Berita

Panglima Kodam IX/Udayana Hadiri Tanam Padi Serentak di Kota Mataram

Pin It

NusaTenggara Barat merupakan salah satu propinsi sebagai lumbung padi Nasional. Untuk menjaga  hal tersebut pemerintah provinsi NTB terus memacu peningkatan produksi padi dalam rangka mewujudkan swasembada pangan, dengan menggerakan  petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), mahasiswa, dan  unsur terkait termasuk melibatkan TNI Angkatan Darat.

Pada Senin (7/12/2015) dilakukan penanaman padi serentak untuk musim hujan/MH di seluruh wilayah NTB yang diawali di lahan Kelompok tani Jangkok Kelurahan Selagalas Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Benih padi yang ditanam adalah Varietas Unggul Baru (VUB) Situ Bagendit dengan menggunakan teknologi Sistem Tanam Jajar Legowo 2 : 1, dimana benih padi yang ditanam berusia sekitar 20 hari setelah persemaian (hsp).

Hadir dalam acara tersebut antara lain Gubernur Nusa Tenggara Barat, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Lingkup Pertanian Provinsi NTB, Panglima Komando Daerah Militer IX/ Udayana, Komandan Korem 162/ Wira bhakti, Komandan Kodim 1606 Lombok Barat, Babinsa  Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram, PLT Walikota Mataram, Kapolda NTB, Kapolres Kota Mataram, PPL Kota Matarm, SKPD terkait Lingkup Kota Mataram, Kepala Kecamatan Sandubaya Kota Mataram, Kepala BPTP NTB, dan Anggota Kelompok Tani Kelurahan Selagalas Kecamatan Sandubaya Kota Mataram

Dalam kesempatan tersebut Panglima Komando Daerah Militer IX / Udayana Mayor Jendral TNI M. Setya Sularso menyampaikan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hidup matinya bangsa Indonesia tergantung kecukupan pangan secara nasional. Oleh karena itu kita harus mendukung penuh program swasembada pangan agar tecapai sesuai dengan target pemerintah.

Sementara itu, Gubernur NTB  Dr.H.M Zainul Majdi  menegaskan jika bangsa Indonesia  ingin menjadi negara kuat, maka  ketersedian pangan merupakan faktor utama dan penting. NTB merupakan salah satu provinsi  yang berhasil mencapai kemandirian pangan. Oleh karena itu dihimbau kepada semua pihak agar tidak menerima beras impor di Nusa Tenggara Barat. Pemerintah NTB tidak memperkenankan kapal impor merapat di NTB karena akan merusak harga di tingkat petani.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi NTB Ir. Husnul Fauzi M.Si  dalam laporannya menyebutkan untuk mewujudkan swasembada pangan dilakukan beberapa langkah  strategis diantaranya : gerakan tanaman padi serentak di seluruh NTB yang dimulai pada hari tersebut, melakukan pendampingan dan pengawasan oleh PPL dan TNI AD, serta meningkatkan target produksi 44% dari tahun 2015.

Sementara PLH Kepala Balai Pengkajian teknologi Pertanian (BPTP ) NTB Ir. Sofyan Souri menjelaskan secara teknis teknologi sitem tanam padi jajar legowo yang merupakan rekayasa teknologi untuk meningkatkan produktivitas usaha tani padi. Cara jajar tanam legowo yaitu dengan mengatur jarak tanam antar rumpun dan antara barisan sehingga terdapat gang di setiap baris tertentu. Pada Sistem 2:1 maka di buat gang di setiap 2 baris tanaman. Hal ini bertujuan untuk memperbanyak efek tanaman pinggir untuk meingkatkan produktivitas per satu luasan tanam.  Sistim tanam Padi Jajar Legowo  2 : 1  berukuran  25 cm antar baris dan 12,5 cm barisan pinggir dimana setiap gangnya juga berukuran lebar 25 cm  (barisan kosong). (M.F. Matenggomena)

Web Analytics