Berita

Rapat Koordinasi Evaluasi Kinerja UPSUS Pajale di NTB

Pin It

Kedaulatan pangan merupakan  cita-cita besar Pemerintah Republik Indonesia dengan mewujudkannya melalui swasembada pangan padi, jagung dan kedelai (Pajale). Pemerintah merencanakan target swasembada  pangan bisa dicapai selama 3 tahun (2015-2017). Untuk mewujudkan hal tersebut Kementerian Pertanian mengeluarkan kebijakan upaya khusus (UPSUS) dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas Pajale.

Kebijakan Upsus Pajale telah dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah bersama TNI Angakatan Darat dan semua satuan kerja (Satker) dibawah Kementerian Pertanian pada tahun 2015. Untuk itu pada kamis (7/4/2106) dilaksanakan Rapat Koordinasai evaluasi Kinerja  UPSUS Pajale Pajalae Masa Tanam (MT)  bulan Oktober –Maret tahun 2015/2016 dan Pemantapan Rencana Pelaksanaan Upsus MT Bulan Agustus September 2016 di Balai Diklat Pertanian NTB. Turut hadir dalam acara tersebut Asisten II Pemprov NTB, Plh  Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura NTB, Penanggung Jawab Upsus NTB Kementerian Pertanian, Kepala BPTP NTB, Komandan Korem 162/Wirabhakti, dan peserta sebanyak 73 orang terdiri dari Tim pelaksana UPSUS Dinas Pertanian Se-NTB,  LO UPSUS BPTP NTB, kepala Sekretariat Bakorluh NTB, Bulog NTB, BPS NTB, BKP3 Se-NTB, BMKG NTB, Dinas Perindag NTB, Kodim Se-NTB, PT Pupuk Kaltim, PT Pertani NTB serta Balai Wilayah Sungai Nusatenggara I.

Dr, Ir. Mastur sebagai  penanggungjawab UPSUS Provinsi NTB dalam pengantarnya mengungkapkan bahwa NTB merupakan salah satu lumbung pangan  nasional baik padi, jagung dan kedalai. Pelaksanaan UPSUS Pajale masa sebelumya dapat kita evaluasi dampak positif dan negatifnya sebagai pembelajaran untuk pelaksanaan kegiatan UPSUS Pajale musim tanam berikutnya

Dalam kesempatan yang sama Plh Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura NTB menyampaikan  program UPSUS Pajale di NTB pada tahun 2016 telah menunjukan peningkatan produksi dari tahun 2014  yaitu komoditi padi meningkat 10,12% , jagung meningkat 20,23% , dan kedelai meningkat 34,36%

Acara  dibuka secara resmi oleh Asisten II Pemerintah Provinsi NTB mewakili Wakil Gubernur NTB. Dalam arahnnya  Drs. H. Lalu Gita Hariadi, MM menekankan bahwa kegiatan UPSUS ini tidak hanya  berupaya meningkatkan produksi Pajale,tetapi harus ada upaya penyerapan gabahpetani dengan optimal, sehingga masyarakat khsususnya petani menjadi sejahtera.

Lebih lanjut Lalu Gita mengapresiasi pelaksanaan rapat koordinasi evaluasi UPSUS ini sebagai bahan masukan  dalam merencanakan program UPSUS Pajale selanjutnya. “Diharapakan kegiatan tahun 2016 lebih dimantapkan sehingga swasembada pangan dapat terwujud”.

Rapat koordinasi evaluasi kinerja  UPSUS dipimpin/dikoordinatori  oleh Kepala BPTP NTB dengan nara sumber  penangunggjawab  UPSUS NTB Kementerian Pertanian, Plh Dinas Pertanian TPH NTB, kepala Sekretariat Bakorluh NTB, Komandan Korem 162/Wira Bhakti, BPS NTB,  Bulog NTB,  Balai Wilayah Sungai (BWS) NTB, kepala stasiun Metereologi Kediri,  dan Kepala BPTP NTB.

Materi yang disampaikan oleh masing-masing narasumber adalah kegiatan-kegiatan Upsus  dalam meningkatkan produksi dan produktivitas beserta data terkait  pada tahun 2015 serta rencana kegiatan Upsus tahun 2016.

Hal penting yang disampaikan oleh Bulog NTB yaitu adanya penyerapan gabah petani meningkat 14% dari tahun 2014 dengan harga pembelian pemerintah (hpp)  Rp 3.700 gabah kering panen dan beras Rp 7.300, kepala stasiunKediri  memprediksi hujan tahun 2016 akan turun sampai bulan Mei, sedangkan BWS menjelaskan tentang alokasi air dengan tingkat kemanfaatan sebesar-besarnya dan dibagi secara adil melalui skala prioritas.

Acara dirangkai dengan diskusi,  hasil diskusi yang bisa dijadikan bahan rumusan bersama antara lain; memperbaiki administrasi Upsus, laporan tepat waktu, pembentukan brigade alsintan, pendampingan teknologi cara tanam jajar legowo, penyerapan  gabah dan beras oleh Bulog harus  merata di setiap daerah serta tidak membeli dengan harga dibawah hpp. (M.F.Matenggomena)

Web Analytics