Berita

Kunjungan Dosen dan Mahasiswa Pasca Sarjana PKP UGM di BPTP NTB

Pin It

Dalam melakukan penelitian dan pengkajian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Litbang) Kementerian Pertanian telah melakukan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi untuk menghasilkan inovasi teknologi pertanian yang akan diterapkan oleh masyarakat melalui kegiatan desiminasi.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB merupakan bagian dari Unit Pelayanan Teknis (UPT) Badan Litbang Kementan yang merupakan ujung tombak penyebaran inovasi teknologi pertanian.Pada Jum`at (4/12/15), BPTP NTB  menerima kunjungan dosen dan mahasiswa  Pasca Sarjana Program Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan (PKP) Universitas Gajah  Mada. Rombongan yang berjumlah sekitar enam belas orang dipimpin langung oleh Ketua Program PKP, Prof. Dr. Sunarru Samsi Hariadi, MS. Adapun kunjungan tersebut  bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang pengkajian dan penyuluhan yang dilakukan oleh BPTP NTB serta bentuk kerjasama yang dapat dijalin di masa yang akan datang.

Acara pertemuan dilaksanakan di Ruang Sidang BPTP NTB. Hadir pula dalam acara tersebut peneliti dan penyuluh BPTP NTB.

Kepala BPTP NTB yang diwakili oleh Kepala Seksi Pelayanan dan Pengkajian  Dr. Drh. Nurul Hilmiati MVS dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan BPTP NTB bersifat pengkajian  hasil penelitian dari Pusat dan Balai Penelitian Kementan  yang bisa diterapkan di wilayah NTB atau spesifik lokasi sehingga dapat bermanfaat untuk masyarakat.

“BPTP NTB selalu siap melayani kebutuhan  inovasi teknologi bagi masyarakat yang membutuhkannya, hal ini telah dilakukan oleh para peneliti dan penyuluh pertanian BPTP NTB dengan memberikan pelayanan melalui kegiatan pendampingan kepada petani dan peternak, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyuluh NTB, serta menerima kunjungan dari berbagai kalangan masyarakat di BPTP NTB”, demikian Nurul Hilmiati menjelaskan.

Kepala PKP UGM Prof. Dr. Sunaru Samsi Hariadi, MS dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa penerapan inovasi  teknologi pertanian masih terkendala perubahan perilaku petani . Karena itu dalam memperkenalkan inovasi pertanian harus mempertimbangkan segmen petani apakah petani tersebut termasuk golongan yang “reserve oriented” atau “business oriented”. Menurut Sunarru, untuk golongan pertama maka cara mendiseminasikan inovasi adalah dengan memberikan contoh karena golongan ini masih mencari aman dan tidak mau mengambil resiko. Sementara untuk golongan kedua, maka cara yang dapat ditempuh adalah dengan memberikan gambaran keuntungan penerapan teknologi karena mereka sudah berhitung untung dan rugi dan berfikir bisnis.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris PKP Subejo SP, M Sc, Ph.D melaporkan beberapa riset PKP antara lain  tentang kajian  penyuluhan yang terkait dengan sistem kelembagaan, sumber daya manusia penyuluhan, kajian pemberdayaan terkait modal sosial, isu keagamaan, pengembangan media dan isu tentang swasembada pangan. “Melalui kunjungan ini kami mengharapakan sharing informasi dari BPTP NTB”, demikian Subejo menambahkan.

Selanjutnya peneliti BPTP NTB Dr. Johanes Gelibulu menambahkan bahwa hasil pengkajian BPTP NTB banyak memberikan manfaat bagi masyarakat NTB, antara lain pengkajan pengembangan Ayam KUB, kajian penggemukan ternak sapi dengan pakan lamtoro. Sedangkan kajian kelembagaan masuk dalam kegiatan kajian Bio industri, perbenihan, kawasan rumah pangan lestari (KRPL). Adapun perecepatan desiminasi inovasi teknologi pertanian dilakukan melalui gelar teknologi di setiap Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP3K) di NTB.

Acara berlanjut dengan diskusi  tentang cara penerapan inovasii teknologi kepada petani. Banyak pengalaman dari peserta yang bisa dijadiikan sumber inspirasi dalam menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam penyebar luasan inovasi pertanian. (M.Faesal Matenggomena)

Web Analytics