Berita

Temu wicara Pengusaha Ayam KUB dengan Anggota Komisi IV DPR RI di Kabupaten Lombok Tengah

Pin It

Ayam KUB merupakan ayam unggul hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Pertanian yang telah dikembangkan di 22 provinsi seluruh Indonesia. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB telah mengkaji  ayam KUB   sejak tahun 2013 dengan mengembangkannya di visitor plot aneka ternak kebun percobaan (KP) BPTP NTB.

Pengembangan Ayam KUB terus menerus dilakukan oleh BPTP NTB melaui kegiatan Diseminasi dan pendampingan kepada masyarakat NTB, sehingga pada saat ini pemeliharaan ayam KUB telah tersebar di 10 kabupaten / kota di NTB.

Kelompok ternak Unggas Agro Lestari Dusun Gontoran Nyerot Desa Batu Tulis Kecamatan  Jonggat Kabupaten Lombok Tengah adalah salah satu kelompok hasil pendampingan BPTP NTB yang telah berhasil mengembangkan ayam KUB.

Untuk itu Komisi IV DPRI melaksanakan kunjungan kerja yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV Ir. H.E. Herman Khairon, M.Si di Kelompok Agro Lestari Desa Batu Tulis Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah melalui  kegiatan temu wicara pada senin (21/03/2016). Peserta yang hadir terdiri dari 21 orang anggota legislatif Komisi IV DPR RI, SKPD terkait  Propinsi NTB, SKPD terkait Kabupaten Lombok Tengah, Kepala Pusat Pustaka Kementan, Perwakilan Dirjen Peternakan Kementan, Kepala BPTP NTB, peneliti dan penyuluh BPTP NTB, dan anggota kelompok ternak Agro Lestari.

Kepala Pusat Penelitian dan pengembangan Peternakan Litbang Kementan Dr. Ir. Bess Tiesnamurti,M.Sc mewakili Kepala Badan Litbang Kementan dalam pengantarnya menjelaskan bahwa ayam KUB merupakan ayam unggulan hasil seleksi galur ayam kampung murni di Jawa Barat dari enam generasi oleh Balai Penelitian Peternakan Kementan, dan dilepas oleh Litbang Kementan pada tahun 2009. Untuk NTB ayam KUB berkembang dengan pesat, karena peluang pasarnya sangat  menjajikan.

Dalam kesempatan yang sama ketua kelompok Agro Lestari Fajarudin mengungkapkan jumlah ayam KUB yang dipelihara untuk ayam petelur dan pedaging rata-rata 500  - 1000 ekor per anggota, dengan jumlah anggota kelompok 14 orang. Pendapatan Per 500 ekor ayam KUB petelur Rp 5.000.000/bulan, pendapatan untuk menghasilkan pedaging Rp 1.250.000/bulan, dan pendapatan dalam produksi DOC rata-rata sebesar 2.600.000/bulan.

Dalam temu  wicara  Ir. H.E. Herman Khairon, M.Si menegaskan bahwa anggaran yang dikelola oleh Kementerian Pertanian harus benar-benar dialokasikan untuk masyarakat dengan sasaran yang tepat. Badan Litbang Kementerian telah berhasil mengembangkan ayam KUB, untuk itu perlu di alokasikan anggaran khusus dalam pengembangan ayam KUB di NTB.”

Lebih jauh Herman Khairon menyarankan agar kelompok ternak yang akan mengembangkan ayam KUB segera membuat proposal untuk disampaikan Kepada Dirjen Peternakan, dan akan dibahas kedalam agenda rapat komisi IV DPRI. “BPTP NTB harus mengawal  proposal yang akan disampaikan oleh masyarakat NTB dalam  mengembangkan ayam KUB,”demikian ditegaskan Herman. (MF. Matenggomena)

Web Analytics