana peralatan produksi . Nitisari juga menyebutkan  total benih yang telah tersertifikasi di NTB adalah 23.580 ton

Selanjutnya narasumber ketiga  Sabar Untung SP dari BPTP NTB memperkenalkan deskripsi semua jenis VUB yang dilepas Balitbangtan dari taun 2000 - 2014 dan rekomendasi VUB spefik lokasi

Para peserta setelah mendapatkan materi sosialisasi  melihat langsung hasil display VUB BPTP NTB di lahan petani Dusun  Jurang, Desa Mesangguk, Kecamatan Gerung, Kabupaten lombok Barat.  Luas lahan untuk display VUB Inpari 22 adalah 1, 3 ha, menggunakan cara tanam jajar legowo 2 : 1  dan 4 : 1. Hasil ubinan dalam penerapan jajar legowo 4 : 1  adalah 9,1 ton/ha GKP, sedangkan jajar legowo 2: 1 adalah  8,9 GKP ton/ha.(M.F. Matenggomena)

Web Analytics